Hanya mereka yang menderita yang mengerti penderitaan.
°judul [it's okay to not be okay]°
orang lain tidak akan bertanya apakah 'kau baik-baik saja',maka dari itu biasakan diri mu lah yang mengatakan nya,jangan menunggu orang lain mengatakan hal tersebut kepadamu, itu mustahil dan tidak akan pernah terjadi.
@author
Dear Doy
Hari ini adalah hari pembagian hasil seleksi ujian harian di kelas Doyoung. Sejak pagi, dadanya terasa sesak. Gugup dan khawatir bercampur jadi satu, membuat tangannya dingin meski kelas terasa biasa saja. Ia terus bertanya pada dirinya sendiri, apakah nilainya akan buruk lagi, atau setidaknya cukup untuk membuatnya aman.
Doyoung duduk dengan punggung kaku, menunggu namanya dipanggil. Setiap lembar kertas yang dibagikan guru membuat detak jantungnya semakin cepat.
"Kim Sohee."
Seorang siswi maju ke depan, mengambil kertasnya, lalu kembali ke bangku dengan ekspresi lega. Setelah itu, guru kembali melirik daftar nama.
"Kim Doyoung."
Itu gilirannya.
Doyoung berdiri, melangkah ke depan dengan kaki yang terasa berat. Tangannya sedikit bergetar saat menerima kertas ulangan itu. Pandangannya turun perlahan, membaca angka yang tertera di sudut atas.
Dunia seakan berhenti sesaat.
Dadanya terasa perih. Tenggorokannya tercekat. Ia ingin menangis. Ingin sekali.
Bagaimana mungkin ini terjadi lagi?
Ia yakin telah mengerjakan semuanya dengan benar. Ia mengingat setiap soal, setiap jawaban yang ditulisnya dengan hati-hati. Namun kenyataan di hadapannya berkata lain. Semua keyakinan itu ternyata hanya harapan kosong.
Doyoung menggenggam kertas ulangan itu erat-erat.
Yang terlintas di pikirannya bukan nilai itu sendiri, melainkan satu wajah yang pasti akan menunggunya di rumah. Jihoon.
Ia tahu, malam ini ia akan kembali dimarahi.
Dan sekali lagi, nilai buruk itu bukan hanya angka, melainkan hukuman yang akan ia terima.
Seunghan yang melihat Doyoung murung bertanya,"kenapa?"
Seunghan langsung paham dan langsung melihat hasil ujian Doyoung yang sepertinya jauh lebih tinggi Doyoung dibandingkan dengannya, tetapi kenapa Doyoung murung dan tidak bersemangat.
"Bukankah itu termasuk nilai tinggi?"ucap Seunghan.
Seunghan tidak tahu bawa Doyoung akan di marahi juga hanya karena mendapatkan nilai sebegitu.
"Aku saja 42, sedangkan kau 75 benar-benar jauh berbeda"kata Seunghan dan Doyoung hanya diam tidak menanggapi.
Doyoung pulang dengan langkah yang terasa jauh lebih berat dari biasanya. Ketakutan menggantung di dadanya, rasa was-was yang tak pernah benar-benar pergi sejak ia melangkah keluar dari gerbang sekolah. Ia sangat takut. Takut jika Jihoon benar-benar akan marah besar padanya malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Doy
Teen Fiction[AYO MAMPIR] Menceritakan sosok seorang anak laki-laki yang berusaha mendapatkan kata maaf, dan juga kasih sayang kembali dari para saudaranya. Menunggu waktu yang lama, dimana dia harus bisa membuat saudara-saudaranya menyayangi dia kembali, lelah...
