06

223 9 0
                                    










kedua netra rubah itu perlahan terbuka disertai dengan lenguhan pelan, pandanganya masih mengabur ditambah cahaya matahari membuat matanya sulit untuk terbuka lebar.

menghindari cahaya matahari yang menusuk netranya, sosok itu semakin mengeratkan pelukanya sembari membenamkan wajahnya pada dada bidang didepanya.

Sena terdiam sebentar sebelum menyadari sesuatu, bagian bawahnya terasa penuh dan juga lengket. Tanganya langsung terlepas dari pinggang pria didepanya, badanya otomatis menjauh namun kedua lengan menahan pingganya dengan erat, membuatnya sulit menjauh.

Sena langsung mendudukkan tubuhnya namun sebuah ringisan keluar dari belah bibirnya, tubuh bagian bawahnya terasa sakit, serta sakit kepala yang tiba tiba datang, Sena menekan kepalanya dengan tangan berupaya menghilangkan rasa sakitnya.

terdiam sebentar diatas ranjang merenungi nasibnya Sena ingat namun tidak semua, ingin rasanya Sena marah namun ia memilih diam, didalam hati berterima kasih pada Killian yang sudah membantunya, meskipun itu merugikan namun tidak apa setidaknya ia tidak melakukan dengan orang lain yang tidak dikenalnya. Ntah kenapa ada sedikit rasa rela bahwa ia melakukanya dengan Killian.

Sena bangun dari duduknya dengan hati hati sesekali ringisan keluar dari mulutnya, Sena mengambil pakaianya yang berceceran kemudian mulai memakaikan pada tubuhnya dengan hati hati sebisa mungkin tidak mengganggu tidur Killian.

terakhir sebelum pergi Sena mengecup kening Killian sembari menggumamkan kata terimakasih.
















Sena turun dari motor besarnya, dengan tertatih ia mulai mendekati pintu mansion, Sena mengatur nafasnya sebentar sebelum membuka pintu besar tersebut.

perlahan tapi pasti Sena memasuki rumahnya dengan hati hati, rumahnya terlihat begitu sepi, dipertengahan tangga dirinya bertemu maid yang khusus membersihkan lantai dua.

"dimana Mami dan Papi"

"ahh tuan muda, tuan dan nyonya sedang perjalanan bisnis di jepang"
ahh Sena lupa dengan itu, ia mengangguk mengerti kemudian menyuruh maid tersebut untuk segera pergi.

kembali Sena ayunkan tungkainya menuju kamar miliknya, Sena membaringkan tubuhnya dengan hati hati menyugar surainya kebelakang nafasnya begitu terengah menaiki tangga dengan bagian bawah yang begitu menyakitkan membuatnya lelah.

Sena bangun dari tiduranya, memilih membersikan diri terlebih dahulu sebelum turun untuk makan, Sena melepas semua kain yang ada ditubuhnya, ia berdiri didepan cermin jarinya menyentuh ruam merah yang menghiasi tubuhnya, mulai dari leher hingga perut.

kecupa kecupan itu masih Sena rasakan pada tubuhnya, dengan segera Sena menggelengkan kepalanya menghalau fikiran kotor yang hinggap disana, Sena memutuskan untuk segera mandi dan setelahnya dia akan membuang pakaian yang semalam dipakainya pada tempat sampah.








Sena berjalan menyusuri lorong sekolahan yang tampak sepi sendirian, kedua tanganya tersimpan dalam saku celana, sudah seminggu lebih kejadian itu terjadi dan selama itu Sena sudah tak melihat Killian lagi disekitarnya, Sena sempat berfikir apakah Killian hanya mempermainkan dirinya dan hanya menginginkan tubuhnya saja.

namun Sena memilih abai dia suka saat Killian tidak ada didekatnya, namun di satu sisi Sena merasa gelisah karena tak bertemu denganya, apakah dirinya rindu dengan Killian? kepalanya dengan cepat menggeleng mengusir spekulasi tentang dirinya yang pun tidak Sena pahami.

langkah Sena terhenti saat samar samar suara orang yang tengah berbicara mendekat kearahnya, Sena memilih bersembunyi dibalik tembok dan apesnya kedua siswi tersebut malah berhenti didekatnya.

IT'S YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang