~~~
"Kamal?" panggilnya
Khazna dan Kamal menoleh ke sumber suara, dimana mereka melihat seorang pria yang baru saja keluar dari sebuah toko karpet dan mulai menghampiri mereka. Kamal menampilkan wajah terkejutnya, senyumnya mengembang ketika tahu siapa yang memanggilnya, ia berdiri lalu menyalami punggung tangannya.
"Kang Hadad?" kamal mulai berdiri dari duduknya, ia mencium punggung lengan Pria itu
Hadad Basyar Ibnu Husaini, anak kedua dari 2 bersaudara. Ia mempunyai seorang Kakak laki-laki yang bernama David Syathir Labib Pramana. Usia mereka terpaut 4 tahun. David sudah menikah dan mempunyai satu orang anak.
Hadad adalah seorang Pria sederhana yang memiliki cita-cita sebagai seorang dokter. Tapi ia mengurungkan niat dan impiannya itu untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Hadad adalah lulusan Pondok Pesantren yang saat ini Kamal tempati, ia juga sempat menjadi guru Kamal dan Abil selama satu tahun.
"Apa kabar Kang?" tanya Kamal dengan antusias
"Alhamdulillah baik, memangnya sudah libur ya?" tanya Hadad, seingatnya ini bukan bulan desember
"Hehe... Belum Kang, saya izin pulang" jawab Kamal dengan cengirannya
"Kebiasaan deh kamu" kekehnya, tangan kekar itu terulur untuk mengelus kepala Kamal
"Eh iya, ini?...."
Kamal mengerti akan tatapan itu "Khazna Kang, Kakak saya" ucap Kamal memperkenalkan sang Kakak. Khazna berdiri, ia hanya tersenyum menanggapi
Pria itu menatap Khazna lekat "Kamu... bukannya yang kemarin saya tolongin ya?" ungkapnya
"Tolongin?" bingung Khazna, ia menatap sang Adik dan Pria itu secara bergantian
"Iya, kemarin saya yang nganterin kamu ke bengkel" jelasnya
Khazna terkejut, ia baru tahu wajah Pria yang mengantarnya kemarin "Ohh yang kemarin, iya-iya" ucap Khazna
"Jadi? Kang Hadad yang bantuin Kak Ana waktu ban sepeda nya bocor?"
"Iya Kamal, kalian duduk aja" pintanya, ia mengambil satu kursi dan duduk di samping Kamal
"Ck, pantesan aja Kak Ana salting banget waktu saya beca... Ashh Kakk!!" ringisnya yang kesakitan
"Padahal kan, yang keliatan cuman matanya aja" ledek Kamal sambil menyikut lengan sang Kakak
"Adekk!" bisik Khazna penuh dengan penekanan
Pria itu terkekeh lagi "Ada-ada aja kamu. Kalian suka beli baso tahu disini juga?" tanyanya
"Iya Kang, kesukaan Kak Ana" dagunya terangkat untuk menunjuk sang Kakak
"Saya juga suka"
"Sama Kak Ana, Kang?" tanya Kamal terkejut
"Sama baso tahunya" sambungnya seraya tersenyum
"Hush! Sembarangan aja" gumam Khazna yang mulai kesal
Kamal hanya bisa cengengesan di depan mereka "Maaf Kang, saya mau tanya" katanya lagi
"Silahkan,"
"Kang Hadad abis beli karpet?" kata Kamal setelah melihat toko di depannya itu
"Saya kerja di sana" jawab Pria itu
Kamal mengangguk "Kirain" ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Sepeda kamu gimana? Udah bisa dipake lagi kan?" tanyanya kepada Khazna yang sedang memperhatikan Mang baso tahu
Kamal menyikut lengan sang Kakak "Hah? Kenapa?" tanya Khazna gelagapan

KAMU SEDANG MEMBACA
Yakhtaru (memilih)
Teen FictionSeorang gadis yang mempunyai trauma ketika mencintai seorang laki-laki. Tiga tahun kemudian, rasa trauma itu perlahan memudar, ia mencoba membuka hatinya kepada seorang teman laki-laki yang menyukainya. Tapi rasa takut itu kembali ketika dia bertem...