| HAPPY READING |
*****
Zahra dan ana menatap Ayla bersamaan, ia memperhatikan Ayla yang sedang melamun, entah apa yang dipikirkan gadis itu. Bahkan makanan yang mereka pesan tadi masih utuh, Ayla hanya memakan sedikit.
"Ayla?"
"Ayla." panggil Zahra namun Ayla tak bergeming.
"AYLA ADA KECOA." Pekik ana membuat Ayla membuyarkan lamunannya.
"MANA DIMANA?" tanya Ayla panik.
Ana menahan senyum. "Gaada hehe." ucapnya menampilkan deretan giginya.
Ayla menatap ana tajam. "Lo bikin gue jantungan." Kesal Ayla.
"Peace." Ana menangkup kedua tangannya.
Ayla menghela nafasnya berat, kedua temannya memperhatikan Ayla. "Lo kenapa sih? ada masalah?" tanya Zahra tepat sasaran.
"Kalau ada masalah cerita, kita siap kasih saran." Sahut ana.
Ayla menatap kedua temannya secara bergantian, lalu ia menghembuskan nafasnya berat. "Bokap nyokap gue." Jeda Ayla.
"Dia mau masukin gue ke pesantren." Lanjutnya.
"Oh masalah yang kemarin." ana dan Zahra manggut-manggut.
"Gue bingung, gue gamau masuk pesantren tapi disini lain gue gak mau ngecewain ortu gue." Ucapnya lirih.
"Gue paham perasaan lo, saran gue lo kabur." Ucap ana yang mendapati pukulan pelan dari Zahra.
"Lo kalau kasih saran yang bener, Maemunah." Semprot Zahra.
"Lo ka-" Zahra membekap mulut ana.
"Gue kasih saran, mendingan Lo ikutin kata ortu aja, gue yakin pilihan ortu itu yang terbaik. Tapi balik ke Lo lagi, gue kalau jadi Lo nolak sih." Ucap Zahra cengengesan.
Ana berhasil melepaskan tangan Zahra dari mulutnya. "Lo sama aja, zahrot." ujar ana.
Ayla hanya diam, ia masih memikirkan jalan keluarnya. Ana masih memikirkan saran, Tiba-tiba ana teringat sesuatu. "Lo waktu itu pernah cerita." Ucap ana tiba-tiba.
"Kalau gasalah lo cerita pengen punya suami yang paham agama, nah siapa tau dengan Lo masuk pesantren dapet jodoh." Ujar ana.
"Itu dulu, sekarang beda, gue takut kalau dapet suami yang paham agama poligami."
"Tapi gak semuanya kok." Sahut Zahra.
Ayla memegangi kepalanya frustasi, waktu terus berjalan dan 1 Minggu itu cukup sebentar. "Plis deh kalian kasih saran yang bener." lirih Ayla.
Ana dan Zahra menatap Ayla kasihan. "Mending Lo pertimbangin lagi, masuk pesantren bukan hal yang buruk."
"Lo semua tau kan, gue pengen lulus dan kuliah bareng kalian, kalau gue masuk pesantren kita berpisah." Ucap Ayla lirih.
****
Ayla menikmati angin di atas rooftop sekolah, menatap langit yang begitu cerah, menarik nafas lalu menghembuskan kembali. "Gue kangen Lo." Ucap Ayla lirih.
"Lo dimana sebenarnya?"
"Gue disini." Jawab seseorang dari belakang.
Ayla sontak membalikkan badannya, ia menatap pemuda didepannya sengit. "Ngapain Lo kesini? ganggu tau gak." Ucapnya ketus.
"Tadi katanya kangen." Goda pemuda itu membuat Ayla membelalakkan matanya.
"Gue bukan kangen Lo, samprul. Kepedean banget."
KAMU SEDANG MEMBACA
ATHARLA [REVISI]
Ficção AdolescenteKehidupan anak kelas 12 SMA sangatlah padat, Ayla harus belajar untuk masuk ke universitas impiannya. Ia begitu berambisi untuk mendapatkan apa yang harus ia dapatkan. Disela kesibukannya ini, bagaimana jika ia bertemu dengan seorang pria yang datar...
![ATHARLA [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/371497121-64-k249296.jpg)