Sejak kejadian dimana Arista mempertayakan perasaan Rafael terhadap noa dan berakhir tak mendapakan jawaban, mereka sudah jarang terlihat bersama.
Ah, i mean Arista yang menjauh dari rafael. Karna sampai hari ini pun Rafael tetap mencari dan mendatangi gadis itu.
Bahkan saat ini sudah hampir satu bulan berlalu mendekati Piala AFC U-23 Indonesia melawan Korea Selatan, Arista belum ada kemauan untuk berbaikan dengan Rafael.
{Flashback}
'Gue sendiri bingung sama Rafael, kenapa dia setenang itu? sedangkan gue??? Gue udah mati matian nahan takut disini. Gue sama Noa? jauh banget, gue tau noa, gue sedikit tau latar belakangnya. Kalau dibandingin gue sama noa itu kayak langit bumi tau ga? dia bener bener cewe yang berprestasi dibandingin gue. Kenapa Rafael terang terangan banget mau deketin gue? gue ga begitu mencolok, ga pinter pinter amat bahkan gue ga cakep kaya noa? salah ga si kalo gue mempertanyakan hal ini ke rafael? emangnya dia beneran udah move on gitu? gamungkin banget kan? bahkan gue nyadar banget kalo gue ini cuma pelampiasan doang.'
Tanpa sadar, Arista mempertanyakan semua hal yang berkecamuk difikirannya.
"you really done with noa?"
"did you didnt have anyfeelings for her?"
"or the reason you did this to me its just because you want to forget her?" Arista mendadak mencecar rafael dengan pertanyaan tersebut.
Selain dirinya memikirkan berita yang beredar dan akan secepat kilat melejit, Aristapun memikirkan Rafael yang terdiam dengan menunjukan ekspresi yang membuatnya bingung. Sulit untuk menebak, Tapi arista mengambil kesimpulan bahwa apa yang selama ini ia fikirkan itu benar, karena rafael sendiripun tidak menjawab satupun pertanyaan yang arista berikan padanya.
'take me home please?' ujar gadis ini lirih yang hanya mendapatkan anggukan pelan dari Pria di sebelahnya.
Setelah kejadian itu, Arista menangis dirumahnya, merutuki dirinya yang malah mudah jatuh cinta kepada lelaki yang belum setengah tahun ia kenal.
{Flashback off}
Arista membawa kertas Absensi untuk para staff timnas. Selain timnas u-23 Arista juga membawa beberapa berkas dan absen timnas putri dan beberapa tim lainnya.
Berjalan sendirian, hingga akhirnya ia berpapasan dengan lelaki yang selama ini ia hindari. Lelaki yang baru saja datang menggunakan jaket erspo hitam. Tak mau ambil pusing Arista berjalan cepat dan menghindari tatap mata dengan pria itu.
Naas, pada akhirnyapun, hal yang ia takutkan terjadi.
"Hei, wait" hadang rafael tepat didepannya.
Arista mendongakkan kepalanya, menatap malas lelaki didepannya. Arista hanya mengernyitkan alisnya dan memasang ekspresi seolah "kenapa?"
"Abis latihan nanti, ada waktu gak?" Tanya Rafael dengan aksen yang sedikit kaku
Sedikit terkejut dengan Rafael yang berbicara menggunakan bahasa indonesia. Tapi dengan cepat Arista merespon dengan gelengan.
"Sorry, maybe next time el. Im so busy today" Jawab Arista dengan enggan dan mulai beranjak dari tempatnya berdiri. Belum sempat melangkah, Rafael kembali menahan lengannya.
"Sebentar aja, Please?" Mohonnya
Arista terlihat berfikir, ia menganggukan kepalanya tak yakin. Setelah itu ia melepaskan tangan rafael yang menahannya dan berlalu.
┐(´д`)┌
Waktu sudah menunjukan jam pulang. Arista berniat menghindari Rafael hari ini. Rasanya sangat lelah, belum lagi ia harus menghadapi lelaki itu. Entah apa yang akan Rafael bicarakan nanti, Arista tidak siap, Arista hanya ingin menghindar.
Dengan tergesa gesa ia keluar dari ruangannya menuju parkiran, seharusnya jam jam seperti ini mereka belum selesai latihan. Mereka selesai mungkin sekitar jam 7 atau 7.30. Jam seperti ini mustahil mereka sudah selesai.
Naas nya lagi, ia malah bertemu dengan rafael di parkiran, berdiri tepat dibelakang mobilnya.
'Ya allah cape banget shibal' Batin arista, ia menghela nafas dan berjalan gontai menuju Rafael.
Rafael yang mengetahui bahwa orang yang ia tunggu sudah datang pun menegakan badannya, dan tersenyum 'manis'.
"Kenapa el? mau bicara apa?" Tanya arista langsung.
"Wanna ride with me first?" tanya rafael balik. Arista dengan terpaksa mengangguk dan menaiki mobil Rafael.
Setelah mobil Rafael keluar dari area gbk, hanya canggung yang melanda mereka berdua. Dengan sikap berani, Rafael memulai obrolan lebih dahulu.
"Apa kabar?" Tanya nya basa basi. Arista menoleh sebentar
"im good, totally good"Jawabnya tanpa ragu.
"Oh ya? Good for you"ucap Rafael sedikit tersenyum kecut.
"Then how about you? you good?"Tanya arista balik.
Rafael hanya diam, menggeleng pelan dan tersenyum.
"im so sorry about last time, that was my fault, seharusnya aku gak membuat kamu bertanya tanya tentang perasaanku kepada noa saat itu"Ucap Rafael menatap lurus ke jalanan.
"Seharusnya waktu aku berani deketin kamu, disaat itu juga aku bisa jawab kalau aku sudah ga ada perasaan apa apa ke noa, Im so sorry about that. i just have a little bit of shaky about us"Lanjut Rafael, terdengar suaranya yang memelan.(Shaky=Ragu)
Arista hanya tertunduk diam, ia bingung harus bertindak seperti apa, disatu sisi ia senang dengan penuturan Rafael barusan, tapi ia juga merasa bahwa hubungan antara mereka berdua tidak bisa lebih dari sebatas partner kerja.
"Maafin aku, maaf aku yang sempet ragu. Jangan jauhin aku lagi ya?"Pinta Rafael kali ini sembari menoleh ke arah Arista.
"el, Thanks for that. But i think we've gone to far, we cant be like this el. Me and you, we just a partner in this job, it cant be more than you think el"ujar Arista tegas. Arista juga merasa bahwa hal ini terlalu cepat, tidak masuk di logikanya bahwa seorang pemain sepak bola terkenal dan sangat di gandrungi wanita ini malah menyukai dirinya yang bahkan hanya 1/10 dibandingkan fans fansnya.
'No, we can. Please give me a chance to give you a prove. i promise we can"Ujar Rafael memohon, bahkan rafael pun memelankan laju mobilnya.
♪ ♬ ヾ(´︶'♡)ノ ♬ ♪
Hai long time no see. Hampir setahun ya ga update? sorry aku sibuk irl hehe. Seneng bgt skrg el masuk dewa united, makin sering di indo juga xixi. Makasih ya yang masih setia. buat baca>...<
Menurut kalian mending sad end atau happy end? Sebenernya masih jauh sih buat ending. But i just want to know what you guys want hehe. Jangan lupa vote dan komen ya pls dont be a ghost reader (╯_╰)
ily guys≥﹏≤
KAMU SEDANG MEMBACA
SOLITUDE (Rafael Struick)
Fiksi RemajaBisa kita bertukar? Aku jadi kamu, Kamu jadi aku. Sebentar saja. - ? -×- Sebuah cerita tentang aku yang mencintainya dan dia yang masih terbayang masalalunya. . Long Story. Update tengah malem (●'з')♡ Rafael Struick x Readers
