Hari ini, tepat hari ke delapan Rega bekerja di pabrik Frozen food di daerah kabupaten Bandung. Rega tidak sepenuhnya dilepas, ada PA atau personal Asisten Bara bernama Rizal yang bertugas mengajari dan menunjukkan apa tugas Rega di perusahaan ini.
Untungnya sebagai fresh graduate, Rega cukup mudah untuk mempelajari semua hal dengan baik. Soal status hubungannya dengan Bara, di kantor hanya Rizal saja yang tahu bahwa Rega adalah pasangan Sah Bara.
Setelah jam kerja usai, Rega menyetir seperti kesetanan karena memang Rega bertugas menyiapkan makan malam. Untungnya ketika sampai di apartemen, Bara belum pulang. Rega sedikit lega. Dia akan memamerkan keahlian memasaknya yang lain.
Soal jadwal memasak, Bara akan menyediakan sarapan dan Rega menyiapkan makan malam. Mereka sepakat soal itu, urusan bersih-bersih akan dilakukan bersama dan mencuci pakaian akan diserahkan ke laundry yang ada di gedung apartemen itu. Simpel rumah tangga dua lelaki yang baru saja mengarungi rumah tangga.
Rega mandi terlebih dahulu, lalu mengganti pakaiannya dengan kaos putih milik Bara dan boxser pendek setengah paha. Saking besarnya kaos Bara, celana Rega sampai tidak kelihatan.
Dengan riang, Rega melihat isi kulkas, menyiapkan ayam dan sayuran yang akan dia olah menjadi Sop. Ada tempe yang mau dibacem dan kerupuk. Rega harus berterima kasih pada Biru dan Kastara yang selalu menjadikan Rega tukang masak saat berkumpul. Jadinya saat berumah tangga begini tidak malu-maluin.
Satu setengah jam kemudian masakan sudah matang. Sudah ditata dengan rapi dan cantik di meja makan. Rega menunggu sambil bermain Game Royal match di ponselnya.
Saking asiknya bermain game, Rega tidak sadar kalau malam semakin larut. Sayangnya Bara belum pulang. Sayur SOP yang sudah dingin terpaksa Rega hangatkan. Makanan yang ada di meja dia tutup dengan tudung saji.
Rasa lapar Rega pun raib entah ke mana, tahu begini dia makan di luar saja, tidak buru-buru pulang demi menyiapkan makanan untuk Bara. Ini bukan untuk yang pertama kalinya, sejak di kantornya ada masalah Bara selalu pulang malam dengan alasan menyelesaikan masalah itu.
Bahkan dua hari sebelumnya Bara tidak menyentuh makanan yang Rega masak. Alasannya sudah makan di luar bersama bawahan Bara.
Rega baru selesai menghangatkan sop saat teleponnya berdering. Dia sedikit senang, mungkin Bara sudah dekat rumah. Sayangnya caller id menunjukkan nama Biru.
"Hmm ... Kenapa Ru?"
"Ga, udah tidur?"
"Belum, lagi nunggu Om Bara, kenapa? Ribut lagi sama Pak Guru?" tanya Rega. Dia berjalan menuju sofa lalu menjatuhkan diri di sana.
"Ish, mana ada. Udah adem ayem sekarang. Ga, Kastara ngajakin triple date mau gak? Sagara mau asalkan laki Lo juga ikut."
"Dih, lawak. Ngapain ngandelin laki gue?"
"Mungkin karena seumuran, jadi Sagara ngerasa ada temen. Kan Lo tau dia manusia goa, temannya buku." Biru terkekeh di sana.
"Gak tau, dia sibuk sih. Ini aja janji mau makan malam di rumah sampe jam segini belum datang. Nanti gue hubungi lagi deh."
"Gue tunggu kabar Lo ya. Weekend ini, Ga. Semua ditanggung Sena."
"Oke oke. Udah ah, gue ngantuk."
Rega melemparkan ponselnya. Kadang dia merasa kalau nikah sama cewek mungkin gak begini jadinya. Dia akan pulang disambut senyum manis istri, dimasakin, dan mereka mungkin sudah melabuhkan cinta di ranjang dengan seks yang panas. Bukannya disambut dengan kehampaan, Rega hanya sedang merasa bukan menikah, malah tinggal bersama seorang kakak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chasing Happiness (MPREG) [End]
RomanceRega Januar, harus mengubur cita-cita dan mengejar kebahagiaan dengan pria asing yang tiba-tiba menjadi suaminya. Mungkin ini karma karena selalu meledek Pasangan Kastara Bimasena dan Sagara Biru. Side Story Sagara Biru Disclaimer: Cerita ini 100% h...
![Chasing Happiness (MPREG) [End]](https://img.wattpad.com/cover/374391924-64-k720757.jpg)