••••
Malam hari di aula utama Enemy sudah penuh sesak dengan orang-orang penting. Lampu gantung kristal yang tergantung di langit-langit aula memancarkan kilauan mewah, menciptakan suasana yang megah namun terasa dingin. Murid-murid mengenakan seragam khusus mereka, berdiri dengan sikap formal. Ya, Enemy memang menyiapkan seragam khusus untuk acara penting seperti ini. Sementara para orang tua dan petinggi Enemy berbincang-bincang di sudut-sudut ruangan.
Tidak hanya mereka saja, tapi ada anggota Exousia yang menyamar sebagai bodyguard, untuk mengamankan acara. Jas hitam lengkap dengan headset kecil yang terpasang di telinga mereka. Tidak ada yang tahu jika mereka anggota mafia, para tamu dan murid hanya tau jika mereka bodyguard para petinggi.
Saat musik latar mulai berganti, tanda acara utama akan dimulai. "Selamat malam dan selamat datang semua di malam puncak acara ulang tahun Enemy International School. MARI KITA MULAI ACARANYA!" Sambut seorang MC dengan gembiranya. Tepuk tangan meriah menggema di seluruh aula. Kemudian MC membacakan susunan acara yang akan dilakukan.
"Mari kita buka acara ini dengan sambutan yang pertama dari bapak kepala sekolah EIS, Bapak Dodi!"
Pak Dodi pun melangkah menaiki panggung. Jas hitamnya terlihat rapi tanpa cela, dan senyumnya yang tenang menyembunyikan aura tegas yang ia miliki. Semua mata tertuju padanya saat ia naik ke panggung utama.
"Terima kasih kepada semua yang telah hadir malam ini," suara Pak Dodi menggema, tenang tapi penuh wibawa. "Hari ini adalah momen spesial. Tidak hanya untuk Enemy, tetapi juga untuk semua yang berjuang bersama kita selama ini."
Tepuk tangan kembali terdengar. Semua tamu dan juga murid-murid senang bisa menghadiri acara ulang tahun Enemy tahun ini. Pak Dodi pun melanjutkan pidatonya, menggambarkan Visi dan Misi kedepannya untuk mengembangkan sekolah yang sukses dan baik.
"Baik, sekian dari saya. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semua yang telah hadir dan selama malam," tutup Pak Dodi dan berjalan turun dari panggung menuju kursinya kembali.
"Terimakasih kepada Pak Dodi. Selanjutnya sambutan dari para donatur utama EIS. Yang pertama Tuan Axellio William. Waktu dan tempat dipersilahkan," ucap MC.
Masih ingat kan, Axellio William, ayah dari Bara. Tuan Axellio memulai pidatonya tidak begitu banyak, karena masih beberapa donatur. Donatur EIS ada 4 dari keluarga Willian, Dhanendra, Millton dan Athalla.
Satu jam kemudian, pidato dari semua donatur sudah selesai. Sekarang dilanjutkan dengan penampilan-penampilan dari para murid-murid, mulai dari puisi sampai band Enemy. Semua orang terlihat menikmati, terutama saat ekskul Theater tampil, semua tamu dan murid terhanyut dalam cerita sampai mereka menangis. Ya tujuan Reza akhirnya tercapai.
Tapi tiba-tiba lampu mati dan hanya menyorot ke arah panggung. Disana terlihat Nuella dan Vara duduk di atas panggung dengan Nuella memegang gitar.
Nuella memetik senar gitar dengan lembut, sementara Vara mulai menyanyikan bait pertama lagu "Perfect" dari Ed Sheeran. Suara Vara yang lembut dan penuh emosi menggema di aula, menyentuh hati setiap orang yang hadir.
“I found a love, to carry more than just my secrets...”
Suara mereka berpadu harmonis, membuat suasana aula yang semula meriah berubah menjadi lebih intim dan penuh perasaan. Orang-orang berhenti berbicara, semua mata tertuju pada mereka. Nuella dengan fokus melanjutkan memainkan gitar, sementara Vara melanjutkan dengan suara yang semakin dalam.
“To carry love, to carry children of our own…”
Di tengah alunan musik, beberapa tamu terlihat terharu, bahkan ada yang meneteskan air mata. Penampilan ini terasa lebih dari sekedar hiburan, melainkan sebuah momen yang penuh makna, seolah menyampaikan pesan yang lebih besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elvara! (END)
Teen Fiction#Transmigrasi 01 ••••• Entah harus bahagia atau sedih dengan kejadian yang dialaminya. Kejadian yang sangat diluar nalar manusia. Transmigrasi!! "Huh.. Emang takdir Tuhan gak ada yang tau" Seorang gadis bernama Elvara, lebih tepatnya Elvara Angelia...
