V

443 43 2
                                        

Warning & Disclaimer : 

Don't Like Don't Read!!

All character belongs themself. Authornya cuma pinjem nama dari karakternya :)  

This is Fanfiction just for fun. 

.

.

.

Happy Reading ^^ 

.

.

.

"M-maaf, Kak. Aku gak sengaja. Ini mau aku bereskan."

"Keluar."

Nita masih syok dengan bentakan tadi hanya bisa tergugu disana. Dirinya bingung harus merespon bagaimana.

"SAYA BILANG KELUAR!"

Sekali lagi bentakkan itu membuat Nita langsung larikan diri keluar kamar Harris. Airmata ketakutan itu jatuh perlahan ketika dia turuni tangga.

Panggilan Mama mertuanya sudah dia abaikan. Dalam pikirannya sekarang dia hanya harus lari dari Harris. Sosok itu terlalu mengerikan untuk dia hadapi saat ini.

Masuk dalam mobil, Nita lalu jalankan mobil itu pergi dari sana. Saking takutnya Nita, dia bahkan tak gunakan alas kaki ketika pergi. Membuat Mama Harris yang menyadarinya langsung memarahi anak laki-lakinya.

"Kamu kenapa sih, Ris? Nita kesini ngerawat Papa loh. Masa kamu balasnya gitu?"

"Tapi dia beraninya pegang kepunyaan Harris, Ma. Hal penting buat Harris!"

"Kamu bisa ngasih tahu dia baik-baik. Gak perlu sampai dibentak. Dia udah minta maaf dan bilang gak sengaja kan?"

Harris tak mau menjawab, dia masih diselimuti emosi karena teritorial miliknya disentuh orang lain. Ya, orang lain bagi Harris.

"Papa gak pernah ngajarin kamu bentak-bentak perempuan begitu, Harris." suara rendah Papa Harris menyela adu mulut Harris dan Mamanya.

Sambil bertumpu dipintu, Papa Harris mencoba berdiri dan langsung dihampiri panik oleh Mama Harris dan Harris sendiri.

"Pa, jangan dipaksa."

"Minta maaf kamu sama Nita, Harris."

"Iya, nanti. Papa istirahat lagi, sini Harris bantu."

Tangan Harris ditepis kemudian Papanya berteriak, "SEKARANG, HARRIS CAINE!"

Dada pria berumur itu naik turun setelah membentak Harris. Bahkan Mama Harris sampai memejamkan mata mendengar gelegar suara suaminya membentak sang anak.

"P-papa."

"Itu yang Nita rasain pas kamu bentak dia. Sekarang kamu kejar dia pulang, minta maaf sama dia. Papa gak pernah ngajarin kamu jadi pengecut sama perempuan."

"Iya, Pa." Harris akhirnya melunak setelah dinasehati oleh Papanya.

Setelah membantu sang Papa berbaring kembali, Harris pamit pulang untuk meminta maaf pada Nita.

"Harris."

"Iya Ma?"

Mama Harris menyodorkan high heels yang tadi tak sempat digunakan kembali oleh Nita.

[VTUBER / Harris Caine] Game OverCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang