🇮🇩🇮🇩
Malam harinya setelah Nathalia dan Mees selesai makan malam kini sepasang kekasih itu sedang berbaring diatas kasur dengan Mees bermain game dari televisi sedangkan Nathalia menonton film lewat ponselnya.
"Mees besok kau akan ikut penonton pertandingan?" Tanya Nathalia dengan masih berfokus kepada ponselnya.
"Menurutmu aku harus menonton atau tidak?" Tanya Mees balik
"Kau harus menonton nanti kau carikan kursi yang dekat dengan kursi pemain cadangan jadi kau bisa melihatku secara dekat saat pertandingan"
"Bukan kau yang bisa melihatku?"
"Ck bukanlah, aku tau kau ingin selalu melihat wajah cantikku ini" ucap Nathalia sambil menanggup wajahnya dan berpose genit.
"Menggemaskan sekali kekasihku ini" ujar Mees sambil mencium pipi sang kekasih.
"Mees ada yang ingin aku ceritakan padamu" ucap Nathalia yang kini meletakkan ponselnya lalu memeluk erat lengan lelaki disampingnya ini.
"Apa itu"
"Aku tadi bertemu dengan Nathan" ucap Nathalia sambil menatap wajah Mees yang terlihat biasa saja.
"Dimana?"
"Ditoko roti saat aku ingin membeli beberapa roti"
"Tapi dia tidak berbuat yang macam macamkan"
"Tidak, tapi kau tidak marah? Kenapa ekspresimu biasa saja? jangan jangan kau sudah tidak mencintaiku" ucap Nathali sambil menjauhkan dirinya dari Mees
"Bukannya begitu sayang, ngapain juga aku cemburu kalo aku yakin kamu lebih mencintai aku dari pada dia" ucap Mees sambil menatap Nathalia yang kini sedang menahan senyumnya.
"Hei kalau pengen senyum mah senyum aja ga usah ditahan tahan" lanjut mees sambil menyolek pelan pipi Nathalia
"Meeeesss" Nathalia langsung merengsek kepelukan sang kekasih yang juga balik memeluk dirinya.
"Aku menyukai warna rambutmu sekarang" ucap Mees sambil membelai kepala Nathalia
"Apa aku terlihat cantik?"
"Kau selalu terlihat cantik"
"Kalau begitu cium aku"
Mees tersenyum dan langsung menarik leher Nathalia untuk mencium bibir ranum sang kekasih yang juga dibalas oleh Nathalia dengan ciuman yang tak kalah lembut sampai ciuman itu berubah menjadi ciuman penuh nafsu.
"Wait Mees, aku baru teringat sesuatu" ucap Nathalia sambil mendorong dada Mees lalu beranjak dari sofa.
"Kenapa?"
"Just kidding" ucap Nathalia lalu melarikan dirinya kearah kamar membuat mees langsung mengejar sang kekasih yang kini berusaha menutup pintunya tapi Mees berakhir menahan agar pintu tidak tertutup.
"Kau sengaja mempermainkanku yah, awas saja setelah ini tidak akan aku biarkan kau lepas lagi" ujar Mees sambil mendorong pintu sampai terbuka sedangkan Nathalia berlari kearah kasur karena dia sudah ketakutan tapi juga dia senang busa mengerjai sang kekasih
"Kemarilah Nathalia"
"Tidak mau aaaa Mees"
Nathalia masih terus menghindari Mees yang kini sudah berada disebrang kasur dan berusaha menggapainya sampai dimana Mees bergerak cepat dan menggapai Nathalia yang langsung berteriak karena Mees langsung menggelitiki lehernya.
"Hahahaaa Mees stop please meeees" tawa Nathalia diakhiri tawa kerasnya karena bukannya berhenti kini Mees malah menggelitiki perut Nathalia membuat wanita itu langsung bangkit sekuat tenaga dan menduduki Mees yang kini masih berusaha menggelitiki Nathalia.
Karena Mees masih tidak mau berhenti jadi Nathalia langsung mencium bibir sang kekasih dan benar saja tindakan itu langsung membuat menghentikan kegiatan menggelitiki terganti dengan menahan kepala Nathalia agar tidak menghentikan kegiatan berciuman mereka.
Nathalia mendongakan kepalanya karena Mees kini sedang mencumbu leher mulus sambil sesekali tangannya mengelus lembut pinggang Nathalia.
"Kamu selalu bisa membuatku terobsesi padamu sayang" ucap Mees yang kini membaringkan tubuh Nathalia dan kembali mencium bibir sang kekasih dengan tangannya yang berusaha membuka semua pakaian milik Nathalia.
Kini semua pakaian Nathalia sudah terlepas dari tubuhnya membuat bisa leluasa melihat serta menyentuh semua bagian tubuh wanita yang kini sedang menatap matanya sambil mengelus leher Mees.
"Your so beautiful babe" ujar Mees lalu mengecup dada Nathalia dan mengulum 2 benda kenyal membuat sang empu mendesah keenakan.
Setelah puas dengan kedua gunung milik sang kekasih kini Mees berdiri dan mulai melepas semua pakaiannya tanpa terkecuali membuat Nathalia yang tadinya berbaring berganti menjadi duduk menghadap lelaki itu.
Nathalia mendekat kearah Mees yang kini sudah membaringkan badannya diatas kasur, tanpa berkata apapu Nathalia memegang dan mengelus pusaka Mees yang sudah berdiri tegak.
Menaik turunkan tangannya dengan perlahan sesekali wanita itu memandang sang kekasih yang juga memandang dirinya, gerakan yang tadinya pelan kini berubah tempo menjadi cepat sampai keluar cairan milik lelaki yang kini memejamkan kepalanya.
Selanjutnya Mees menarik pelan tangan Nathalia menuruni kasur dan berjalan menuju meja rias yang berada di kanan kasur.
"Apa yang akan kau lakukan Mees" tanya Nathalia saat mereka sudah berdiri didepan cermin dengan Mees yang memeluk Nathalia dari belakang
"Lihatlah dirimu, kau sangat cantik dan mengagumkan" ucap Mees sambil mengecup leher Nathalia serta tangannya yang mengelus perut serta dada sang kekasih
Mendengar ucapan Mees membuat Nathalia melihat kearah cermin dimana terlihat bayangan mereka yang sudah telanjang.
"Yeahh i know" ujar Nathalia sambil tersenyum
"Mundur sedikit sayangku" ujar Mees sambil menarik pinggul Nathalia yang kini sudah menungging sambil masih menatap cermin
"Kau akan melakukannya disini?" Tanya Nathalia
"Yah kau harus melihat bagaimana cantiknya dirinu saat sedang melakukannya" jawab Mees sambil memposisikan pusakanya didepan surgawi Nathalia.
Nathalia memejamkan matanya saat benda tumpul dibelakang mulai memasuki miliknya sampai terasa penuh, bergerak dengan tempo pelan sambil meremas lembut dada Nathalia itulah yang Mees lakukan sedangkan Nathalia kini menumpukan kedua tangan miliknya dimeja rias.
Tempo pelan itu berlangsung sekitar 5 menit yang selanjutnya Mees melakukan gerakan cepat sampai Nathalia mendesah dengan keras sambil menyandarkan punggungnya ke dada Mees.
"Aaahhh Mees yahh seperti itu" desah Nathalia membuat Mees semakin semangat untuk menggenjot sang kekasih
"Aku sampai" ujar Mees diringi desahan miliknya
Cairan putih menetes dalam lubang Nathalia membuat kedua empu mendesah panjang sampai Mees harus menggendong Nathali ke atas kasur karena sang kekasih yang lemas sehabis digempur olehnya.
"Perut ku sedikit keram Mees" gumam Nathalia yang kini berbaring dipelukan sang kekasih.
"Keram? Maafkan aku sayang sepertinya tadi terlalu kasar yah" ujar Mees sambil mengelus perut Nathalia dengan lembut
"Lebih baik sekarang kita tidur kau terlihat sangat lelah" ujar Mees memeluk erat Nathalia sambil membungkus tubuh mereka berdua dengan selimut
🇮🇩🇮🇩
KAMU SEDANG MEMBACA
vertaler (END)
Fiksi PenggemarNathalia Winatawa yang bekerja untuk PSSI Upload setiap 2 hari sekali #1 naturalisasi -> min, okt 6, 2024 #1 nathantjoeaon -> sel, okt 8, 2024 #1 rafaelstruick -> jum, okt 11, 2024 #1 justinhubner -> sel, okt 13, 2024 #1 pss...
