Aku tak sedang meminta untuk dimengerti seutuhnya, hanya berharap ada ruang kecil dalam hatimu untuk sekadar memahami tanpa menghakimi.
●●●
Hari ini, Nia dan Samudra memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama. Mereka pergi ke sebuah tempat wisata yang penuh dengan pemandangan alam yang indah. Samudra mengajak Nia untuk menjelajahi taman bunga yang mempesona, di mana mereka berjalan berdua menikmati udara segar dan berbicara ringan. Sesekali, tawa mereka terdengar riang, menambah keceriaan hari itu.
"Senang banget hari ini," kata Nia dengan senyum yang tak pernah pudar, memandangi keindahan sekitar.
Sangat indah memang jika menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang,saat ini nia hanya memikirkan kebahagiaan biarlah apa yg nia rasakan akhir-akhir ini dapat perlahan menghapus perasaan nia yang kacau dari apa yang terjadi di kehidupannya.
Samudra tersenyum dan menjawab, "Aku juga senang. Senang bisa menghabiskan waktu bersama kamu."
" Makasih ya " tanpa aba-aba nia mengucapkan terimakasih,samudra yang mendengar hal itu pun mengerutkan keningnya
" makasih untuk? "
" Semuanya,makasih karna kamu telah datang ke kehidupanku yang mulanya suram,kamu datang ke kehidupanku membuat aku merasakan kebahagiaan ini lagi dan bahkan yang berbeda " nia menatap ke depan sambil tersenyum
" Lagi? "
" Yaa,sebelumnya letak kebahagiaanku pada sahabatku,tapi sekarang mereka sudah jauh dariku.ah lebih tepatnya aku yang dipaksa menjauh dari mereka " senyum nia kini menjadi kekehan yang terlihat seperti ada rasa pedih di ekspresinya
Samudra menggerakkan tangannya untuk menggenggam tangan gadis disebelahnya dengan erat.
" Aku akan selalu bahagiain kamu,aku janji,aku akan selalu ada disisimu apapun yang terjadi. " ucap samudra meyakinkan nia agar nia merasa lebih tenang
~~~~~~
matahari mulai terbenam, Sudah waktu sepasang kekasih itu kembali ke rumahnya masing-masing,selama diperjalanan nia tak henti-hentinya tertawa karna samudra terus membicarakan hal yang membuatnya tertawa.
" Oke cantik,udah sampe nih " ucap samudra dengan nada yang sedikit centil
" Dih apaan nada nya kayak gitu,kayak buaya deh " ucap nia terkekeh,samudra tersenyum manis lalu melepaskan helm dari kepala gadis itu
" mandi abis itu langsung istirahat yaa " ucap samudra sebelum pergi dari sana
" Siap " nia berbalik dan berjalan masuk ke dalam rumah
Nia melangkah masuk dengan hati yang agak gelisah. Begitu pintu dibuka, suasana di rumah terasa sangat berbeda. Mama berdiri di ruang tamu dengan ekspresi serius, dan nenek ada di belakangnya, tampak cemas.
"Nia!" Mama memanggil dengan suara tinggi, membuat Nia terkejut. "Kemana aja kamu? Kenapa baru pulang sekarang?" tanya mama dengan nada marah.
Nia terdiam sejenak, mencoba merespons dengan tenang. "Mama, aku baru keluar sebentar,aku tadi pagi udah izin ke mama tapi mama bilang mama izinin dan jangan ganggu mama " jawab Nia, berusaha menghindari ketegangan.
Namun, mama langsung melanjutkan, " Mama baru tahu dari nenek kalau kamu keluar dengan pacarmu! Kenapa kamu berpacaran? Kamu pikir mama ngizinin kamu pacaran?"
Nia merasa terkejut dan bingung. "Mama, itu... aku udah berusaha ngasih tau" jawab Nia dengan suara pelan.
Nenek yang ada di belakang mama mencoba untuk menenangkan suasana. "Fani, sabar dulu. Jangan marahi Nia. Dia nggak salah kok, hanya ingin menikmati waktu bersama pacarnya," kata nenek dengan lembut.
Namun, mama tetap merasa kecewa. "Aku nggak mau Nia terjebak dalam hubungan yang tidak penting. Nia harus fokus pada masa depannya. Tidak bisa seperti ini," jawab mama, nada suaranya lebih tinggi.
Nia hanya bisa diam. Ia tahu mama sangat khawatir, tetapi ia juga ingin merasakan kebahagiaan. "Mama, aku akan tetap fokus belajar," kata Nia dengan suara pelan, berusaha meyakinkan mama.
"Ini bukan hanya soal belajar," kata mama, tatapannya tajam. "Ini tentang masa depanmu. Mama nggak mau kamu terlena dengan hal-hal seperti ini. Kamu harus berpikir panjang nia!!."
Nenek mencoba berbicara lagi, " fani, kamu harus memberi Nia kesempatan.jangan kekang dia,dia masih remaja, Setiap orang melewati masa seperti ini.dan itu nggak berarti dia akan melupakan masa depannya."
Mama terdiam sejenak, menatap Nia yang masih berdiri di pintu. "Aku hanya ingin yang terbaik untuk Nia. Mama tahu itu,"
Nia menunduk sembari menggenggam bajunya ,merasa hatinya berat. Ia berharap suatu hari nanti mama bisa mengerti bahwa ia juga berhak untuk bahagia, meskipun dengan cara yang berbeda.
Nia menunduk, merasa terpojok oleh amarah mamanya. “Mama, aku... aku cuma pergi sama Samudra, nggak ada salahnya kan aku pacaran,aku juga remaja ” jawabnya, namun suaranya sudah mulai gemetar.
Mama tidak mau mendengarkan. “Salah! Kamu harus fokus belajar, bukan pacaran! Itu cuma akan mengganggu pendidikanmu,” bentak mama. “Kamu pikir pacaran itu lebih penting daripada masa depanmu?”
Nenek yang berdiri di samping mama mencoba untuk ikut campur, melangkah maju dengan wajah khawatir. “Sudah, jangan marah begitu.kan bisa dibicarakan baik-baik fan,Coba dengarkan dulu, dia juga butuh hak kebebasan.”
Tapi mama tetap tidak mau mendengarkan nenek. “Nggak,ga ada kebebasan untuknya ma, ini sudah cukup! Kalau kamu sudah tahu pacaran, berarti kamu nggak menghargai usaha mama dan semua yang sudah mama kasih untuk pendidikanmu!” Mama semakin emosi dan tiba-tiba menarik Nia ke arah gudang.
Nia mencoba melawan, tetapi mama sudah terlanjur marah dan memaksanya masuk ke dalam gudang. “Kamu butuh waktu untuk berpikir. Kalau sudah selesai, baru keluar,jadilah anak yang berguna!” teriak mama dengan penuh emosi.
" Ntah kenapa aku bisa melahirkan anak sepertimu " ucap mama setelah pintu gudang terkunci
Nia hanya bisa pasrah,mendengar kata-kata sang mama membuatnya merasa sakit di ulu hatinya.kini matanya mulai mengeluarkan bulir-bulir air mata,nia menepuk-nepuk dadanya dengan keras.
" Berhenti!!kenapa dada aku sakit banget sih!!tolong berhenti!! " rancau nia seolah-olah berbicara pada dirinya sendiri
Sesak...aku tidak suka menangis.
Tapi air mataku turun begitu saja...
Ini menyakitkan...
Terimakasih sudah membaca :>
mohon maaf jika banyak kekurangan karna saya manusia dan manusia tidak ada yang sempurna,boleh di berikan pendapat atas kekurangan yang ada di cerita ini.
See you readers
17 mei 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Shattered Soul
RandomSemua anak pasti ingin memiliki keluarga yang cemara,jauh dari pertengkaran hebat yang melukai mental dan fisik,namun beberapa anak tak seberuntung itu untuk mendapatkan keluarga yang cemara seperti yang di alami gadis bernama nia,keluarganya cukup...
