Part 3

1.1K 90 7
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Karena saking kagetnya menerima perlakuan dari sang nona, River bahkan sampai melupakan rasa sakitnya.

Selama lima tahun ia bersama dengan Adel, baru kali ini, baru kali ini Adel bersikap semanusiawi ini kepadanya.

Bahkan menurutnya lebih, karena Adel bahkan sejak tadi terus memeluk dirinya.

"Pak Budi cepetan pak! Bapak nggak bisa lebih cepat lagi apa?" Sejak tadi Adel yang heboh dan panik, sedangkan River hanya diam, diam seperti anak kucing didalam pelukan Adel.

"Maaf Bu, tapi jalanan masih agak macet." Balas pak Budi.

"Riv kamu masih bisa tahan sakitnya kan? Ya ampun kamu tadi belum sempat minum, bentar aku ambilin minum."

Adel buru-buru mengambil air putih dingin di kulkas kecil, ia membuka tutup botolnya lalu menyodorkannya ke bibir River yang tampak memerah.

River terlihat kikuk, ia sungguh kaget dan masih blank.

"Riv minum!" Desak Adel.

"Ya nona." Angguk River lalu meminum air tersebut dengan rakus.

Air mata Adel kembali menetes tanpa henti, melihat keadaan River yang mengenaskan seperti ini membuatnya benar-benar sangat ketakutan.

"Nona aneh." Gumam River.

"Maksud kamu?" Tanya Adel.

"Nona apa kita nggak terlalu dekat? Biasanya nona pasti marah kalau terlalu dekat dengan saya." Ujar River.

River benar juga, sejak tadi posisi mereka berdua memang terlalu intim. Adel juga baru menyadarinya, tapi ia sungguh tidak bisa melepaskan River.

"Kenapa kamu yang ngatur aku? Suka-suka aku kan?"

"Maaf nona."

Wajah Adel terlihat merah, ia agak salah tingkah gara-gara ulah River.

Sedangkan River sebenarnya tidak mempermasalahkan soal pelukan, ia bahkan merasa begitu nyaman dan hangat dalam dekapan Adel.

Tidak, ini terlalu super nyaman dan lembut. Seperti di surga dunia, jika boleh, River ingin seperti ini terus.

Tapi tidak mungkin.

"Kamu sakit, jadi sebaiknya diam!" Tegas Adel.

"Baik nona." Angguk River kembali ke mode anak kucing.

***

Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di rumah sakit, River segera diperiksa dengan intens oleh dokter.

Kini Adel sedang bersama dengan dokter, Adel lupa jika membawa River ke rumah sakit, sama saja ia menggali kuburnya sendiri.

"Mbak pasien ini sepertinya adalah korban penganiayaan, kita harus melakukan visum untuk membuat laporan ke kantor polisi." Jelas dokter pada Adel.

Main Butler Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang