Sena membuka matanya. hal pertama yang ia lihat sebuah kamar bernuansa gelap yang sangat besar, tatapanya berubah malas saat dirinya mengingat kembali kejadian sebelumnya.
Sena mendudukkan tubuhnya mengedarkan pandanganya kesetiap sudut ruangan, kosong tidak ada isinya hanya ranjang yang sedang ditiduri serta lemari yang terletak tak jauh darinya, padahal ruangan tersebut terlihat besar namun ntah kenapa tidak ada barang lainya, dan pakaianya yang sudah berganti.
Sena diam menajamkan pendengaranya saat mendengar sebuah suara didepan pintu kamar yang tengah digunakanya, pikiran Sena menerawang mungkin yang sedang berbicara Killian yang tadi menculiknya lagi dari sekolah, Sena memutar otak mencari cara agar bisa keluar lagi dari tempat tersebut.
mendengar suara seperti kunci yang tengah diputar, Sena langsung beranjak dari ranjang, secepat kilat bersembunyi dibalik pintu yang tengah dibuka.
"kemana dia?"
Sena bisa mendengar suara Killian dibalik pintu, mendapat kesempatan yang bagus Sena langsung keluar dari persembunyiannya kemudian menendang tulang kering Killian dari belakang membuat Killian berteriak kesakitan."rasain"
sebelum pergi Sena mengunci pintu kamar yang masih ada Killian didalamnya."Sena buka pintunya"
Killian berteriak tanganya memukul pintu dengan brutal, mendengar kerusuhan yang terjadi seorang penjaga yang tengah berpatroli langsung menghampiri tempat terjadinya keributan.Killian langsung keluar dari kamar setelah pintu dibukakan oleh orangnya, rahang Killian mengeras saat netranya melihat Sena yang berlari kearah pintu utama.
"TANGKAP DIA CEPAT"
Killian berteriak keras pada para bodyguard yang tengah berjaga disekitar rumah tersebut, membuat Sena semakin mempercepat larinya agar sampai pada pintu utama.Dan dapat Sena langsung membuka lebar lebar pintu tersebut yang ternyata tidak dikunci, kesempatan yang bagus namun belum sempat dirinya kembali berlari tanganya sudah dicekal terlebih dahulu oleh para bodyguard yang tadi diperintahkan oleh Killian.
"LEPASIN GUE"
Sena berteriak marah dan berusaha melepaskan tanganya yang saat ini dicekal dua orang berbadan besar yang sangat menyeramkan."DIAM"
"LEPAS GUE BILANG"
PLAK
sebuah tamparan keras mendarat dipipi kanan Sena membuat Sena sempat berhenti memberontak dirinya syok, pipinya terasa kaku dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
DOR
hening sangat hening setelah sebuah timah panas langsung menembus kepala pria yang baru saja menampar Sena, dan pelakunya adalah Killian yang kini berdiri tepat dipintu masuk dengan tangan memegang pistol yang baru saja digunakanya.
tubuh Sena bergetar hebat saat kedua matanya melihat secara langsung bagaimana seseorang yang terenggut nyawanya secara sadis, tubuhnya merosot kelantai saat kedua tanganya terlepas dari cengkraman bodyguard yang sedari tadi menahanya, wajahnya pucat pasi tubuhnya terasa kaku untuk digerakkan. pandangan matanya terlihat kosong menatap kearah mayat didepanya yang kini bersimbah darah.
meskipun Sena nakal sering mengikuti tawuran namun dirinya maupun sang lawan tak pernah menggunakan senjata atau bahkan membuat anak orang mati, paling mentok hanya membawa balok atau membuat lawanya babak belur, dan tak pernah seumur hidupnya melihat seseorang tewas secara mengenaskan didepan matanya, namun kali ini berbeda Sena dengan jelas melihat hal tersebut.
Sena tetap diam sampai tubuhnya diangkat kedalam gendongan Killian pun masih tetap diam dengan tatapan matanya yang kosong menatap kedepan,
"Lo liatkan gimana dia mati"

KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S YOU
Teen FictionDimulai dari menculik, bahkan melakukan sesuatu diluar dugaan, semua itu Killian lakukan untuk mendapatkan sang pujaan hati. Warning‼️ Buat yang ngga suka boypussy alias cowo ber mek* ngga usah baca ya. Jangan komen yang aneh aneh atau bawa cerita i...