kue Nostalgia

562 86 8
                                        

Sebuah cerita yang seharusnya tidak lagi aku baca, seperti buku dengan bacaan terburuk pasti akan di simpan dalam rak sampai berdebu.

Namun, hari ini, aku terpaksa kembali membaca lembaran-lembaran yang telah usang itu.

Ada rasa sakit yang teramat dalam meski hanya menatap mata nya.

Sesuatu yang tidak ingin aku rasa kan lagi.

Sesuatu kepalsuan yang sangat aku benci.

Sesuatu janji yang berbentuk kebohongan.

" Gwen "

Nama ku yang di sebut dari mulut yang penuh kebohongan, membuat ku mual.

" mba, tolong cepet ya, saya buru-buru " kata ku kepada kasir tanpa memperdulikan Kaivan

" Gwen, aku..

" gua gak kenal lo siapa " celetuk ku sebelum dia melanjutkan perkataannya yang sangat tidak ingin aku dengar itu.

" Ardo.. " kata ku dalam hati menyebut nama pacar ku, pacar terbaik, yang aku punya sekarang.

Begitu selesai, aku langsung bergegas keluar dari toko kue itu secepat mungkin. Tapi..

Kaivan menahan tangan ku.

" Gwen! Kamu boleh marah sama aku, tapi tolong, dengerin alasan aku dulu. Selama ini, aku bener-bener fokus sama pendidikan aku di luar negri "

" handphone aku di jambret di sana, semua data aku hilang Gwen, termasuk semua kontak yang aku punya. Kamu tau kan aku gak punya backup an apapun buat data aku "

" semua akun sosial media aku, di hack sama pelaku, bahkan sampe ke m banking aku. Karena itu, aku gak bisa hubungin kamu sama sekali "

" kalo kamu gak percaya, aku ada bukti laporan kepolisiannya "

" bahkan untuk ngehubungin keluarga aku aja, aku sampe harus minta pelantara dari pihak kampus "

" aku bener-bener..

" STOP! " Seru ku sembari melepaskan genggaman tangannya dengan paksa sampai menbuat pergelangan tangan ku merah

" gua gak butuh penjelasan apa-apa dari lo, Van. GAK BUTUH! " Balas ku

" bahkan, gua gak pernah lagi berharap buat bisa ketemu sama lo. Karena hidup gua yang sekarang, JAUH LEBIH BAHAGIA TANPA LO " tambah ku

" Gwyneth, aku minta maaf.. aku bener-bener minta maaf.. " ujar Kaivan memohon

" minta maaf? Setelah 2 tahun lo hilang gitu aja?! Bahkan, lo udah balik aja, lo gak nyari gua. Karena kebetulan kita ketemu disini, baru lo jelasin semuanya. Kalo kita gak ketemu, lo juga gak akan nyari bahkan inget sama gua kan?! Jadi simpen semua alasan basi lo " kata ku lagi dengan perasaan yang campur aduk

Sementara handphone ku terus bergetar, aku yakin itu telpon dari Ardo yang sedang mencari ku.

Benar, Ardo, dia lah orang yang selalu mencari keberadaan ku. Tidak seperti cowok brengsek di hadapan ku ini. Yang membiarkan ku sendirian seperti aku tidak pernah menjadi bagian dalam hidupnya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SWEET CAKE (( SOOKOOK )) | *END*Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang