Tanggal tak diketahui, Istana Nara sang pembuka rahasia langit dan kaisar dari 2 lapis dunia
Ruangan putih itu kini sunyi senyap. Di pintu masuknya, para penjaga dengan sangat ketat mengawasi keadaan. Penghuni ruangan tersebut kini hanya Lonca seorang, tertunduk lemas. Menangis dalam kesunyian. Tak ada Nara yang menanyakan hal-hal aneh padanya. Tak ada juga para anggota Reiva yang selalu merendahkannya beberapa hari belakangan.
Banyak hal yang telah dilakukan Nara pada Lonca. Hal yang sebaiknya tidak dikatakan disini. Tindakan Nara merubah kebanggan Lonca sebagai salah satu keturunan terbaik di dunia menjadi serpihan tak berguna. Lalu kemana Gantha dan yang lainnya?
Di sebuah padang rumput yang jauh dari keramaian istana Nara, Gantha dan yang lainnya sedang berkumpul. Merencanakan sesuatu. Namun perancangan rencana tersebut tidak dimulai dengan sebuah kata sambutan ataupun perbincangan basa-basi pada umumnya. Pertemuan ini dibuka dengan kemunculan monster.
Sesuatu yang mengerikan muncul dihadapan Gantha dan kawan-kawan, sesuatu seperti raksasa dengan bentuk yang mengerikan. Kepalanya botak dan berwarna keabuan, seluruh tubuhnya diselimuti oleh kain berwarna hitam, diikat sangat kuat oleh rantai, tangan dan kakinya sama sekali tidak bisa bergerak, kulitnya seperti manusia hanya saja lebih kasar. Seketika angin berhembus kencang dari arah monster tersebut. Angin semakin kencang namun berhenti setelah beberapa saat dan hawa sekitar menjadi sejuk
Seketika itu juga segel berbentuk kain hitam yang menyelimuti seluruh tubuh monster tersebut terlepas. Ratusan bibir menganga menunjukkan gigi-gigi taring yang tajam di dalamnya, setiap mulut mengucapkan kalimat-kalimat asing dan setiap mulut juga mengeluarkan gas berwarna kebiruan yang berkilau saat berbicara. Terlihat aneh, mengerikan sekaligus indah.
"Perkenalkan Naya, sekutu terkuat Reiva, Teres." Ucap Reicht.
"Da....darimana datangnya makhluk ini??" Tanya Naya dengan wajah sangat tegang.
"Tenang Naya, Teres selalu kita panggil jika akan melakukan diskusi penting dan rahasia. Selama ada dalam radius 3 km darinya, keberadaan kita dari dunia ini lenyap. Tidak ada makhluk apapun yang tahu yang terjadi di dalam sini, bahkan Nara." Jelas Galih.
".........." Naya hanya terdiam dengan kengeriannya saat menatap Teres.
"Reicht, kau sudah menemukan Arina dan Aruna?" Tanya Teres.
Naya terkejut mendengar kedua nama tersebut. Namun ia mencoba menutupinya.
"Belum, tapi kami memiliki kunci untuk menemukan iblis yang mengetahui keberadaan Arina dan Aruna."
"Aaah, sebuah kemajuan yang sangat pesat. Baiklah, kau kuperbolehkan memanggilku 5 kali lagi untuk kemajuan ini." Ucap Teres.
"Dia memang sekutu kita, tapi setiap memanggilnya, kita harus membayar dengan informasi mengenai Arina. Manusia yang pernah mengurung Teres dan menjadikannya budak" Bisik Galih pada Naya.
"Bukankah iblis anggota Reiva?" Tanya Naya.
"Yup. Pernah menjadi anggota Reiva seperti juga Lonca, klien lebih tepatnya. Tapi kami mengkhianati mereka, sebagaimana klien kami yang lainnya. Kamu juga harus waspada Teres!" Ucap Sandhi sambal tersenyum. Luka di tubuhnya sudah benar-benar pulih kembali.
"Aku menyaksikan semua yang kalian lakukan." Gertak Teres dengan tatapan tajam.
".....dan kami tahu apa yang harus dilakukan." Gantha balik menggertak.
Suasana menjadi hening. Angin berhembus dengan lembutnya, menyibak suasana tegang yang sedang terjadi di tengah sekumpulan makhluk berbahaya tersebut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Reiva : Awal
FantasyApakah sejarah manusia sesuai dengan yang tertulis di buku-buku sejarah selama ini? OOPart (Out of Place Artifactc) telah merusak kronologi sejarah teknologi manusia yang tertulis di buku-buku sejarah karena benda-benda berteknologi tinggi tersebut...