••••
Pagi hari di mansion Millton sudah terjadi keributan antara Evin dan sepupunya (Erlando dan Emilio). Awal mulanya terjadi karena Evin tidak sengaja menabrak Erlando, membuat baju Erlando basah karena minum yang di bawa Evin.
Erlando marah karena baju yang ia kenakan adalah pakaian favoritnya yang baru saja ia beli. Dengan nada tinggi, Erlando langsung membentak Evin, "Kalo jalan jangan nunduk bisa?! Liat baju gue jadi basah dan gue gak punya banyak waktu lagi buat ganti!"
Evin, yang mendengar bentakan itu takut dan cepat-cepat meminta maaf. "Ma-maaf kak Er, E-evin gak sengaja hiks," ucap Evin.
"Kenapa nih pagi-pagi udah ribut aja sih?" Tanya Emilio yang baru saja keluar dari lift.
"Liat nih gara-gara dia. Gue udah gak ada waktu lagi buat ganti. Lo tau kan gue disuruh ikut meeting sama Papa," jawab Erlando.
"Ck jalan tuh jangan nunduk! Bikin susah orang aja, sialan. Udah sana pergi Lo," marah Emilio ke Evin.
"A-aku mau ikut sa-sarapan," ucap Evin.
"Sarapan aja sana di dapur," jawab Erlando.
"Ta-tapi-"
"Enggak ada tapi-tapian!" potong Emilio dengan nada dingin. "Anak kayak lo mending makan di dapur aja, jangan ganggu kita di meja makan."
Evin menundukkan kepala, menahan air mata yang hampir jatuh. Dengan langkah pelan, dia berbalik menuju dapur, meninggalkan sepupunya yang masih sibuk dengan urusan masing-masing.
Di dapur, Mbak Rini, juru masak keluarga, memperhatikan wajah sedih Evin. "Kenapa kamu balik lagi ke dapur?" tanya Mbak Rini dengan nada tak suka.
Ya beberapa maid di Mansion Millton ini menjadi banyak yang tidak suka dengan Evin, tapi mereka hanya bisa memendamnya.
"Evin sarapan disini, Mbak," jawab Evin. "Boleh buatin Evin nasi goreng sama susu?" lanjut Evin.
"Disana masih ada sisa masakan, kamu bisa ambil sendiri saya sibuk," ucap Mbak Rini dan pergi dari hadapan Evin untuk melanjutkan beberesnya.
Sementara itu, di ruang makan utama, suasana tidak kalah tegang. Keluarga Millton yang lain baru saja keluar dari lift dan Erlando dengan pakaian yang basah sebagian.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Rena, memandang Erlando lebih tepatnya ke baju anaknya itu.
"Ini gara-gara Evin, Ma," jawab Erlando dengan nada kesal. "Dia bikin baju aku basah, dan sekarang aku nggak punya waktu buat ganti karena ada meeting sama Papa. Mana papa udah berangkat dari tadi kan."
"Ck anak sialan itu. Ya ampun jadi lengket gini. Liat kak Ren, baju anak aku basah gara-gara dia. Udah aku bilang kan langsung usir aja semalem," ucap Amelia.
"Tenang aja Mel, nanti Kakak urus dia. Mending sekarang sarapan dulu, katanya buru-buru," jawab Deo.
Keluarga itu pun segera sarapan. Tapi dalam hati Erlando, rasa kesal pada Evin belum sepenuhnya hilang. Beberapa menit kemudian mereka selesai dan melakukan aktifitas masing-masing.
••••
Berbeda dengan keluarga Millton, Vara-Evan dkk. sekarang sudah berada di pantai. Mereka healing bersama untuk menjernihkan pikiran mereka setelah masalah-masalah yang terjadi selama ini.
Mereka bersenang-senang bersama, apalagi Zahra dan Kayden yang sudah mendapatkan pasangan baru. Zahra dengan Elang dan Kayden dengan mantan kekasihnya sebelum bertunangan dengan Zahra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elvara! (END)
Fiksi Remaja#Transmigrasi 01 ••••• Entah harus bahagia atau sedih dengan kejadian yang dialaminya. Kejadian yang sangat diluar nalar manusia. Transmigrasi!! "Huh.. Emang takdir Tuhan gak ada yang tau" Seorang gadis bernama Elvara, lebih tepatnya Elvara Angelia...
