Epilog

683 7 0
                                        

“Vin, balikin ga?!” seru Zeya saat Gavin dengan sengaja menyeruput es matcha miliknya, yang sama sekali belum ia minum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Vin, balikin ga?!” seru Zeya saat Gavin dengan sengaja menyeruput es matcha miliknya, yang sama sekali belum ia minum.

“Entar Zey, minta dikit aelah. Seger bener minum es matcha.” Gavin menghiraukan seruan Zeya.

“Ck, jangan di habisin ya. Awas aja lo!” ancam Zey dengan garang.

“Kalian emang ga pernah berubah,” celetuk Kenzo.

“Kalo bisa berubah pasti sekte ultraman, iya kan, Sha?” tanya Arslan kepada Arsha sedangkan Arsha hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak habis fikir kenapa ia bisa memiliki sahabat seperti mereka.

Zeya, Arsha, Kenzo, Agas dan Arslan sedang makan bersama di kantin dengan damai sebelum kedatangan Gavin yang secara tiba-tiba membuat keributan kecil dengan Zeya perkara es matcha.

“Lo habis darimana sih, Vin? Ngos-ngosan gitu, sampai keringet lo banjir,” heran Kenzo yang melihat penampilan Gavin yang acak-acakan. Baju sudah keluar separuh, dasi longgar dan kancing atas sudah terlepas. Jangan lupakan juga rambut yang sudah acak-acakan.

“Biasa, di kejar Bagas.” Jawab Gavin santai sambil mencomot gorengan milik Arslan.

“Pak Bagas Vin, ga sopan sama yang lebih tua.” ucap Arsha membenarkan. Sedangkan Gavin hanya menggidikkan bahu.

“Lo buat ulah apalagi? Sampai di kejar Pak Bagas,” tanya Zeya ikut menimbrung topik pembahasan.

“Maling mangga samping sekolah, ga sengaja katahuan Pak Bagas karena mangganya jatoh terus kena kepala Pak Bagas. Sampai benjol dikit sih kepalanya, makanya gue langsung kabur.” jelas Gavin sambil menyengir.

“Berani bener lo, sama pak Bagas.” Mereka semua tertawa lepas, lebih tepatnya menertawakan penampilan Gavin. Namun, Gavin tidak keberatan dengan hal tersebut  ia juga ikut tertawa.

Sudah hampir dua tahun semenjak kejadian itu. Semenjak saat itu mereka terus kembali bersama seperti semula. Memang ada beberapa hal yang berbeda seperti adanya hubungan Zeya da Arsha. Hal tersebut juga tak membatasi mereka untuk terus berkumpul bersama. Tak terasa sebentar lagi mereka akan meninggalkan masa putih abu-abu ini.

Mereka semua menikmati waktu yang berharga ini. Walaupun mungkin kedepannya pasti masih ada halangan yang lebih, tapi selama mereka mampu menghadapi masalah tanpa perpecahan itu sudah termasuk kehagiaan tersendiri bagi mereka. Apapun masalahnya pasti akan mereka hadapi, apapun tantangannya pasti akan mereka jalani, apapun badainya pasti akan mereka terjang. Ingat badai pasti berlalu, begitu juga dengan masalah pasti akan berlalu juga.

Semua hal sulit yang mereka alami selama ini adalah bentuk dari cobaan untuk pertemanan mereka. Mulai dari masalah kecil hingga masalah besar yang mereka hadapi adalah cara kehidupan menguji mereka. Kini mereka mampu melalui ujian tersebut, walapun harus di iringi dengan berbagai perasaan mulai sedih, kesal, marah, hingga kecewa. Namun kini mereka bisa bersama Kembali, membuktikan kepada dunia bahwa mereka bisa. Bahu mereka tidak selemah itu untuk menanggung beban hidup.

Momen-momen seperti inilah yang paling di rindukan selama masa putih abu-abu. Mungkin saat ini mereka belum menyadari betapa berharganya momen seperti ini. Tapi kelak jika masa putih abu-abu mereka telah usai, maka hal sederhana inilah yang membuat mereka merindukan kembali masa-masa itu. Mereka harap, masa seperti ini dapat terkenang selalu.

Kami generasi pertama dan terakhir geng Dark Shadow pamit. Terima kasih sudah mengikuti kisah kami. Wherever you are, continue to be happy.

“Satu Sakit Semua Sakit! Satu Seneng Semua Seneng! Satu Pergi Kita Tahan!”

“Satu Sakit Semua Sakit! Satu Seneng Semua Seneng! Satu Pergi Kita Tahan!”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ARZEYA [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang