Chapter 11

38 1 0
                                        

Sementara itu Radit kini telah sampai dirumah farraz, ia melihat raga, reyhan dan david yang berada dihalaman rumah farraz masih diatas motor mereka masing-masing. Radit pun melajukan motornya dan menghampiri mereka bertiga. Ketika mendengar suara motor radit ketiga nya langsung berbalik.

"Eh dit udah dateng." ucap raga.

"Gue kejebak macet tadi" jawab radit melepaskan helmnya.

"Sama gue juga baru dateng kejebak macet" sahut reyhan.

"Kok pada diem diluar? kenapa ga masuk?" tanya radit.

"Ga ada orang dah kayaknya, pintunya di kunci, si farraz lagi keluar kali ya?" ucap reyhan.

Mereka berempat daling terdiam, kemudian tidak lama, terdengar suara motor yang tidak asing bagi mereka, dan ternyata itu adalah farraz yang baru datang entah dari mana.

"Raz, lu abis darimana? kita nungguin lu nih dari tadi." tanya david.

Farraz melepaskan helmnya dan turun dari motornya. "Masuk dulu sini jangan bengong diluar kayak orang nyasar." ucap farraz sambil membuka pintu rumahnya dan masuk kedalam di ikuti oleh raga, david, radit dan reyhan.

"Emang lu abis darimana dah, padahal lu yang ajak ke rumah lu tapi malah lu ga ada dirumah." ucap raga.

"Gue abis nganterin mala tadi dari boutique." jawab farraz dengan santai sembari menyimpan helm miliknya.

Sementara yang lain langsung diam dan menatap satu sama lain mendengar jawaban farraz.

"Mala.. raz?" tanya raga.

"Yoi." jawab farraz.

"Lu ngapain nganterin mala raz? ada hubungan apa lu ama si mala?" tanya radit.

"Apa jangan jangan.... " ucap david.

"Jangan gitu lah bro, kan kita semua tau raga suka ama mala, jangan main tikung gitu dong." ucap reyhan.

"Nah bener tuh han, kan kita temen raz harusnya kita saling support." sahut david.

Farraz mengerutkan keningnya heran mendengar semua pernyataan dari temannya itu. "Lah kalian napa dah, mala sepupu gua kocak." ucap farraz.

"Loh, sepupu?" tanya reyhan.

"Serius ga lu raz?" tanya radit.

"Yaialah, lu kira gua bakalan tega nikung temen sendiri gitu? gabakalan lah. temen apaan gua kalo gitu." ucap farraz.

"Kita kan ga tau kalo lu sepupunya, sorry ya bro." ucap david.

"Calm." ucap farraz.

"Loh ini raga kemana? kok ilang." ucap david.

Dan mereka pun baru menyadari jika sedari tadi raga tidak ikut berbicara bahkan sekarang raga menghilang padahal sebelumnya raga berada di samping reyhan.

"Razzz!! gua minta chiki jagung lu yang pedes ini ya! makasih!" teriak raga dari arah dapur.

Sontak mereka berempat pun langsung menuju ke arah dapur dan menemukan raga sedang memakan chiki sambil jongkok dihadapan kulkas yang terbuka.

"Lu ngapain sih ga." tanya david pada raga sambil terheran-heran melihat tingkah laku teman dekatnya ini, padahal hampir tidak ada bedanya dengan dirinya.

"Ngabisin makanan farraz, sayang banget inu makanan banyak tapi di anggurin." jawab raga dengan santai.

"Yaealah, dasar lu ga." ucap david menggelengkan kepalanya.

Farraz pun menghampiri raga, "Bawa aja ga makanannya, buat kita ngemil disana, gausah dikasih si david kan dia gamau." ucap farraz.

"Heh! kok gitu sih? siapa yang bilang gue gamau." ucap david tak terima kemudian menghampiri raga dan farraz dan membantu membawa makanan-makanan ringan itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RADINATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang