••••
"Hah?! EVAN?!"
"Dimohon semuanya tenang, supaya Mr. Nio bisa melanjutkan sambutannya," ucap MC. Dan semua orang pun kembali tenang dengan banyak pertanyaan di benak mereka.
"Saya ulangi lagi. Selamat malam semua. Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada kalian semua yang sudah hadir di ulang tahun Enemy tahun ini. Kedua, saya meminta maaf karena baru tahun ini saya bisa menghadiri acara. ...."
Sambutan dari Mr. Neo pun berlanjut. Mr. Neo mengapresiasi kerja keras semua pihak, komitmen untuk masa depan dan pentingnya belajar dari sebuah kejadian.
"Saya juga berharap kita bisa saling mendukung. Kita harus menjaga hubungan baik, menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak, dan tidak ada yang boleh merasa terasing di sini. Sekolah ini adalah tempat kita berkembang, tempat kita belajar menjadi yang terbaik."
Suasana di aula mulai menjadi lebih tenang, seakan semua orang mulai menyadari makna yang lebih dalam dari pidato ini. Sementara itu, beberapa murid saling berbisik, berusaha menghubungkan kata-kata yang baru saja diucapkan dengan kejadian-kejadian yang baru saja terjadi.
"Jadi," Mr. Neo menambahkan, "terima kasih atas waktu kalian malam ini. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari setiap kejadian yang ada, dan bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik."
Tepuk tangan menggema setelah pidato tersebut, meski masih ada rasa bingung dan penasaran yang melayang di antara para tamu dan murid-murid. Mr. Neo pun turun dari panggung, berjalan ke arah para sahabatnya.
"Evan lo-"
Belum sempat Andra menyelesaikan ucapannya lampu kembali padam. "Anjir nih lampu mati mulu deh perasaan," kesal Andra.
"Bener ihh, OSIS gak becus nih," timpal Chiko.
Sedangkan yang lain hanya terdiam. Vara dkk mengangguk bersama dalam kegelapan. Vara segera memasang earphonenya ke telinga dan berucap kepada orang di sebrang. "Lanjutkan," ucap Vara dengan suara yang sangat lirih.
Layar di panggung kembali menyala. Sekarang menampilkan Video seseorang yang menceburkan dirinya dari lantai dua ke dalam kolam renang. Tidak hanya itu, video berlanjut dengan rencana-rencana yang dia buat dengan seseorang, salah satunya rencana di taman belakang sekolah.
Masih ingat percakapan orang 1 dan 2 di part 33. Ya merekalah yang ada di video, Evin dan temannya, Eza (part 14). Mereka merencanakan ingin mencelakai Evan setelah pulang dari acara.
"E-evin j-jadi-" Kenzy tidak bisa melanjutkan ucapannya karena kaget. Jadi selama ini dia dibohongi.
Lagi dan lagi para tamu dan murid-murid kaget. Dua kejadian yang sangat-sangat mencengangkan. Tadi seorang murid ramah dan polos tapi ternyata bukan dan ini Evin?! Anak keluarga Millton sekaligus kembaran Evan. Seorang murid ramah dan juga baik, bisa melakukan semua ini demi perhatian semua orang. Sangat menjijikkan pikir semua orang.
"Eng-enggak i-itu bukan aku," sanggah Evin cepat, sedangkan Eza hanya dam saja.
"Gak ekspek kalo Evin gitu"
"Iya ihh gak jauh beda sama si cupu"
"Jijik banget gue sama orang gitu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Elvara! (END)
Jugendliteratur#Transmigrasi 01 ••••• Entah harus bahagia atau sedih dengan kejadian yang dialaminya. Kejadian yang sangat diluar nalar manusia. Transmigrasi!! "Huh.. Emang takdir Tuhan gak ada yang tau" Seorang gadis bernama Elvara, lebih tepatnya Elvara Angelia...
