Barbara Adelina Johansson adalah wanita jahat, wanita antagonis yang mempunyai hobi yang sangat tidak lazim. Ia begitu gemar menyiksa pelayannya bernama River, River seorang gelandangan yang sudah Adel pungut dari jalanan.
Mencambuk, menjambak, men...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Setelah River benar-benar pulih dan tubuhnya terbentuk karena latihan fisik. Adel baru boleh melepaskan River untuk bekerja.
Selama River di rumah, Adel terus memantau perkembangan pelayan kesayangannya itu. River merasa jika semua itu sangat berlebihan tapi Adel terus memaksanya. River tidak bisa menolak apapun keputusan Adel.
Semua orang yang ada di kampus tampak sinis menatap River, semua orang tau jika River bukanlah orang yang seterhormat itu, ia hanyalah pelayan yang biasanya menjadi bahan bullyan disana.
Dari kejauhan River bisa melihat sang nona sedang bersama dengan seorang pria, River tentu saja sangat terkejut karena Adel tak biasanya dekat dengan lawan jenis.
Entah kenapa hal itu membuatnya tidak suka, padahal ia tak mempunyai hak atas itu, tapi tetap saja River tidak bisa membohongi perasaannya.
"NONA!" Seru River dari kejauhan, karena Adel sepertinya tidak terlalu memperhatikan River, River pun segera menghampiri Adel.
"Riv! Kamu udah datang?" Tanya Adel yang tampak senang melihat kehadiran River.
"Tentu saja saya sudah datang, nona." River menatap Adelina dengan tatapan penuh pertanyaan. "Siapa dia nona?"
"Oh, ini Zacky teman kuliah, Zacky ini River dia... Asistenku." Adel mengenalkan River pada Zacky.
"Oh, begitu ya." River mengalihkan pandangannya dari Zacky, sedikit lega namun masih ada keraguan di matanya. Sedangkan Zacky tampak tidak suka saat melihat River. River pun membalas tatapan dingin Zacky, senyum tipis terukir di bibirnya. "Senang bertemu denganmu, Zacky."
"Ya." Zacky mengangguk sinis.
River mengabaikan balasan sinis Zacky, tatapannya beralih pada Adel. "Mari pulang, nona."
"Sampai jumpa Zack!" Pamit Adel pada Zacky.
River dan Adel pun segera masuk ke dalam mobil yang terparkir di halaman kampus.
River menoleh ke arah Adel, tatapannya lekat.
"Nona tidak akan mengenalkan saya pada teman kuliah Anda lagi, kan?"
"Hm? Ada apa sayang?" Adel menoleh kearah River, menatapnya lembut.
"Tidak ada apa-apa, nona." River menundukkan pandangannya, mencoba menyembunyikan kecemburuan yang muncul.
"Kamu udah makan siang belum?" Adel menatap arlojinya yang menunjukkan pukul satu siang.
"Belum, nona." Perut River bergemuruh pelan, namun ia tetap fokus pada Adel.
"Kamu mau makan apa? Kita mampir dulu ke restoran ya."
"Terserah nona saja." River tersenyum tipis, matanya berbinar menatap Adel.
"Kamu nggak lagi sakit kan? Kok kayaknya lesu gitu?"
"Tidak nona." River tersenyum lemah, mencoba meyakinkan Adelina.