7 bulan berlalu
Hari bahagia bagi orang yang ia sayangi,tentu ia juga bahagia atas hari bahagia ini.
Gaun pendek yang nampak serasi dipadukan dengan gaya rambut yang di sanggul,warna gaun itu juga serasi dengan warna gaun pernikahan seorang wanita di depannya.
Matanya memperhatikan pemandangan yang ada di depannya,seorang wanita yang tak lain adalah mama nya.wanita itu terlihat sangat bahagia menyambut para tamu,diam-diam seorang gadis tersenyum haru meski hatinya merasa ini adalah kenyataan yang sangat pahit baginya.
Airmata menetes di ujung matanya.tak tau apakah itu airmata kekecewaan atau kebahagiaan,sambil tersenyum menatap pemandangan didepannya.
" Ma,semoga mama bahagia.nia akan selalu jadi anak mama kan? " tuturnya berbicara sendiri
" Nia! " sebuah panggilan membuat nia menghapus jejak-jejak airmatanya,dan menghampiri sumber suara itu
" Iya ma,ada apa? " tanya nia pelan
" Tolong bawain mama makanan ya,mama laper banget " titah sang mama,nia pun mengangguk dan hendak pergi namun sebuah suara menghentikannya
" Sekalian kamu makan buat kamu ya,kamu udah makan belum nia? " tanya arhan,nia menatap arhan sebentar
" Iya om,nanti nia sekalian ngambil makan buat nia " nia langsung melenggang pergi menuju tempat makanan
" Weyy nia " panggil seorang gadis yang tak lain adalah sepupunya,mira.
" lo baru nongol mir,dari mana aja? " tanya nia yang masih fokus mengambil makanan
" Gue tuh abis boxer,sakit perut banget gue gara-gara makan kebanyakan " jawab mira sambil cengengesan
" Owh,eh tolong pegangin ini dong mir,gue mau nganterin makanan ini ke mama " ucap nia memberikan piring makanan nya kepada mira
Setelah itu nia berjalan mengantarkan makanan pada sang mama.
Semua berjalan dengan baik sampai pada akhir acara di malam hari,nia merasa sangat lelah untuk hari ini dan waktunya ia beristirahat.semua sudah berada di rumah nenek.
Hari yang begitu panjang,nia segera mengganti pakaiannya menjadi piyama,hari ini ia meminta agar mira menginap,karna ia ingin menghabiskan malam ini bersama mira.
Saat nia hendak menuju kamarnya,nia mendengar suara bel yang ditekan di depan rumahnya,nia pun segera membukanya.
" PAPA!! " Pekik nia langsung memeluk sang papa
" Wah,papa kangen banget sama nia " ucap dani membalas pelukan putrinya
Suara mereka akhirnya terdengar oleh fani dan arhan sontak mereka mendekat.
" Maaf ya mbak fan,mas arhan.kami datangnya telat,soalnya mas dani tiba-tiba ada urgent,padahal pagi-pagi banget udah rapih mau berangkat. " ucap tari sembari mendekati fani dan memeluk fani
" Nggak papa toh mbak,saya yang penting doanya aja,tapi makasih ya udah nyempetin datang " ucap fani membalas pelukan tari
" iya mbak,samawa ya mbak fani dan mas arhan " kata tari yang langsung di angguki keduanya
" eh masuk-masuk " fani langsung mempersilahkan mereka untuk masuk ke ruang tamu
" Biar nia buatin minuman ya! " setelah mengatakan itu nia langsung bergegas lari kedapur tanpa mendengar apapun
" Eh anak itu... " ucapan arhan yang hendak menghentikannya namun ia kalah cepat
" Dia sangat bersemangat bertemu papa nya " ucap fani sambil tersenyum
KAMU SEDANG MEMBACA
Shattered Soul
RandomSemua anak pasti ingin memiliki keluarga yang cemara,jauh dari pertengkaran hebat yang melukai mental dan fisik,namun beberapa anak tak seberuntung itu untuk mendapatkan keluarga yang cemara seperti yang di alami gadis bernama nia,keluarganya cukup...
