19. Hadiah

2.4K 354 7
                                    

Saat malam hari tiba, Wang Erbo telah tidur di kang kamar mereka. Seharian anak kecil itu telah mengikuti Xiao Zhan kemana-mana meski dia tidak sepenuhnya dapat membantu Zhan Ge-nya.

Di luar kamar, tepatnya di meja makan yang kosong, Xiao Zhan dan Wang Yibo duduk bersebelahan sambil menghitung uang hasil penjualan tomat mereka.

Kumpulan koin tembaga itu dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian dihitung oleh Xiao Zhan, sedangkan yang lainnya dihitung oleh Wang Yibo.

Dengan mata yang berbinar, Xiao Zhan menghitung uang itu dengan hati-hati, takut dia akan salah menghitungnya. Bibirnya terus bergumam menyebutkan hitungannya.

Kelakuannya ini berbanding terbalik dengan Wang Yibo. Pria tampan itu menghitung bagian uangnya dengan tenang. Sesekali pria itu melirik ke arah Xiao Zhan yang sangat fokus menghitung bagian uangnya.

"Bagianku totalnya enam ratus dua puluh lima wen," kata Xiao Zhan yang telah menghitung koin terakhir dari bagian uangnya, lalu menoleh pada Wang Yibo dan bertanya, "Berapa total uang di sisimu?"

Wang Yibo membalas tatapannya dan menjawab, "Bagianku semuanya lima ratus wen."

Mata phoenix Xiao Zhan semakin berbinar dan dengan cepat dia mengetahui total uang semuanya. "Dengan ditambah dengan bagianku, jadi total uang yang kita dapatkan adalah seribu seratus dua puluh lima wen."

Wang Yibo sedikit terkejut dengan perhitungannya yang cepat. Jika itu dirinya ataupun orang lain, butuh sedikit waktu untuk menghitungnya.

"Kau benar-benar beruntung. Tanpa modal kau mendapatkan uang yang cukup besar." Wang Yibo menatap Xiao Zhan yang terus tersenyum saat melihat semua koin tembaga di depannya dan menyimpannya kembali ke kantong uang kain kecilnya.

Senyum Xiao Zhan seketika membeku setelah mendengar kata-kata Wang Yibo. Tiba-tiba dia menjadi kesal ketika mengingat uang yang dia habiskan untuk membeli benih tomat itu di Mall Pertanian.

Tanpa sadar Xiao Zhan mendengus mengingat toko hitam itu.

"Kenapa kau menjadi kesal?" Wang Yibo bertanya saat dia melihat perubahan ekspresi di wajahnya. Bahkan senyumnya pun ikut memudar.

Mungkinkah dia salah berbicara?

Xiao Zhan menoleh dan menatap Wang Yibo dengan rumit. Entah kenapa dia tiba-tiba ingin berbicara jujur dengan pria itu tentang jari emasnya. Tapi di sisi yang lain, dia tidak ingin pria itu mengetahuinya. Dia takut jika pria itu mengetahui tentang jari emasnya, dia akan dibunuh olehnya.

Ekspresi Wang Yibo berubah saat melihat Xiao Zhan menatapnya. Dia menatap dalam mata Xiao Zhan, ingin mengetahui yang saat ini dipikirkan oleh pria manis itu. Sayangnya, dia hanya menangkap ketakutan samar dari mata Xiao Zhan.

"Apa yang membuatmu takut?" Wang Yibo mengerutkan keningnya saat bertanya.

Xiao Zhan tiba-tiba menjadi panik setelah mendengarnya. Siku tangannya tanpa sengaja membentur sisi meja yang membuatnya sedikit kesakitan.

Wang Yibo segera meraih tangan Xiao Zhan, lalu menggulung lengan bajunya hingga memperlihatkan siku tangannya yang memerah akibat benturan.

"Kenapa kau begitu ceroboh?" Wang Yibo bertanya sambil menatap tajam ke arah Xiao Zhan setelah memastikan tidak ada luka serius dengan siku tangan Xiao Zhan.

Ditatap tajam oleh Wang Yibo dengan keadaan masih memegang tangannya, Xiao Zhan menjadi gugup. Matanya terus mengelak dari tatapan tajam pria itu.

"Aku... Aku tidak sengaja melakukannya," jawab Xiao Zhan yang masih sedikit terbata-bata meski dia telah mencoba menenangkan dirinya.

I Want To Be Rich [Ongoing]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang