Barbara Adelina Johansson adalah wanita jahat, wanita antagonis yang mempunyai hobi yang sangat tidak lazim. Ia begitu gemar menyiksa pelayannya bernama River, River seorang gelandangan yang sudah Adel pungut dari jalanan.
Mencambuk, menjambak, men...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
River merasakan darah yang mengalir dari bibirnya, nafasnya semakin liar dan memburu.
"Maafkan saya Nona, tapi saya tidak bisa berhenti." Tangannya meremas bajunya lebih erat, giginya menggigit bibir Adel yang berdarah. "Nona menginginkan ini kan? Saya akan memberikannya. Biarkan saya menunjukkan betapa besar rasa sayang saya pada anda." Tangan nakal River mulai membuka kancing baju Adel satu persatu, nafasnya terengah.
Adel yang tampak tenang kemudian mencekal tangan River sebelum pria itu melakukan hal yang terlalu jauh.
River mencengkeram erat lengan Adelina, matanya berkilat marah.
"Jangan dekat-dekat dengan Zacky, Nona. Saya tidak suka." Suaranya serak, menahan amarah yang meluap. "Dia tidak pantas mendapatkan perhatian anda."
"Tenanglah sayang... aku disini." Adel mencium lembut pipi River. "Aku hanya milikmu."
Ciuman lembut Adel di pipi River membuat pria itu melemas.
"Nona benar-benar hanya milik saya? Saya tidak mau kehilangan Nona. Saya akan melakukan apapun untuk melindungi Nona."
"Tentu. Ciumanmu boleh juga untuk seorang amatir." Puji Adel sambil menyeka darah di bibirnya. Bibirnya sedikit robek akibat ulah River tapi ia tak marah sedikitpun.
"Amatir? Nona menganggap saya amatir? Kalau begitu, saya akan tunjukkan bagaimana ciuman profesional dilakukan." River mendorong Adel ke sofa dengan lembut, menciumnya lebih dalam. "Nona akan melihat betapa berbedanya." Tangannya mulai menjelajahi tubuh Adel dengan lebih berani.
"Enggak sekarang River!" Adel menahan tangan River. "Sekarang waktunya makan dan minum obat lalu istirahat."
Kata-kata Adel membuat River sedikit kecewa, tapi ia mengangguk patuh.
"Baik Nona, saya akan makan dan minum obat saya." Ia pun akhirnya mengikuti Adelina ke meja makan dengan langkah pelan.
Adelina segera menyiapkan makanan untuk River, River tampak gugup, diperlakukan seistimewa ini oleh Adel adalah hal yang benar-benar membuatnya serasa terbang tinggi.