Bab 10 sebelum timeline di ubah

351 30 5
                                        

Bab ini akan berisikan timeline sebelumnya dari sudut pandang Woonhak, sebelum dia mengubah timeline dengan jam tangannya




Seorang anak kecil berlari di bawah hujan dengan payung kuningnya, anak itu bernama Kim Woonhak. Woonhak terlambat pulang hari ini karena bermain dengan teman-temannya di TK hingga lupa waktu.
Woonhak membuka pintu rumahnya dan dapat dilihat sang ayah yang menunggunya di ambang pintu.

"Kenapa baru pulang!?" Ucap sang ayah, dia menatap Woonhak dengan tatapan yang tegas, Woonhak menunduk takut ia memainkan jarinya berusaha menyusun kalimat yang tepat.
"Aku tertidur di kelas Ayah"

Plak

Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Woonhak yang meninggalkan bekas kemerahan di pipi kirinya.
"Jangan bohong Kim Woonhak! Jangan pikir Ayah tidak tahu? jika kau terus nakal Ayah akan lebih keras lagi padamu!" Ayah Woonhak lalu pergi dari ambang pintu.
Lalu seorang wanita membuka pintu rumah itu, dia adalah ibu Woonhak.
"IBU!" Woonhak memekik senang saat ibunya datang, ibu Woonhak memang tinggal terpisah dengannya karena orang tua mereka bercerai, tapi Woonhak tahu ayahnya masih sangat mencintai sang ibu.
"Woonhak mau jalan-jalan sama Ibu?" Woonhak pun mengiyakan ajakan itu dan pergi dengan ibunya tanpa memberi tahu sang ayah.

Woonhak menghabiskan harinya dengan bermain dengan sang ibu, ia benar-benar melepaskan rindunya, entah apa alasannya sang ibu menceraikan sang ayah tapi Woonhak tak pernah terganggu akan hal itu, ya kecuali sang ayah yang selalu main tangan saat Woonhak salah, ingat SAAT WOONHAK SALAH bukan yang lain.

Ibu dan anak itu sekarang duduk di halte bus, mereka hendak pulang, walau Woonhak masih ingin bermain tapi mengingat ayahnya yang pasti marah karena Woonhak pergi tanpa bilang, makanya mereka memutuskan pulang segera.
"Ibu sering-sering kesini dong? Woonhak mudah kangen tahu sama Ibu?" Ucap Woonhak membujuk ibunya, namun sang ibu hanya menatap gemas sang anak. Woonhak kembali menunggu bus dalam diam, dia juga melihat mobil yang berlalu-lalang dia jalan raya.

Namun ada satu mobil yang terlihat aneh, mobil itu tidak menurunkan kecepatannya meski di depannya banyak mobil lain, mobil itu seperti hilang kendali, dari dalam mobil itu Woonhak mendengar teriakkan keras.
"MINGGIR-MINGGIR! REMNYA BLONG!" Orang-orang berlari menjauh dari mobil itu, namun netra mata  Woonhak kembali melihat sesuatu yang aneh. Ada seorang anak kecil yang mendorong anak kecil lainnya ke jalan raya tepat saat mobil dengan rem blong itu mendekat. Semua panik saat anak kecil itu tiba-tiba muncul di depan mobil itu, Woonhak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya ia tidak bodoh, tapi ia tak menyangka ibunya justru berlari ke tengah jalan raya untuk menyelamatkan anak yang tak mereka kenal.

Kejadian itu terjadi begitu cepat, dalam sekedip mata saja darah sudah berceceran di atas aspal hitam itu, tubuh ibu Woonhak terseret mobil cukup jauh dan kakinya hancur, sedangkan anak kecil tadi terpelanting ke aspal dan kepalanya bocor, dapat Woonhak lihat mobil itu terbalik beberapa kali dan menyenggol beberapa mobil. Orang-orang berteriak histeris melihat kecelakaan beruntun itu, Woonhak segera berlari mendekati tubuh ibunya yang hancur setengah.

"Ibu... Hiks... Ibu..." Woonhak bersimpuh di samping tubuh ibunya, ibunya masih sadar walau nafasnya tercekat.
"Ma..af Woon..hak.." ibunya mengelus pipi Woonhak dengan tangan berlumuran darah, meninggalkan bekas darah di pipi sang anak. Ibunya lalu melepaskan jam tangan berwarna coklat yang sudah terkena bercak darah dan memberikannya pada Woonhak.

Beberapa menit setelahnya ambulance sampai, tubuh ibunya dan anak tadi di angkat ke dalam ambulance, dan orang yang mengemudikan mobil tadi katanya mati di tempat, namun yang Woonhak dengar dari orang-orang yang ada di sana ada anak kecil yang selamat di kursi penumpang. Woonhak sebagai anggota keluarga korban di bawa ke dalam ambulance ia melihat para perawat yang membersihkan tubuh ibunya lalu menutupnya dengan kain putih.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 28, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Our MemoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang