••••
Kring kring...
"To all Enemy students, today's lesson is over, please pack your stationery and see you later. Get enough rest to welcome tomorrow."
Semua murid-murid, terutama di kelas Vara langsung mengemasi semua alat tulis masing-masing. Suasana menjadi ramai sejenak sampai guru yang mengajar berpamitan.
"Okey anak-anak pembelajaran ibu sampai disini, kita bertemu lagi hari kamis. Good Afternoon and see you," pamit Miss Lita, guru bahasa Inggris.
"Good Afternoon and see you too, Miss Lita"
Setelah Miss Lita keluar kelas, murid-murid semua berlomba-lomba untuk keluar kelas supaya cepat sampai di rumah dan bisa rebahan santai. Begitupun Vara dan Via mereka juga segera beranjak dari bangkunya dan berjalan keluar kelas, bedanya mereka hanya berjalan dengan santai.
Sampai di parkiran ternyata sudah ditunggu oleh sahabatnya yang lain. Oh jangan lupakan ada anggota inti Artsiv juga. "Kalian kenapa belum pulang dah?" Tanya Via.
"Nunggu kamu Mey sama Vara," Jawab Chiko. Via dan Vara pun mengangguk saja.
"Dek ke mansion yok? Mommy kangen tuh," ucap Bara tiba-tiba. Sebenarnya bukan hanya kangen tapi ada satu hal yang harus mereka bicarakan dengan Vara, tapi Vara selalu sibuk.
"Maaf bang aku gak bisa. Minggu ini ada banyak sesuatu yang perlu aku urus dulu dan kalo udah selesai nanti aku kesana," jawab Vara. Dia merasa bersalah karena dari Minggu lalu seharusnya dia sudah ke Mansion William, tapi entah kenapa ada saja yang menghambatnya.
Bara merasa kecewa akan itu tapi dia tidak boleh egois mungkin memang benar Vara sedang sangat sibuk akhir-akhir ini. Jadi dia harus bersabar. "Hah... yaudah. Tapi janji ya kalo udah selesai langsung ke Mansion?"
"Iya abangku yang ganteng. Udah yok pulang mau rebahan gue," ucap Vara. Setelah itu merekapun segera menuju kendaraan mereka masing-masing. Tapi sebelum Vara memasuki mobilnya, Evan mengatakan. "Aku ke Mansion kamu ya?"
"Iya, kenapa minta izin sih? Biasanya juga langsung kesana," jawab Vara, dia agak bingung dengan Evan ini. Biasanya juga langsung ke Mansion tanpa di undang.
"Haha gak papa. Tapi ke Mansion Millton dulu ya? Ada sesuatu yang perlu aku ambil," jawab Evan.
"Iya, King. Yaudah kamu duluan gih aku ikutin," ucap Vara. Segeralah mereka menghidupkan mesin mobilnya, sedangkan yang lain sudah pulang terlebih dahulu.
Di perjalanan mereka mengendarai motor dan mobilnya dengan santai tidak terburu-buru. Padahal awalnya ingin cepat pulang untuk rebahan, tapi terserah mereka dah mau bagaimana.
Lima belas menit kemudian mereka sampai di Mansion Millton. Vara mengikuti Evan masuk dengan perasaan penasaran dan sedikit cemas. Mansion itu tampak megah dari luar, tapi ada sesuatu yang tidak nyaman saat mereka melangkah masuk. Aura dingin dan suram terasa begitu nyata.
"Ayo masuk," ucap Evan sambil berjalan mendahului Vara ke dalam ruang tamu yang luas.
Vara mengangguk, mencoba tetap tenang. Namun, perasaannya seketika berubah menjadi kaget saat dia melihat pemandangan yang tak terduga. Di sana, duduk di sofa, ada seorang laki-laki dan wanita yang memeluk erat Evin, saudara kembar Evan. Mata wanita dan laki-laki itu, yang Vara kenali sebagai ayah dan ibunya Evan (Deo dan Rena), dipenuhi dengan amarah.
“KAMU APAIN LAGI ANAK SAYA, HAH?!” teriak Deo tiba-tiba kepada Evan, nadanya tajam dan penuh kemarahan.
Vara terpaku, tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Evan, di sisi lain, tampak sangat tenang. Dia menatap ibunya tanpa emosi, meski amarah di matanya sedikit terlihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elvara! (END)
Teen Fiction#Transmigrasi 01 ••••• Entah harus bahagia atau sedih dengan kejadian yang dialaminya. Kejadian yang sangat diluar nalar manusia. Transmigrasi!! "Huh.. Emang takdir Tuhan gak ada yang tau" Seorang gadis bernama Elvara, lebih tepatnya Elvara Angelia...
