Bagian 37

973 70 5
                                        






🇮🇩🇮🇩



10 November 2024 pada pukul 10 malam hari Manchester United vs Leicester bertempur diatas lapangan untuk memperebutkan sebuah kemenangan dan pertandingan kali ini tak luput juga dari hadirnya seorang wanita yang menjabat sebagai asisten pelatih yang tak lain dan tak bukan Nathalia Winatawa.

Tapi ada yang berbeda dari Nathalia sekarang yang biasanya wanita berdiri di sebelah pelatih tapi kini Nathalia hanya duduk sembari menonton pertandingan dimulai sampi pertandingan berakhir dengan Manchester United yang memenangkan pertandingan dengan skor 3 - 0

"Selamat selamat kalian sangat hebat hari ini" ucap Nathalia sambil bertos ria dengan semua pemain dan lupa juga memeluk semua jajaran pelatih.

"Ini berkatmu juga tapi ku lihat hari ini kau tidak bersemangat apakah ada masalah?" Tanya salah satu pelatih

"Hanya sedikit pusing" jawab Nathalia

"Sebaiknya kau kerumah sakit sehabis ini" ujar Garnacho yang menepuk pelan kepala Nathalia

Nathalia hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan bersama menuju ruang ganti para pemain tapi baru saja sampai pintu Nathalia merasakan pusing yang teramat membuatnya kini terbaring dilantai membuat semua yang melihatnya panik sampai Garnacho langsung menggendongnya dan membawa ke ruang perawatan.

Ruud sebagai pelatih tentu saja merasa panik karena dia merasa mempunyai tanggung jawab dalam menjaga para rekannya termasuk Nathalia yang kini masih terbaring

"Apa kalian sudah menghubungi keluarganya?" Tanya seorang perawat

"Nenek dan adiknya baru saja pergi ke jerman hari ini jadi dia sendirian, tapi aku bisa mewakili" ucap Garnacho

"Apa kau keluarganya?" Tanya perawat

"Aku sepupunya maksudku eva kekasihku adalah sepupu dari Nathalia" jelas Garnacho

"Baik, sebaiknya setelah dia terbangun kau mengantarnya ke rumah sakit karena saya belum yakin apakah benar pemeriksaan saya"

"Memangnya kenapa?"

"Dari pemeriksaan saya Nathalia kini sedang mengandung tapi sebaiknya periksakan dia langsung ke dokter kandungan"

"Hamil?" Tanya Nathalia yang kini sudah sadar membuat sang perawat menoleh

"Benar, tapi sebaiknya kamu memeriksakannya untuk mengetahui lebih detail"

Nathalia hanya terdiam dengan perasaan yang campur aduk, sebenarnya Nathalia sudah menduga hal ini tapi dia selalu menunda untuk memeriksakan dirinya.

"Baik, terimakasih banyak sudah meluangkan waktu anda tapi saya rasa harus segera pergi untuk ke rumah sakit" ujar Nathalia sambil berusaha mendudukkan dirinya dibantu oleh sang perawat.

"Tunggulah sebentar lagi karena eva sedang menuju kesini" ucap Garnacho yang diangguki oleh Nathalia.

Tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan eva yang langsung berjalan kearah sang sepupu dan memeluknya.

Garnacho kini mendorong sebuah kursi roda yang terdapat Nathalia diatasnya karena wanita itu masih merasa tidak enak badan membuatnya sangat lemas dan kinu sepasang kekasih itu sedang menemani Nathalia mengantri ke salah satu dokter kandungan.

"Mrs Nathalia silahkan giliran anda" ujar perawat memanggil Nathalia membuat wanita itu langsung beranjak dibantu oleh eva menuju kedalam ruangan.

"Kau tunggulah disini aku ingin sendirian saja" ucap Nathalia yang diangguki oleh Eva

Nathalia memasuki ruangan dan mendudukkan dirinya didepan sang dokter.

"Selamat malam Mrs Nathalia apa anda baru pertama kali datang kesini?" Tanya sang dokter yang merasa dia baru pertama kali melihatnya

"Benar dokter saya ingin mengecek apakah benar saya sedang mengandung" jelas Nathalia

"Apa sebelumnya sudah mengecek menggunakan testpack?" Tanya sang dokter yang dijawab sebuah gelengan oleh Nathalia

"Baik, silahkan sekarang anda berbaring" ujar sang dokter membuat Nathalia beranjak ke arah kasur dan membaringkannya disana sedangkan sang dokter mulai menyiapkan alat lalu menempelkannya kearah perut Nathalia.

Sang dokter menjelaskan dengan detail pada gambar yang menampilkan sebuah janin berukuran biji atau masih sangat kecil dan memberitahu bahwa Nathalia benar sedang mengandung.

"Saya akan mencetak hasilnya sebentar yah" ujar sang dokter meninggalkan Nathalia yang beranjak untuk kembali ke dokter.

Setelah menunggu beberapa menit sang dokter kembali dan memberikan beberapa barang untuk Nathalia serta memberikan resep vitamin untuk dirinya konsumsi.

"Terimakasih banyak dokter kalau begitu saya pamit"

"Jagalah kesehatanmu"

Nathalia keluar dari ruangan dan langsung disambut oleh eva yang membantunya duduk kembali kekursi roda dan Garnacho yang kini mendorongnya untuk kearah mobil mereka

"sebaiknya kau langsung memberitahu perihal ini kepada mees" ujar Eva yang kini sudah mendudukkan dirinya di samping kemudi sedangkan Nathalia duduk dikursi belakang

"Akan ku beritahu nanti" ucap Nathalia yang sibuk mengotak atik ponselnya.

"Aku akan ke Enschede besok" lanjut Nathalia sambil menunjukkan ponselnya yang menampilkan pemesanan tiket pesawat.

"Apa kau akan memberi kejutan kepadanya?" Tanya Garnacho

"Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi tapi omong omong aku berterimakasih kepada kalian karena mau membantuku" ucap Nathalia.

"Sudahlah yang penting kini kau baik baik saja" ucap Eva lalu mereka pun melanjutkan obrolan sampai mobil yang mereka tumpangi sampai didepan gedung apartement yang dihuni Nathalia

Setelah sampai diapartement nya Nathalia langsung berkemas sampai tengah malam lalu dilanjutkan beristirahat dengan lelap sampai pukul 9 pagi barulah Nathalia terbangun dari tidurnya.

Baru saja dia akan memasuki mobilnya ternyata Mees menelfonnya membuat Nathalia berpikir untuk tidak menjawab panggilan itu sampai dia sampai di tempat tujuan.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 3 jam perjalanan kini Nathalia sudah berdiri didepan pintu rumah Mees sambil menekan tombol bel yang membuat sang pemilik rumah keluar dan terkejut karena kehadiran Nathalia secara mengejutkan.

"Supriseee" ujar Nathalia sambil merentangkan kedua tangannya.

"Baby" gumam Mees sambil tersenyum lalu berjaln kearah Nathalia dan memeluk sang pujaan hatinya itu dengan erat serta mendaratkan beribu ciuman kewajah Nathalia.

"Mees stoooop" ujar Nathalia sambil mendorong pelan wajah Mees dari wajahnya karena kumis Mees membuat pipinya sedikit sakit

Akhirnya Mees menghentikan pelukan dan ciumannya lalu membawa koper besar milik Nathalia serta menggandeng tangan sang kekasih untuk memasuki rumahnya.

Sesampainya di dalam rumah Mees langsung menaruh koper milik Natalia di dalam kamarnya lalu menyuruh sang kekasih untuk mengganti baju miliknya.

"Kebetulan sekali kau datang karena hari ini kakak dan ibu juga akan datang kesini hari ini" ujar Mees sambil menarik pelan pinggang Nathalia dan mendudukannya di pangkuannya.

"Kapan mereka akan tiba?" Tanya Nathalia sambil menyenderkan tubuhnya kepelukan Mees

"Mungkin 1 jam lagi mereka akan tiba" ujar Mees

Nathalia terdiam sejenak memikirkan apakah dirinya harus memberitah Mees perihal kehamilannya sekarang atau nanti saja.

"Hei kenapa malah bengong" tanya Mees yang kini sedang menciumi leher jenjang Nathalia dan tidak lupa tangannya mengelus perut Nathalia yang belum membesar membuat Nathalia merasakan kenyamanan.


🇮🇩🇮🇩

vertaler (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang