11

84 6 4
                                        


Assalamualaikum......

Haii

Halo



" sakit yang nggak ada obatnya, dan bahagia yang ada pahitnya"


16.08

Melissa memakai kan kalung ke leher jenjangnya. Ia menatap dirinya di cermin ternyata cantik. Mama muncul dari balik pintu ia memandang melisa dari atas sampai bawah. Tadi melisa baru memutuskan tunangan, dan acara sekarang adalah melihat calon imamnya.

" sayanggg, pakai jilbab dong. Niih liat mama bawain apa". Herlina menunjukan sebuah abaya abu yang polos namun ilegan.

Melisa menerima baju dari mamanya, ia mengerutkan dahinya, ko jadi tiba tiba islami gini?, apa jangan jangan calon suaminya paham agama?. Ish, jadi overthinkking kannn.

" iyaaa".

"Yaudah mama keluar dulu mau pakai gamis juga". Herlina keluar dengan langkah terburu buru, melisa mengerutkan alisnya heran sebab kaya hahhhh, ko tumben mamanya islami? Biasnya kafiri. Uppsss, sorry mom.

25 menit

Melisa berusaha keras menggunakan jilbabnya serapi mungkin, melisa sekarang menggunakan abaya abu dengan pasmina jilbab berwarna hitam, ia sengaja memakai ciput , dan menset.

Ia menghembuskan nafasnya pelan lelah rasanya memasangkan jarum yang tidak rapih rapih, dan tidak busa menyatu dengan jilbanya.

Huuuhhhh.

Melisa masuk ke aplikasi tiktok mencari cara menggunakan pasmina dengan baik, dan benar. abisnyaaa!, emosiii ngeselin jilbabnya minta di gunting.

Tok

Tok

Tok

" mel, itu laki lakinya udah datang. Cepet siap siapnya."ucap rehan yang entah kenapa ia memakai peci, dan sarung.

Anehh

" iyaaa, bentar lagi selesai nih".

😸💀😸

" asslamualaikum".

" wa'alaikumussalam, masuk buuu mangga. Duduk disini . Biiii mana minumnya tolong ambilkan." Herlina menata meja dan kursi lalu memperailahkan tamunya duduk. Kebetulan tamunya adalah para keturunan kiyai, dan santri.

Semua sudah duduk dengan nyaman, saling mengakrabkan diri, sepenuhnya keluarga besar melisa sudah ada di mansion keluarga samudra. Memakai baju muslim hitam dengan corak germilang germilang perak, dan mutiara. Aun, zyan pun datang bahkan alex yang jarang datang kesini ada menggunakan koko, sarung, dan peci.

" mana bang yang mau di jadiin calon adik ipar kita?". Tanya afkara kepada rehan.

Rehan menunjuk pria yang memakai jubah abu dan peci yang dibelit belit sorban hitam. Ia terlihat tampan, dan berilmu agama tinggi.

" cakep amat."

Rehan membenarkan ucapan afkara memang ganteng orang yang akan di jodohkan kepada adiknya melisa.

" namanya siapa bang?".

" kalo nggak salah Ahmad fadel al-zain, katanya dia guz dipondoknya. Sama lulusan al azhar."

" keren amat".

" mah, dimana anaknya zain udah nggak sabar pengen liat calon istrinya ." Ucap umi zainab, herlina menatap tangga yang moga moga melisa cepat turun. Karena. Mereka semua sudah menunggu melisa sekitaran 10 menitan.

Tap

Tap

Tap

" itu orangnya."

Semua mata memandang melisa yang turun dari tangga menggunakan pakaian yang mungkin tidak akan pernah melisa pakai, dan sekarang lihatlah melisa memakai abaya abu dengan pasmina hitam, dan sepertinya melisa hanya memakai bedak dan lipblam saja kenaturalannya yang membuat dirinya terkesan Elegan.

Pandangan melisa langsung jatuh kepada pemuda yang tertunduk. Pakaiannya terlihat sama seperti dirinya, dan dia terlihat muda apakah dia pria yang akan di jodohkan dengannya.

" ini melisa?". Tanya hafsyah, kaka zain ia takjub sekali ketika melihat kecantikan melisa yang seperti tiada tanding. Sama halnya seperti adiknya, umi dan abi nya pandai sekali mencari mantu.

" iyaaa, assalamualaikum". Melisa mencoba untuk seramah mungkin, ia memberikan seulas senyum manis yang sepertinya tidak akan pernah dilupakan oleh semuanya.

" ayo, kita mulai. Silahkan duduk melissa".

Zain berdiri dari duduknya menatap melisa sekilas sembari tersenyum tanda sapaan hangat darinya." Assalamaulaikum, kedatangan saya kemari untuk melamar putrimu pa samudra."lalu ia kembali duduk ketika mendapat anggukan dari samudra.

" sebelumnya perkenalkan nama saya ahmad fadel al-zain kerap kali di panggil zain. Saya lulusan pondok az-zumair, al bahkyar, roudhloututtholibin, alhasanah, dan sampai di lulusan al - azhar. Niat saya untuk mempersunting dirimu wahai calon jauzatiku melisa arabella samudra yaitu untuk meluruskan dirimu, mengajari hal yang patut untukmu, kembali kejalan Allah. Dan inshaallah saya akan selalu bersamamu hingga yaumul akhir, ataupun ajal yang memisalkan".

Melisa menganggukan kepalanya, sejuk sekali rasanya ketika mendengar ucapan zen. " apa saya boleh bertanya?".

Zain mengangguk mempersilahkan."kenapa harus saya yang kamu pilih?, maksudnya masih banyak perempuan yang lebih baik dari saya. Bahkan saya lebih buruk dari pada yg ada di dalam pikiranmu".

" yg menilai dirimu buruk yg berhak adalah orang lain, karena sejatinya yg lain yang merasakan bukan kamu yang melakukan. Semua perempuan baik dengan masing masing sikapnya, dan semua orang pasti mempunyai kesalahan . Karena sesungguhnya manusia adalah tempatnya salah, dan lupa."

Melisa mengangguk ia sudah tak bisa lagi berkata kata, ternyata dia sangat masyaallah untuk melisa yang Astaghfirullah .

" jadii, apakah melisa mau membangun rumah di surga bersama saya?".

Melisa terdiam sambil menatap zain lama , semuanya juga sama sama terdiam menunggu jawaban melisa yang semoga seauai ekspetasi. Jantung zain serasa ingin copot di dalam keheningan ini.

" boleh ".










Gimana gimana? Melisa muslimah gimana?

TRANSMIGRASI ALEXATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang