05

285 15 0
                                    

Warning‼️




Killian membaringkan tubuh Sena ke ranjang besar dengan hati hati, ia langsung mengungkung tubuh kecil Sena yang begitu pas didekapanya, Killian langsung membungkam bibir plum Sena melumatnya dengan ganas ditambah Sena yang berada dibawah kendali obat perangsang membuat ciuman keduanya semakin agresif.

ciumanya terlepas membuat benang salifa terpaut dibibir keduanya, Sena ingin meraih Killian kembali namun Killian malah dengan sengaja menjauhkan tubuhnya dan memilih duduk disamping Satria.

Sena segera ikut duduk kemudian melepas jaket dan kaos hitam yang membuat tubuhnya semakin panas, dan kini tubuh bagian atasnya tidak tertutupi apapun, membuat pria yang sedari tadi memperhatikannya meneguk ludah saat disuguhkan pemandangan indah dari tubuh Sena. Terlihat sangat halus dan juga menggairahkan.

Sena merangkak kemudian duduk diatas pangkuan Killian, kedua tanganya mengalung indah dileher Killian dan tanpa aba aba Sena menyambar bibir Killian untuk dicium, awalnya Killian tidak membalas ciuman Sena namun lama kelamaan dirinya terbuai dengan ciuman Sena yang begitu liar.

"hmmmhhh...."
Sena mendesah tertahan saat lehernya merasakan lembab dari bibir Killian yang menjilati leher hingga cuping telinganya. tangan kecilnya meremat surai belakang Killian lembut saat bibirnya kembali dilahap.

ciumanya terlepas, Killian menelusuri punggung Sena dengan mulutnya hingga berpindah pada leher Sena dan memberikan tanda cinta disana, Killian membenamkan wajahnya pada leher Sena dengan tangan yang memeluk pinggang ramping Sena dari belakang, sesekali membelai lembut punggung Sena, semakin membuat Sena meremang.

Sena mendongak semakin memberi akses pada Killian yang terus menjamah lehernya, Sena  menyenderkan kepalanya didada Killian. Killian memeluk dada Sena jarinya dengan nakal memainkan punting Sena yang mulai menegang.

"ahhh...."
nafas Sena terengah menerima segala kenikmatan yang diberikan pada tubuhnya.






































Killian dengan tubuh yang bersandar pada headboard ranjang terus mengeran saat penisnya dilahap oleh mulut kecil Sena, tanganya digunakan untuk mengusap rambut Sena yang mulai lepek.

Sena dengan tubuh telanjang dan posisi menungging terus menghisap penis besar Killian bagaikan permen, desahannya selalu tertahan karena mulut yang dibungkan dengan penis Killian saat Killian terus menusuk miliknya dengan jari dibawah sana, Sena segera melepaskan kulumanya saat Killian semakin menambah kecepatan tanganya.

Sena terisak dengan suara seraknya, rasa sakit bercampur nikmat pada vaginyanya membuat Sena merasa pusing, kedua tangan kecilnya meremat sprei kasar, air mata masih setia keluar dari sepasang netra indahnya, kepalanya tertunduk tubuhnya masih terus tersentak kedepan hingga tumpuannya terlepas dan untungnya Killian yang ada didepanya langsung merengkuh tubuh Sena.

Killian mengeratkan pelukanya pada punggung Sena, sembari tanganya terus berkerja memberikan kenikmatan pada Sena.

"arghhh....."
Tidak lama dari itu Sena akhirnya keluar untuk pertama kalinya, nafasnya terengah dengan pandangan yng terfokus pada Killian dibawahnya.

Dibawanya tubuh kecil Sena untuk duduk dipangkuanya, kedua kakinya sengaja ditekuk untuk punggung Sena bersandar.

Killian terkekeh gemas saat Sena mengangkat kepalanya, wajahnya yang putih memerah dengan mata dan hidung yang lebih merah, jarinya terangkat untuk menghapus sisa air mata dipipi Sena.

"Sekarang pake punyaku"
kepala Sena langsung menggeleng ribut saat kata itu Killian bisikan pada telinganya, kedua tanganya mencoba menjauhkan tubuhnya dari Killian namun Killian menahan kedua tangan itu.

IT'S YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang