gua gak homo

1.3K 51 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Jika tidak menyukai cerita saya harap jangan lanjut membaca cerita saya atau berkomentar di cerita saya!!!!







Jangan lupa vote terlebih dahulu

|

|

|


































Sudah 2 minggu Bagaskara di nyatakan koman dan selama 2 Minggu itu, nathan dan yang lain sering berkunjung menemui Bagaskara















"Gak capek tidur mulu? ", tanya nathan dengan wajah yang sedikit kusut

" culun, bangun, lu liat ketua gua galau nih", ujar Gilang lalu mendapat geplakan dari Ikbal

"Jangan panggil culun, lu di gorok sama bos sama bang juan? ", tanya Ikbal dengan sedikit emosi

" ra, cepet bangun, gua bakal turutin kemauan lu", ujar liam dengan wajah pucet nya

"Eh woy, mending lu makan, bagas kita yang jaga, dari semenjak bagas sakit gua liat lu gak makan", ujar Gilang dan di angguki oleh yang lain

" makan dulu, biar gua yang jaga", ujar Ikbal

"Gak perlu, gua mau jaga milik gua", ujar liam dingin nathan yang mendengar itu sedikit merasa panas karena liam bilang milik nya

" gua gak mungkin ngapa-ngapain adek gua", ujar Ikbal

"Adek? Baru lu sebut adek? Lawak lu, pergi lu", usir liam dingin lalu menggenggam tangan Bagaskara

" gak, gua mau disini, gua tau gua salah, dan ini salah paham, jadi gua tetep disini ", kekeh Ikbal dan liam mengacuhkan nya

" anak ayah, belum bangun juga", ujar Arga yang tiba-tiba sudah datang dan duduk di sebelah Bagaskara mengelus kepalanya

"Nyenyak tidur nya de? Sampe gak mau buka mata sebentar? ", tanya juan sambil menatap Bagaskara














Di bawah alam sadar

" gas, balik, semua nunggu lu", bujuk Bagaskara

"Sorry, gua kayanya gak bisa ngabulin permintaan terakhir lu, gua juga gak mau balik, karena mommy gua gak sama gua", ujar bagas senyum

" lu udah penuhin semuanya, liat keluarga gua sayang gua, tolong yah?? ", bujuk Bagaskara

" gak gas, gua mau ikut lu, lu sayang gua bukan? ", tanya bagas senyum

" betul, gua sayang lu, melebihi diri gua sendiri, lu gak mau liat gua bahagia gas? ", tanya Bagaskara lalu Bagaskara memeluk tubuh bagas erat

" gua sayang lu, andai kita di takdirkan bersama mungkin gua bakal jadi orang paling beruntung di muka bumi ini hhehe", ujar Bagaskara tanpa sadar bagas menangis mendengar perkataan Bagaskara

Transmigrasi Bagas [Bl, NOMIN]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang