masing masing

2.5K 128 15
                                        

Salah lapak hus hus

Typo bertebaran

Happy reading....

Jaemin terbangun karena merasakan ada yang memeluk nya dengan erat, ia membuka matanya dan melihat jeno yang masih terlelap setelah peperangan ranjang kemarin

Jaemin mencoba untuk menyingkirkan tangan dan kaki Jeno yang masih berada ditubuh nya, namun suaminya itu malah semakin mengeratkan pelukannya, jaemin memilih mengalah dan menikmati pemandangan wajah sang suami

Tangan jaemin naik untuk menyingkirkan rambut Jeno yang menutupi wajah tampannya, ia tersenyum sambil terus memandang wajah tampan Jeno
Perlahan jaemin mengabsen seluruh inci wajah Jeno dengan jari nya

Jeno sempurna, jaemin bersyukur pernah mendapatkannya, mungkin ini akan menjadi kali terakhir ia berhubungan dengan Jeno sebelum ia pergi dari kehidupan nya, jika boleh berharap, jaemin tak ingin mereka berpisah, jika boleh jujur jaemin ingin sekali berlindung dibalik tubuh suaminya, jaemin mulai takut jika hidupnya tak bersama Jeno lagi, ia inggin berkata kepada Jeno untuk melindunginya

Tanpa sadar airmata jaemin menetes tanpa permisi, jaemin memeluk Jeno semakin erat ia mengusap airmata nya kasar

Jaemin kembali tertidur karena memang dirinya masih mengantuk dan lelah

Jeno membukakan matanya setelah yakin jika jaemin kembali tidur, ia sudah bangun sejak jaemin memainkan wajahnya tapi Jeno hanya diam membiarkan istrinya melampiaskan emosi nya
(Emosi bukan hanya marah kan?)

"Aku tau kamu masih mencintai ku jaem, aku juga tau kamu tak nyaman berada di dekat Mark, karena itulah aku tak mengizinkan mu untuk menceraikan ku" batin Jeno

Jeno perlahan melepaskan pelukan jaemin ditubuh nya, ia berdiri dan langsung memakai pakaiannya, sebelum pergi ia membenarkan selimut yang menutupi tubuh polos jaemin

"Aku pergi, terimakasih untuk semalam" Jeno mengecup kening jaemin sebelum pulang

💔💔💔

Jeno mengetuk pintu rumahnya menunggu Jisung membuka pintu

"Ayah! Ayah kemarin dari mana? Kenapa tidak pulang?" Tanya Jisung setelah membuka pintu

"Ayah meluruskan hubungan ayah dan bunda,  ayo masuk ayah sudah lapar" Jeno mengajak Jisung untuk masuk ke rumah

Dimeja makan Jisung tidak fokus dengan makanannya

"Kenapa nggak dimakan? Kamu nggak suka?" Tanya Jeno

"Suka yah tapi Jisung masih kepikiran ayah sama bunda, kalian beneran mau pisah?" Jisung menunduk memainkan nasi nya

Jeno berdiri dan menghampiri Jisung lalu menepuk pundak anaknya

"Kita nggak akan berpisah, kamu tidak usah khawatir" Jisung tersenyum setelah mendengar perkataan ayahnya

"Ayah serius! Nggak bohong kan?"

"Untuk apa ayah berbohong?" Jisung langsung memeluk ayahnya

"Tapi.... Ayah masih belum bisa bawa bunda kembali" Jisung melepas pelukan nya dan menatap Jeno bingung

"Maksudnya?"

family breakdownTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang