Cafe yang sudah lama tidak aku kunjungi, aku sangat merindukan aroma khas kopi yang bercampur dengan alunan musik yang menenangkan.
Aku sangat merindukan mesin kasir ku, yang terkadang suka error jika pesanan dalam jumlah banyak masuk.
Aku sangat merindukan mesin pendingin ku, yang terkadang suka aku buka dan tutup jika udara dari luar yang sangat panas itu masuk.
Tapi, untung saja cafe ini sangat dingin. Aku juga menaruh pengharum ruangan di beberapa sudut cafe. Membuatku, sangat merindukan tempat ini.
Aku mengantuk, aku segera membuat kopi untuk diri ku, sebelum aku melanjutkan pekerjaan ini.
Tak lama, notif pesan di handphone ku berbunyi, dan yap, itu dari pacar ku, pacar bayi ku, eh bukan deh.
Ardo mengabari ku kalau dia sudah di kampus, dan sedang bersiap untuk pertandingan basketnya itu.
" ah, menyebalkan " gumam ku sembari berpikir berapa banyak wanita yang akan meneriakkan nama nya.
Aku sedikit iri, jika saja aku seumuran dengannya , aku bisa melihatnya di kampus dalam waktu yang lebih panjang. Lulus bersama, dan..
" tidak - tidak " kata ku sendiri memotong imajinasi ku.
Kalau seperti itu, alur nya pasti akan sama dengan kisah ku dan Kaivan. AKU TIDAK MAU!
AKU TIDAK MAU KEHILANGAN ARDO!
aku mengaduk kopi ku terlalu lama tanpa sadar.
" KILLA! " teriak ku tiba-tiba
Killa nampak terkejut dengan panggilan ku yang memecahkan keheningan cafe.
Killa mengerutkan dahinya, pertanda ia sedikit kesal.
" Kill, menurut lo, hadiah apa yang bagus buat cowok? " tanya ku lagi
" hadiah? Si Ardo ulang tahun emangnya? " tanya Killa balik
" emang kalo ngasih hadiah harus karena dia ulang tahun? " sahut ku sembari menghampirinya yang sedang terduduk di sudut meja
" ya gak juga si " sahut Killa singkat
" ihhh, kalo temennya ngomong tuh minimal semangat dikit kek! " seru ku kesal dengan respon Killa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" yaudahhh, kenapa gak lo kasih baju daleman aja, terus suruh dia pake itu depan lo! " celetuk Killa
" GILA LO! LO MALAH BIKIN GUA MACEM PEDOFIL! " sahut ku
" pedofil kalo yang satunya gak mau, lo sama Ardo kan sama-sama mau. Dia pasti nurut kok. Coba deh lo bayangin, badan gedenya dia, terus dia cuma pake~•
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.