DEAR DOY 026

545 39 1
                                        

HAPPY READING

"Apa kau sudah siap?" Tanya Suga.

Doyoung mengangguk,dia akan siap untuk kemoterapi ataupun nantinya akan operasi, tetapi dia hanya berharap jika dia nanti berhasil melalui penyakitnya maka dia harap para saudaranya akan memaafkannya.

Tetapi jika itu tidak berhasil, dia hanya harap bahwa saudaranya harus datang melihat dia sebelum menjadi abu.

Doyoung jangan berpikir jika kamu tidak ada harapan lagi, di dunia ini masih banyak orang yang sayang kepadamu, tolong bertahan sebentar lagi.

"Aku siap, Hyung" katanya dengan semangat, siap harus menerima resiko yang amat besar.

Kemoterapi ini bukan sekedar kemo langsung sembuh, butuh proses apalagi Doyoung sudah terbilang susah untuk sembuh.

"Hyung, kenapa kalian tidak mencari ku....aku takut"batin Doyoung yang gelisah. Takut? Doyoung mengambil keputusan ini dengan ketakutan di dirinya.

Suga bisa melihat sorot mata Doyoung yang terlihat ketakutan dan gelisah, dia pun tersenyum kearah Doyoung.

"Kau harus percaya pada dirimu" ucap Dokter Suga menyakinkan Doyoung.

"Bertahanlah, demi dirimu sendiri"lanjut Suga kembali menyakinkan Doyoung.

Doyoung tersenyum menanggapinya, Suga benar setidaknya dia bisa bertahan demi dirinya, tetapi

Dia sudah lelah. Apakah Doyoung bisa bertahan? Atau dia harus menyerah?.

Suga ingin melangkah tetapi suara Doyoung membuat dia kembali berhenti.

"Jika nanti aku mati, tolong kabari para saudaraku, Hyung."

"Dan bilang bahwa aku menyayangi mereka"sambung Doyoung dengan menunduk pandangan nya. Suga mendengar itu tentu terpaku, apakah Doyoung menyerah tanpa ada sedikit keyakinan di dirinya.

"Kau itu akan sembuh, Doyoung. Kamu mau para saudara mu sedih akan kehilangan mu"Suga berucap dengan menahan air matanya. Tidak mau menunjukkan jika dia menangis mendengar perkataan Doyoung tadi.

"Mereka tidak akan sedih, karena ini yang mereka tunggu, Hyung."Doyoung berucap dengan nada pelan. Jangan Doyoung tidak kah kau tahu jika saudaramu sedang khawatir kepada mu,mencari mu dan selalu menyayangi mu.

Doyoung pikir jika saudaranya benar-benar tidak peduli dan sudah tidak menyayangi nya lagi,apakah itu benar?.

"Jangan mengatakan hal yang tidak baik, sebaiknya kamu siapkan dirimu tinggal 1 jam lagi"ucap Suga kemudian melangkahkan kakinya pergi dan tidak sanggup mendengar ucapan Doyoung lagi.

Doyoung yang di tinggal hanya terdiam sambil memikirkan apakah dia akan bisa dengan ini. Tolong Doyoung kali ini tuhan.

"1 jam lagi ya"kata Doyoung dengan tawa yang hampar. Menatap kearah tangan dan kemudian menggenggam tangan nya dengan kuat, lalu tersenyum miris dengan kehidupan dirinya.

Disisi lain, Suga sedang memeriksa keadaan pasien lainnya. Suga melihat bahwa pasien nya itu seorang yang baru saja di sekap oleh seorang penjahat yang akan melukai dirinya.

"Bagiamana, apa kau masih merasakan sakit lagi?"tanya Suga terhadap pria itu.

Pria itu melihat ke arah Suga dan menggelengkan kepalanya, "terimakasih, dok."

"Nama TAKATA MASHIHO, nama anda bagus. Kau orang jepang ya?"Suga bertanya sambil sibuk membereskan alat-alatnya.

Mashiho berusaha duduk lalu, mengangguk sambil berdehem benar.

Dear Doy Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang