" heeemm.. enak kok enakk " ucap Ardo yang menelan kue dari pagi buta itu.
" ENAK APANYA! SINIIN GAK! " ujar ku yang langsung merebut kotak bekalnya dari tangan Ardo.
" INI KUE DARI PAGI, MASIH AJA LO MAKAN! LO LAPER?! KE WARUNG NASI BUKAN MAKAN KUE BASI! " kata ku yang masih dengan emosi yang berlanjut.
Bukannya sadar diri, Ardo malah tersenyum.
" udah gua makan kan? Jangan sedih lagi, next kalo mau bikin kue buat gua, kabarin gua ya, biar gua yang ambil ke kelas lo " kata Ardo
Pusshhh~~~ seperti asap kereta api yang keluar..
Begitulah reaksi ku ketika mendengarnya.
" gua harus salting pake gaya apa lagi? Plis gua cape " kata ku dalam hati
Bisa-bisanya, anak kecil ini bikin aku salah tingkah terus.
Aku menyipitkan kedua mata ku dan memandangnya.
" kenapa? " tanya Ardo heran
" lo tuh buaya ya, Ar. Keliatannya lo pinter banget ya ngerayu cewek. Mulut lo manis kaya buah Cherry " celetuk ku.
" jadi, gua ini buaya apa buah Cherry ? " balas Ardo tak mau kalah.
" biasanya si buaya jago kamuflase, hari ini jadi Cherry, besoknya jadi salak, berduri " balas ku
" kalo itu sih, kayanya buah Cherry nya di kutuk karena gak ngikutin perintah ibu peri. Hehe, garing gak si? " kata Ardo lagi.
Aku tidak berekspresi sedikit pun, karena aku tidak mengerti jokes nya.
" ngomong-ngomong, lo kenapa masih disini? " tanya ku mengalihkan pembicaraan
" emang kenapa? Ini kan kampus gua juga. " balas Ardo
" aaahh.. jangan bilang, lo berpikir kalo gua nungguin lo ya, ya kan? Ngaku " tambah Ardo lagi
" dih? Apaansi ! Siapa yang mikir..
" karena itu benar " katanya lagi
" gua nungguin lo, lo gak nongol-nongol dari pagi. Padahal pagi, lo ngeliat gua maen basket kan? " ujar Ardo
" iya.. abis, lo maen basket aja heboh banget, pada teriak-teriak " balas ku
" lo juga sama kan pengen teriakin nama gua? Gua bisa baca pikiran lo "
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" aduhduhduduhduhhh ilahhh.. " ucap ku di hati, ketika melihatnya tersenyum dan terlihat gigi kelincinya. MENGGEMASKAN!
" lo ketularan PD dari temen lo itu ya " kata ku mencoba tenang terkendali
Lagi-lagi, ketika aku bersama dengan Ardo, seperti ada sebuah koneksi dari sebuah benang tipis yang hampir tidak terlihat.
Rasanya begitu nyambung, walau terkesan baru saling mengenal.
KAMU SEDANG MEMBACA
SWEET CAKE (( SOOKOOK )) | *END*
Romancehubungan yang dingin, kembali menjadi hangat hanya karena sepotong kue manis.
