Bagian 11

1.6K 93 8
                                        





🇮🇩🇮🇩


Nathalia kini merangkak ke arah Mees yang kini juga mendudukkan dirinya sembari terisak kecil.

"Mees maafkan aku, aku terpaksa melakukannya" ujar Nathalia sambil menenggelamkan wajahnya dilutut Mees.

"Kau sudah berdosa Nathalia, bagaimana kau tega membunuh anakmu sendiri"

"Aku takut Mees, sulit untukku juga sebelumnya karena kita masih terlalu muda untuk mempunyai seorang anak"

Mees memegang wajah Nathalia yang bergelinang air mata.

"Jelaskan apa kaitannya dengan Jax"

"Dia mengetahui aku menggugurkan janin itu lalu dia mengancamku akan melaporkanku dan kamu, tapi dia bilang tidak akan melaporkan jika aku putus denganku" Nathalia memegang tangan Mees sambil menatap Mata lelaki tersebut.

"Tapi aku tidak bisa jika putus dengan mu Mees dan dia menjebakku dengan meminumkan aku obat tidur" kini Nathalia menangis semakin keras yang langsung ditarik Mees untuk masuk ke pelukan lelaki tersebut.

Klik

Pintu kamar Nathalia terbuka menampilkan anak laki laki yang merupakan Carol sedang menatap mereka berdua sambil menahan air matanya.

"Kakak, apa kamu baik baik saja? Aku takut terjadi sesuatu" ujar Carol lalu menangis didepan pintu.

Melihat itu Nathalia langsung beranjak dan menarik Carol kedalam pelukannya.

"Aku tidak apa apa Carol, hanya ada sedikit kesalahpahaman ku tidak perlu takut" ujar Nathalia mengelus punggung Carol.

"Apakah kau benar baik baik saja? Aku tadi mendengar seperti barang yang dilempar, Mees tolong jangan menyakiti kakakku karena hanya dia yang aku punya" Ujar Carol yang kini berdiri dihadapan Mees membuat lelaki itu menundukkan badannya.

"Maafkan aku membuat mu takut Carol, sekarang kau harus beristirahat dan aku akan membantu kakakmu untuk merapikan kamarnya, mengerti" ujar Mees yang diangguki Carol.

Setelah Carol kembali kekamarnya kini Nathalia dan Mees mulai merapikan kembali kamar milik Nathalia.

"Jam berapa pesawat ku besok?" Tanya Mees yang kini sedang duduk dikursi sambil menatap Nathalia yang sedang merapihkan isi kopernya.

"Jam 10.24"

"Jam 9 aku akan menjemputmu" ujar Mees sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati Nathalia

"Terimakasih"

"Maafkan aku Nathalia, seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu dari dulu" ungkap Mees yang kini sudah memeluk tubuh Nathalia dari belakang.

"Tidak masalah, yang terpenting sekarang kau sudah tau" ujar Nathalia yang masih merapihkan kopernya

"Aku akan pulang sekarang, istirahatlah yang cukup" ujar Mees sambil mengecup leher Nathalia dan berlalu keluar untuk pulang kerumahnya.

Sedangkan Nathalia menumpukan kedua tanganya dikasur sambil memegang dadanya sambil mengatur nafas agar sebulir air matanya tidak keluar lagi.



Keesokan harinya pada jam 7 pagi Nathalia dan Carol sedang menyantap sarapannya dengan tenang sampai terdengar suara bel yang membuat Nathalia beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu yang ternyata adalah Mees, lelaki itu datang sambil membawa beberapa barang untuk Nathalia dan juga Carol.

"Habiskan dulu sarapanmu Carol" perintah Nathalia kepada Carol yang langsung menyantap sarapannya sambil masih memgang sebuah bola pemberian dari Mees.

"Kakak sarapan ku sudah habis, boleh aku bermain diluar sekarang?" Ujar Carol yang dijawab anggukan kepala oleh Nathalia.

vertaler (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang