-satu-

60 38 23
                                        

TINGGALKAN JEJAKMU DI SINI 📌

Happy reading darl
Hope u all like this story ^^

05.30

Kring! Kring! Kring!

Mentari telah menampakkan sinarnya, seorang gadis cantik terlihat sedang menggeliat di tempat tidurnya karena suara alarm yang telah dipasangnya.

Gadis tersebut mulai membuka matanya dan terlihat berusaha mengumpulkan nyawanya yang tertinggal setengahnya karena tidur.

Natasha, adalah nama gadis itu. Ia bangun dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju cermin besar yang terpampang di dinding kamarnya.

Ia menatap datar terhadap sosok yang ada di cermin itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya.

Setelah beberapa saat, ia memutuskan untuk melakukan gerakan pemanasan singkat, lalu mulai bermeditasi di pagi hari.

15 menit berlalu. Ia sudah selesai dengan meditasi singkatnya dan memutuskan untuk mandi.

Seragam sekolah, tas, buku, lengkap dengan peralatan menulis telah disiapkannya sejak 2 hari yang lalu, jadi ia bisa bersikap santai.

Selesai mandi, ia melakukan rangkaian perawatan wajah dan tubuhnya dengan berbagai produk mewah yang telah tersedia di meja riasnya.

Setelah selesai, ia memakai seragam sekolah barunya dan tidak lupa dengan memoles wajahnya dengan makeup natural khas korea yang tampilannya sangat mirip dengan ullzang girl.

Ia menambahkan lipgloss dari brand GUCCI  sebagai sentuhan akhir dari makeupnya.

Perfect

Satu kata tersebut telah mewakili semuanya. Natasha seakan bidadari yang turun dari kayangan karena ia tidak memiliki satupun celah dari atas sampai bawah tubuhnya.

Ia memiliki kulit seputih porselen yang halus, rahang tegas, alis lurus yang rapi, mata almond beriris cokelat terang dengan sudut mata yang sedikit tajam, hidung kecil yang mancung seperti perosotan, dan bibir yang tebal hingga membuatnya terlihat sexy.

Tubuhnya tinggi semampai, kakinya jenjang, dan juga berisi di tempat yang tepat.

Setelah puas dengan penampilannya, ia menenteng tas dan juga almamternya. Ia turun ke lantai satu, tepatnya di ruang makan yang telah tersedia berbagai macam makanan lezat yang telah disiapkan oleh bibi dan para koki handal yang ada di mansionnya.

Ia menarik kursinya dengan gerakan santai dan duduk dengan anggun, layaknya ciri khas lady bangsawan dan mulai memakan semua menu yang ada dihadapannya.

Setelah selesai, ia pergi menuju halaman mansion. Ia menghampiri supir pribadinya karena ia malas berangkat seorang sendiri ke sekolah dengan menyetir mobil.

Dan tibalah saatnya ia mulai memasuki kawasan sekolah barunya.
Ia turun dari mobil dengan menenteng tas serta almamater barunya.

Ia memutuskan untuk memakai almamaternya dan membiarkan tasnya tergantung di bahu kirinya.
Dengan santai, ia berjalan menuju ruangan kepala sekolah.

Sepanjang ia berjalan menyusuri koridor yang ramai dilalui para murid, ia selalu mendengar bisikan bisikan yang terlontar dari mulut mereka yang berpapasan dengannya.

Kebanyakan mereka memberikan pujian karena penampilannya yang cantik, dan sebagian kecil merendahkannya karena merasa kalah saing.

Natasha tidak memperdulikan semua itu, ia berjalan dengan langkah anggun dan penuh percaya diri hingga sampai ke dalam ruangan kepala sekolah barunya.

"Permisi," ucap Natasha sopan.

"Ya? Apakah kamu adalah siswi pindahan dari SMA Senopati?" Ucap sang kepala sekolah dengan ramah.

Natasha menganggukkan kepalanya singkat, dan kepala sekolah tersenyum ramah.

"Baik, kamu terdaftar di kelas 11 MIPA 1. Mari saya hantar," ucap sang kepala sekolah.

"Terima kasih pak," ucap Natasha sopan.

Kepala sekolah lantas berdiri dari kursi agungnya dan berjalan mendahului Natasha.

Natasha mengikuti kepala sekolah hingga ia sampai di pintu kelasnya sekarang.

Tok tok!

Bunyi ketukan pintu terdengar nyaring, kepala sekolah memasuki ruangan kelas 11 MIPA 1 dengan wibawanya.

"Permisi, saya menghantar seorang siswi pindahan dari SMA Senopati," ucap kepala sekolah dengan wibawanya.

Guru yang mengajar di kelas tersebut lantas menghampiri kepala sekolah dan Natasha dengan langkah agak tergesa.

Terjadi perbincangan singkat antara guru tsb dengan kepala sekolah. Sampai akhirnya, kepala sekolah pamit untuk kembali ke ruangannya.

Irna, adalah nama guru tersebut. Bu Irna lantas mempersilakan Natasha untuk mengikutinya untuk memperkenalkan diri.

"Halo anak anak, hari ini kita kedatangan anggota baru. Nak, silakan memperkenalkan diri," ucap Bu Irna dengan ramah.

"Hai, perkenalkan nama saya Natasha Margareth dan bisa kalian panggil Asha," ucap Natasha sopan.

"Halo Asha!" Ucap seisi kelas dengan lantang.

Natasha sedikit kaget dengan perlakuan seperti itu, sepertinya kelas ini menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

Ya, sepertinya?

"Nah, sekarang giliran ibu yang memperkenalkan diri padamu. Saya adalah wali kelas 11 MIPA 1 sekaligus guru biologi, kamu bisa memanggil saya dengan sebutan ibu Irna," ucap Bu Irna ramah.

"Baik. Bu Irna," ucap Asha.

"Sekarang kamu boleh memilih tempat duduk yang masih kosong. Di depan atau di belakang paling pojok?" Ucap Bu Irna menawarkan.

"Di depan Bu," ucap Asha.

"Baik, silakan duduk di tempat dudukmu. Perkenalan kalian di lanjut sendiri saat istirahat. Hari ini ibu akan melangsungkan pelajaran dengan materi baru," ucap Bu Irna yang sukses membuat semua penghuni kelas bersorak malas.

"Hahh, masa tidak perkenalan dulu Bu? Sekali kali potong jam dong Bu," ucap salah satu murid bername tag Brayen Aditama.

"Tadi kan sudah ibu potong jamnya, sekarang kita lanjutkan pembelajaran," ucap Bu Irna tegas.

Natasha dengan langkah santai menuju bangku barunya. Ia meletakan tasnya lalu mendudukkan pantatnya dengan gerakan slay dan anggunly.

Pembelajaran dilaksanakan seperti biasa, hanya saja rasanya ada yang aneh.

Sedari tadi, Natasha merasa ada seseorang yang memperhatikannya. Tapi ia tidak tahu siapa orangnya, jadi ia cuek saja. Tapi setelah pembelajaran yang diberikan oleh Bu irna pun, ia masih merasa diperhatikan.

Sampai bel istirahat pun tiba, para penghuni kelas lantas mengerubungi meja asha dengan tergesa gesa dan penuh rasa penasaran.

Mereka pun mulai memperkenalkan diri mereka masing masing, lengkap tanpa terkecuali.

Dan sekarang, tinggal satu orang yang masih diam di tempat duduknya, yang berada tepat di belakang Natasha.

Setelah semua orang pergi, barulah orang itu berdiri dan menghampiri Natasha.

"Hai, kita bertemu kembali rupanya," ucap remaja laki laki tersebut dengan riang.

"Apa yang kau maksud?" Ucap Natasha seraya mendongakkan kepalanya.

"Apakah aku harus kembali memperkenalkan diri?"

JANGAN LUPA VOTE AND COMENT!📌















not just ordinary gurlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang