Warning‼️
Cup
"Emang ngga ada baju selain ini hmm? Mau bajunya gue robek"
"Lo tau hmm, akibat lo pake baju ini? Semua orang lihat lo pake tatapan mesum. Seneng lo jadi pusat perhatian"
Sena menggeliat pelan saat Killian memasukkan satu tanganya kedalam baju yang dia pakai, dan mengusap perutnya dengan lembut. Killian dengan sengaja menaikkan kaos hitam yang Sena pakai, memperlihatkan dengan jelas perut mulus dan juga punting milik Sena dari pantulan kaca.
"Dan lo seharusnya tau, kalau gue ngga suka itu. Lo harus dapet hukuman dari gue karena udah nakal"
Sena menggeleng lemah, Killian semakin menjamah tubuhnya dengan liar, bahkan Sena hampir mengeluarkan desahanya kala Killian menggesekkan kejantanannya yang masih terbalut celana dengan pantatnya."tidak ada penolakan sweetheart"
Killian semakin gencar menggesekkan pusat tubuhnya kebagian belakang Sena, miliknya sudah sepenuhnya tegang bahkan terasa ngilu karena tidak kunjung dikeluarkan. Sena melenguh pelan, merasakan sesuatu yang sedang menggeseknya mengeras.
"anghh jangan"
Sena menjauhkan tangan milik Killian yang kini menjamah puntingnya.Tidak sampai disitu Killian mengecup pipi gembul milik Sena bahkan menggigitnya pelan. Memalingkan wajah Sena agar menghadap kearahnya, langsung memangut bibir penuh Sena dengan mulutnya dan membawanya kedalam ciuman panas.
Mulutnya menghisap bibir Sena berganti atas bawah, gigitan pelan Killian berikan supaya Sena membuka mulutnya. Lidahnya langsung menerobos masuk kedalam mulut sena, saling berbagi saliva dan berperang lidah. Sena yang sudah terbuai membalas ciuman panas Killian. Sena cengkram lengan Killian yang ada diperutnya, tanda bahwa dirinya kehabisan nafas dan Killian langsung melepaskan ciumannya.
Tidak ingin mengulur waktu, Killian lepas jaket milik Sena dan meletakkannya sembarangan, tanganya hampir melepas kaos yang Sena pakai namun sang empu menggeleng, Killian menurut dengan itu. Sena membalikkan tubuhnya, membuat keduanya berdiri berhadapan.
Killian tidak mengerti, namun sedetik kemudian senyum miring tercetak jelas dibibirnya. Sena menciumnya terlebih dahulu, Killian ikuti permainan Sena. membalas ciuman liar Sena tidak kalah liar.
Sembari berciuman, Killian melepas pengait pada celana jeans milik Sena dan mulai menurunkannya begitu juga dengan celana dalam yang Sena kenakan, dan kini Sena dalam keadaan setengah telanjang berbeda dengan Killian yang masih berpakaian lengkap. Tidak terima denga itu Sena ikut menurunkan bawahan milik Killian, hingga tubuh keduanya sama sama setengah telanjang.
Ciuman Sena turun kearah leher Killian, memberikan beberapa kismark miliknya disana. Killian memberikan akses untuk Sena kepadanya, kedua tanganya bertengger dipantat Sena meremas kedua bongkahan padat yang terasa lembut ditanganya pelan. Sena melepas semua kancing kemeja hitam yang Killian kenakan.
"hisap"
Gerakan Sena yang ingin menggenggam kejantanan milik Killian terhenti dikala sang empu memintanya untuk menghisap kedua jari panjangnya. Sena menurut memasukkan kedua jari Killian kedalam mulutnya dan mengisapnya bagai lolipop, dirasa cukup Killian menarik jarinya dari mulut Sena."akhhh"
Sena menjerit tertahan kala kedua jari sekaligus menerobos vaginanya, terasa sangat perih dan juga panas. Namun tidak setelah beberapa menit Killian menggerakkan jemarinya didalam Sena."ahhh.... ahhh.....ahhh... "
Killian terus menggerakkan jarinya hingga menghadiahkan desahan lembut Sena disamping terlinganya yang kini memeluk erat lehernya, gerakanya semakin cepat dirasa Sena hampir mendapatkan pelepasan pertamanya, tetapi Killian menghentikan gerakan tanganya setelahnya dan mendapat tatapan protes dari Sena.

KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S YOU
Teen FictionDimulai dari menculik, bahkan melakukan sesuatu diluar dugaan, semua itu Killian lakukan untuk mendapatkan sang pujaan hati. Warning‼️ Buat yang ngga suka boypussy alias cowo ber mek* ngga usah baca ya. Jangan komen yang aneh aneh atau bawa cerita i...