🍃 HAPPY READING 🍃
"wahhh parah luh pacaran kagaak kasi tau kita, lu anggap kita sahabat gak sih." Ucap Naura
"Iya parah lu Vi. Timpal adara
"Bukan gitu Guysss,, gue baru jadian tadi."
"Wahh yg bener aja, kalau gak cerita...." Ucapan Naura terpotong
"Rugi dongghh." Sambung adara
"Hmm jadi....
Flashback onn
"Vi kok diam aja, mau kan jadi pacar gue." Tanya Irsyad
"Hmm G-gue." Ucap Vio gugup
"Kenapa Lo gak suka ya sama gue, kalau iya juga gak apa-apa kok gue sadar gue banyak kurangnya." Ucap Irsyad. Dirinya pun bangkit berdiri, bunga terlepas dari tangannya Irsyad tetapi sebelum bunga itu menyentuh tanah dengan sigap vio menangkapnya
"Siapa bilang kalau gue gak suka sama kaka." Ucap Vio memeluk bunga itu
"J-jadi Lo nerima gue." Tanya Irsyad. Vio hanya mengangguk pertanda iya, Irsyad yg melihat itu langsung memeluk vio. Vio yg terkejut akan aksi itu tetapi dirinya juga membalas pelukan dari Irsyad
"Jadi Sekang kita pacaran." Tanya vio memastikan
"Iya donghh sayang." Ucap Irsyad
Blusshh
Kata sayang yang dikeluarkan oleh Irsyad membuat vio menjadi salah tingkah
"Ya udah kak aku ke rumah Adara dulu ya." Jawab vio
"Kok masih panggil kaka sih." Ucap Irsyad sedikit kesal
"Hmm iya sayang maaf." Ucap Vio sambil membentuk wajah imutnya
"Hehe gitu dong, ya udah gimn kalau aku antarin."
"Gak usah, soalnya taksinya udah nungguin." Ucap Vio
"Oh kalau gitu hati-hati ya." Ucap Irsyad sambil mengelus lembut pucuk kepala vio
"Okeyyy sayang, pay-pay." Ucap Vio dengan suara imut
"Bayyy sayang....."
Flashback off
"Anjaiiiii bestie gue kagak jomblo lagi nihhh." Ucap Naura
"Hehe iya dong, jujur sih saat ini yg gue tunggu-tunggu. ucap Vio
"Dar kapan nyusul." Ucap Naura
"Tenang aja, secepatnya kok." Ucap Adara
Kini mereka bertiga terus saja bersenda gurau bersama. Terlihat kebahagiaan yg berbeda di antar ketiga sahabat itu, kebahagiaan yg begitu indah sampai tak dapat di ciptakan oleh orang lain, walaupun persahabatan mereka baru saja dimulai dan masih terbilang baru tapi kelihatannya seperti mereka sudah bersahabat cukup lama
"Guyssss, janji jangan pernah asing dan jangan pernah tinggalin gue." Ucap Adara. Membuat Nauvi menatapnya
"Gak akan pernah Dar." Ucap Vio
"Iya Dar, kita akan selamanya kek gini dan kita akan tetep bersama-sama melewati setiap masalah yang akan dtng kedepannya." Ucap Naura. Vio dan Adara yg mendengar itu langsung berhamburan memeluk Naura
"Gue sayang kalian." Ucap Adara
"Kita juga sayang Lo." Ucap NauVi
'Semoga persahabatan kalian baik-baik saja ya, aku berharap persahabatan kalian akan tetep seperti ini sampai kapan pun. Ucap Rasya dari balik pintu
Kini pagi mulai menyapa, sinar matahari telah menerangi seluruh bumi, ketiga sahabat itu masih sja tertidur pulas entah semalam mereka terlalu asyik sampai lupa waktu. Kini matahari mulai. Meninggi dan menyeruak masuk melalui celah jendela cahayanya tepat mengenai ketiga gadis tersebut
"Enghhh, jam berapa si ini." Ucap Naura sambil menyalakan ponselnya, penglihatannya masih sedikit buram dia pun terus menatap lekat ponsel tersebut sampai penglihatannya benar-benar sempurna
"Aaaaaaa ya ampun kelamaan tidur, woyyy bangun udah jam sepuluh cokk." Ucap Naura sambil memukul bantal ke arah keduanya
"Apasih sih nau, ini kan hari Minggu jadi tidur lah lagi." Ucap adara
"Tidur bapak Lo, bangun buruuuuuu. Teriakan naura membuat kedua sahabatnya itu terbangun
"Apa sih nau masih ngantuk juga." Ucap Vio
Naura tak memperdulikan ocehan mereka dirinya pun berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya setelah selesai dirinya pun keluar, Naura pun kaget karena tak menemukan keberadaan adara dan vio, dirinya pun memutuskan untuk turun ke bawah
"Selamat pagi mah." Ucap Naura yg melihat salma
"Pagi juga sayang." Ucap Salma
"Mah liat Adara sama vio nggak". Tanya salma
"Tuhhh mereka, sana kamu juga ikut sarapan." Salma menunjukkan ke arah meja makan ternyata dua sahabatnya itu sedang menunggu dirinya
"Lama banget sih." Timpal vio
"Hadehhh serah gue lah." Cibir Naura
"Si Honey duduk disini." Rasya menepuk salah satu bangku kosong disebelahnya. Naura hanya mengikut saja
"Maaf ya aku bangunnya kesiangan." Ucap Naura
"Gak apa-apa santai aja honey, aku sama Adara kadang bangun kesiangan kalau minggu." Jawab Rasya
"Kalau haru sekolah nyebelin Nau." Ucap Adara
"Nyebelin gimana." Tanya Naura bingung
"Lo tau gue punya dua alrm sekaligus."
"Bukanya tadi di kamar cuman satu ya, oh pasti tambah ponsel kan jadi dua deh. Ucap Vio
"Bukan itu io, alrm gue itu satunya jam Beker kan yg kedua jam Rasya. Ucap Adara polos. Rasya yg mendengar itu membulatkan matanya dengan sempurna
"Kok jam Rasya." Tanya Naura
"Ya gimana ya, setiap pagi pintu gue selalu aja ngeluarin suara yaitu mirip sama suaranya." Ucap Adara menunjuk ke arah Rasya
"Eh gak bersyukur Abang udah bangunin biar gak telah. Ucap Rasya
"Iya Dar, keknya Lo harus bersyukur punya Abang sebaik dia. Ucap Naura
"Iya deh, kadang-kadang sih. Ucap Adara sambil mengunyah Makanan
"Eh udahlah ayok makan. Ucap Vio
Kini disebuah taman terlihat seorang pria yg tengah duduk menatap kosong ke arah depan
"Kok gue jadi galau gak jelas gini sih sama perkataan Adara, apa emang gue udah secinta itu sama dia, arghhh apa gue nyerah aja ya soalnya gue takut akan mengalami kejadian yg sama. Ucapnya
"Dirinya kini sedang melamun tiba-tiba ada yg duduk di sebelahnya, sontak membuat pria itu kaget
"Dar, Adara ini loh. Ucap Gibran, yapss pria yg sedari tadi mengoceh sendiri itu adalah Gibran
"Jangan pernah ada kata menyerah untuk ngejar aku ya. Ucap Adara
"Gimana aku gak mau nyerah Dar, kamu sendiri yang meminta aku menjauh.
"Dengerin aku, kata menjauh bisa disama artikan dengan mendekat jadi kalau kamu emang bener-bener mencintai aku berjuanglah semampu kamu. Ucap Adara tersenyum
"J-jadi gak apa-apa aku perjuangin cintaku.Tanya Gibran
"Tidak masalah karena kamu mencintai ku " Gibran yg mendengar itu ingin memeluk Adara tetapi tiba-tiba Adara menghilang begitu saja
"Arghhh, apa tadi gue berkhayal, tapi tadi seperti nyata apakah ini petunjuk agar gue gak boleh nyerah gitu aja. Ucap Gibran
Ayokk Gass Ramein
Jangan jadi pembaca Gelap!!
Lopyou all:)
