Follow and vote dulu sebelum di baca
Jika tidak suka cerita saya, harap jangan di baca, atau berkomentar di cerita saya!!!
Bagas keano pratama, anak tunggul kaya raya dari keluarga Pratama dan juga seorang ketua geng motor black world wolf yang di...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca
|
|
|
"Adek, abang kamu sakit de", ujar Arga tiba-tiba datang dan Bagaskara terkejut dan menatap Arga datar
" saya tidak memiliki abang, benar bukan mommy? ", tanya Bagaskara lalu meminum jus nya dan menatap anindya
" betul, kamu kan anak tunggal mommy ", ujar anindya senyum lalu mengelus rambut Bagaskara
" adek, pulang dulu, abang mu sakit, dia terus ingin bertemu dengan kamu de", ujar Arga sedikit memaksa
"De, gua mohon, abang butuh lu de", ujar Ikbal memohon
" jika anak saya tidak menginginkan nya jangan di paksa", ujar Bryan dengan wajah datar
"Pak, ini anak saya, bapak tau itu bukan? Tolong bujuk putra saya", ujar Arga menatap Bryan penuh harapan
" tidak, saya tidak mengizinkan nya, kita pulang ", ujar anindya dan menarik tangan marvel pergi namun tangan Bagaskara di pegang oleh Arga
" ayah mohon dek, abang mu panas nya tidak turun-turun, adek boleh hukum apapun ke ayah, ayah mohon maafkan ayah dan tolong jenguk abang mu", ujar Arga memohon
"De, temui dulu, gimana pun mereka keluarga mu, kalau mereka menyakiti mu daddy akan membalas mereka", ujar Bryan mencoba meyakinkan Bagaskara
" kamu mau anak kita pergi lagi hah?tidak aku tidak akan membiarkan itu terjadi ", teriak anindya lalu memeluk tubuh Bagaskara erat
" sayang mengerti lah, kita akan ambil agas kembali jika sudah menjenguk yah? Agas kamu anak baik kan boy? ", ujar Bryan membujuk
" kalau agas pergi aku ikut, gak akan penolakan ", ujar anindya fatal
" oke, kalian ikut kerumah kami, dek, ayok pulang ", ujar Arga lembut lalu menarik tangan Bagaskara, dan Bagaskara mengikuti nya
" agas ikut di mobil mommy ", ujar anindya dingin
" tidak dia akan ikut di mobil ayah nya", ujar Arga
"Adek naik motor ", ujar Bagaskara singkat dan menaiki motor nya dan melajukan motor nya
" adek jangan ngebut", teriak anindya dan di beri jempol oleh Bagaskara