Salah lapak hus hus
Typo bertebaran
Happy reading....
Jisung menghentikan laju motor nya ketika sampai di depan rumah Jeno, Jisung melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul empat pagi, hampir enam jam ia berkendara tanpa tujuan
Jisung mengetuk pintu rumah Jeno...
Tak lama pintu terbuka dan seorang lelaki yang mulai tua muncul di depan pintu
"Mereka sudah tua tapi masih labil seperti anak remaja" batin Jisung tiba tiba
"Chan ini masih pagi banget loh" omel Jeno masih belum sadar jika yang didepannya adalah Jisung
"Ayah!" Panggil Jisung
Seketika Jeno membelakan mata, kenapa sepagi ini Jisung sudah ada dirumah nya
Jisung memeluk tubuh ayah nya, perlahan air mata Jisung turun ketika ia kembali mengingat surat itu, surat yang akan menghancurkan keluarga nya
"Jie kenapa? Ayo duduk dulu cerita ke ayah" Jeno menuntun Jisung agar duduk, kantuk nya otomatis hilang setelah melihat air mata Jisung
"Ayah Janggan mau yaa!"pinta Jisung tiba tiba, Jeno bingung apa yang dimaksud anaknya ini
"Apa Jisung? ayah nggak boleh apa?"
"Apapun itu yah ayah nggak boleh mau, Jisung mau kita sama sama terus"
Jeno masih belum mengerti maksud Jisung tapi ayah satu anak itu tetap memeluk Jisung hingga anak itu berhenti menangis
"Kalau Jisung belum bisa cerita ke ayah nggak papa kok, tapi Jisung berhenti dulu nangis nya" ucap Jeno
"Maaf Jisung cengeng"
Jeno kembali mengusap pundak anaknya, setelah Jisung terlihat lebih baik ia mulai bertanya
"Kamu dari mana? Kenapa nggak pulang ke rumah? Tanya Jeno
"Jisung kabur dari rumah, aku marah ke bunda" ucap Jisung membuat Jeno terkejut
"Kenapa marah ke bunda memang bunda salah apa sampai kamu berani marah ke orangtua mu" Jeno sedikit menegaskan suaranya
"Bunda jahat yah, bunda kasih hadiah menyakitkan buat kita.... Bunda mau ceraikan ayah" Jeno terkejut dengan ucapan Jisung
"Kamu nggak boleh ngomong gitu, ayah sama bunda mau berjuang buat keluarga kita"
"Percuma kalau cuma ayah yang berjuang, bunda udah punya surat perceraian, Jisung lihat sendiri surat itu" Jeno semakin dibuat kaget dengan perkataan Jisung
"Beneran udah nyerah yaa"
"Jisung minta Janggan mau tandatangan yah, aku nggak mau kita semakin hancur " Jeno menganguk
"Ayah nggak akan biarin keluarga kita hancur, ayah mau perbaiki hubungan keluarga kita" Jisung mengangguk
"Sudah kamu tidur Sana! Ayah tau kamu pasti capek" Jeno mengantar Jisung untuk tidur dikamar nya
KAMU SEDANG MEMBACA
family breakdown
Fanfictionedisi sakit hati kapal karam -markmin? -nohyuck? -jichen? -nomin -markhyuck salah lapak hushus
