[Medical - Romance]
Hari-hari yang terus berlalu tidak akan memberitahu ke mana hidup dan hati ini berlabuh. Semua adalah rahasia, dan rahasia hanya akan terbuka jika hari sudah berlalu.
Days Gone By; kelima dokter yang tidak tahu bagaimana kehidup...
Seorang pria berdiri di depan cermin, tangannya sibuk merapikan dasi biru tua yang kontras dengan kemeja putihnya. Rambutnya masih sedikit basah, tetesan kecil air dari ujung rambutnya jatuh ke lantai, menciptakan genangan kecil.
Jae meraba meja di sebelahnya, mencari benda kecil sakral miliknya. Alisnya berkerut ketika tangannya tak kunjung mendapat benda yang dicari.
"Bukannya kutaruh di sini?" gumamnya dengan panik sambil membongkar beberapa lembar kertas yang terlipat di atas meja itu, berharap ada di bawah kertas, tapi hasilnya nihil.
Pria itu melangkah keluar kamar, melewati ruang tamu yang penuh dengan benda-benda kecil berserakan, benda-benda kecil berwarna cerah yang terasa menyakitkan jika terinjak tanpa sengaja. Tangan Jae dengan telaten mengacak bawah bantal sofa, di antara tumpukan buku di meja hingga ke atas rak kecil di dekat televisi. Segala sudut sudah diperiksa demi benda kecil yang sudah bersamanya selama dua tahun terakhir.
"Babe," panggilnya dari ruang tengah dengan suara setengah frustasi.
Jae berjalan ke sebuah kamar dan mendapati sosok wanita yang sibuk memasukkan baju ke dalam sebuah tas.
"I lost it again ..." katanya, kalimatnya menggantung. Ia tidak menyebutkan apa yang sedang dicari tetapi tangannya menyentuh ruang kosong di jarinya.
Yiseul menoleh. Senyum tipis melelahkan terpampang di wajahnya. Ia menggeleng pelan.
"Coba cek di kamar. Mungkin ketutupan sesuatu," katanya sembari meraih seorang bayi dari boks tidur dan menggendongnya.
"Aku 'kan sudah bilang, taruh di kotaknya kalau dilepas. Masih saja taruh sembarangan."
Jae tidak memerdulikan ocehan Yiseul dan kembali ke kamar untuk mencari cincin yang seharusnya tersemat di jarinya.
"Cepatlah. Kita sudah terlambat."
Suara Yiseul bergema di ruang tamu, memberi peringatan bahwa mereka akan telat untuk ke acara yang sudah ditentukan hari ini.
Dengan sisa kepanikan, Jae masih mencari cincinnya.
Akhirnya ia melihat sesuatu di atas meja yang sebelumnya sempat dicek. Di antara beberapa lembar kertas yang berserakan, sebuah cincin berkilauan muncul di bawah sinar lampu. Jae menghela lega dan langsung memakainya kembali.
"Found it. Ayo."
Secepat kilat ia mengambil kunci mobil, dan mereka bergegas pergi ke acara yang mengundang mereka datang hari ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cahaya matahari menerobos dari sela-sela tirai kamar, menerangi sebuah kasur yang dipenuhi dengan baju-baju berserakan.
Seorang wanita berdiri di depan lemari pakaian yang terbuka lebar. Tangannya sibuk menggeser deretan baju satu per satu, mencari sesuatu yang dirasa pantas untuk acara yang akan berlangsung beberapa jam lagi.