Chapter 16 Boss Baru Liu

14 7 1
                                        

Mendengar pernyataan dari Seok Zihan Jung yang masih menggunakan topeng, dengan nama samarannya, Alberd Smith, para karyawan terdiam selaku terkejut. Qin Ziyao Liu pun menatap sinis kearah, karena merasa tidak percaya dengan manager barunya.

“Jika kalian ingin dibayar, maka kerjalah dengan sepenuh hati. Aku mengharapkan kinerja dan hasil terbaik kalian.” Kata Alberd Smith sembari menyilangkan tangannya di dadanya. Para karyawan sedikit gemeteran dan terintimidasi ketika melihat tatapan matanya Alberd Smith yang ada dibalik topeng itu.

Lalu, suara langkah kaki terdengar mendekat kearah Alberd, ternyata itu Qin Ziyao Liu yang berjalan kearahnya. Setelah cukup dekat, Liu menamparnya, namun tangannya langsung ditangkap oleh Alberd Smith dan digenggam olehnya.
Qin Ziyao Liu mencoba memberontak, namun nihil. Cengkraman Alberd malah semakin kuat sembari matanya yang melotot ke gadis tersebut. Cengkraman serta dirinya yang terus mencoba memberontak, Qin Ziyao Liu mulai merasa kesakitan sambil mencoba melepaskan tangannya.

“Ghk! Lepasin aku! Sakit!” Bentak Qin Ziyao Liu kearah Alberd Smith. Dibalik topengnya, Alberd smith tersenyum. Karena Qin Ziyao Liu secara tidak langsung malah mau dijadikan contoh oleh Alberd, apa yang terjadi jika seseorang membangkang kepadanya. Selama beberapa detik, Alberd terus mencengkram tangannya, membiarkan Qin Ziyao Liu kesakitan dan memahami konsekuensinya. Begitu puas melihat Liu yang nampaknya sudah paham akibatnya jika membangkang, Alberd pun melepaskan cengkramannya.

“...Sekarang kamu sudah puas? Aku harap kamu paham akibatnya jika membangkang dariku, Qin Ziyao Liu...” Tegas Alberd smith dengan suaranya yang dalam dan mengintimidasi. Ketika Alberd menyebut namanya, Qin Ziyao Liu tercengang kaget. Mereka belum bertemu, tapi bagaimana ia mengetahui namanya? Apalagi Liu sedang tidak menggunakan tanda pengenal dibajunya.
Alberd Smith pun melirik kepada karyawan-karyawannya itu, ia mengingat pembahasannya dengan pemilik restoran yang sebelumnya, Pak Juzo, bahwa semua gaji karyawannya hanya  sebesar 4000 yen perbulan. Dan dari situ lah, Alberd menemukan sesuatu yang bisa dia gunakan untuk membuat mereka mau menurutinya dan termotivasi.

“Dengarkan! Jika kalian gajinya 4000 Yen dengan boss lama kalian, makaku gaji kalian 40.000 yen!” Seru Alberd Smith yang membuat Qin Ziyao Liu dan yang lainnya kaget, mereka menatap Alberd seolah tidak percaya dengan omongannya.

“...Kau tidak bohong? Memang benar gaji kami akan menjadi 40.000 Yen perbulan?” Tanya Qin Ziyao Liu sambil menatap Alberd dengan rasa curiga. Dia tersenyum dibalik topengnya sambil mengangguk dan menatap kembali Qin Ziyao Liu.

“Jika aku bohong, aku tidak akan membeli restoran ini dengan biaya 100% sampai boss kalian dipensiunkan. Maka dari itu, aku meminta kalian untuk bekerja sepenuh hati!” Jawab Alberd Smith sambil menatap mata Qin Ziyao Liu dan menghadap ke semua pegawainya. Mereka pun sepakat dan bersedia mengikuti Alberd. Begitu dia puas dengan respon mereka dan memperbolehkan mereka pulang, kecuali satu orang.

“Tidak, aku masih ada urusan denganmu, Qin Ziyao Liu.” Katanya sambil menahan Liu dan menggenggam tangannya sembari menariknya ke ruang manager.

“H-Hey! Apa-apaan ini!? Kamu mau apa  tiba-tiba narik aku!?” Teriak Qin Ziyao Liu sedikit gemeteran dengan aura milik Alberd. Ketika memasuki ruangan, tampak ruangannya agak berdebu dan kotor. Nampaknya sudah lama tidak dibersihkan ataupun dipakai.

“Ruangan disini memang begini kondisinya?” Tanya Alberd sembari melepas topengnya.
“I-Iya, ruangan ini kurang terpakai, jadinya tidak terawat dengan baik.”
“Begitu ya...? Yah...”

Diam-diam, Qin Ziyao Liu mencoba melihat wajahnya Alberd Smith. Namun sebelum Liu bisa mendapatkan sedikit tampang wajahnya, Alberd sudah memakai topengnya lagi dan membuat Qin Ziyao Liu agak kecewa.

‘...Untung saja tidak ketauan...’ Pikir Seok Zihan Jung sembari melihat kesekitarnya dan ia mengeluarkan sejumlah uang yang mana diberikan kepada Qin Ziyao Liu.

“E-Eh? Apaan in-“
“Bersihkan ruangan ini, nanti saya beri kamu bonus dari hasil kerja kerasmu. Ditambah, aku juga tau kamu membutuhkannya...” Sela Alberd, menghentikan Liu sebelum selesai bertanya. Qin Ziyao Liu juga tercengang melihat uang dua tumpuk dan hitungannya sekitaran 8000 yen. Setelah melihat total uang itu, Qin Ziyao Liu melihat kembali kearah Alberd.

“...Benarkah ini bonusnya?”
“Sekitaran 8000 yen, tapi jika kamu mau lakukan. Jika tidak, maka aku akan meminta yang lain untuk melakukannya dan uangnya untuk mereka.” Jelas Alberd Smith sembari melihat kearahnya. Seketika, Qin Ziyao Liu langsung menerimanya.

“Baik, aku akan membersihkan semuanya.” Qin Ziyao Liu yang menerima tawaran itu dan segera pergi keluar ruangan manager dan mengambil sapu beserta beberapa alat pembersih lainnya. Liu mulai membersihkan ruangannya, sementara Alberd duduk di kursi boss sembari menuangkan teh yang ada disana, entah sudah berapa lama teh itu berada disitu...

‘...Aduh, pahit banget...’ Komentarnya dalam batin begitu merasakan tehnya.

“Umm... Ada apa dengan tehnya?” Tanya Qin Ziyao Liu yang melihat Alberd yang terlihat diam begitu meminum tehnya. Alberd smith hanya bisa menarik nafas sambil menahan rasa pahit di lidahnya, dan menoleh ke Liu setelah beberapa saat.

“Tidak apa-apa... Hanya saja teh nya terlalu pahit...” Jawab Alberd yang membuat Qin Ziyao Liu teringat, ia lupa gula untuk tehnya.

‘Aduh... Aku lupa naruh gula didalam tehnya...’ Qin Ziyao Liu pun segera mengambil cangkir teh Alberd dan segera berlari keluar untuk menambahkan gula didalam tehnya.

‘...Haah.... Pantas saja kenapa aku sejak dulu suka dengannya’ Pikir Seok Zihan Jung sembari menepak jidatnya sendiri sambil mengeluarkan tawa kecil ketika menyaksikan kecerobohan Qin Ziyao Liu yang lupa memasukan gula.
Setelah beberapa menit, Qin Ziyao Liu kembali kedalam ruangan manager setelah membuat teh yang baru dengan gula dan menaruhnya diatas meja Alberd.

“Ini dia, maaf pak... Tadi kelupaan memakai gula...” Ucap Qin Ziyao Liu sembari membungkukan badannya kearah Alberd, dimana si Bos hanya mengangguk. Ketika Albert mengambil gelas tehnya, Liu seketika penasaran dengan tampang wajahnya.
Tapi, yang terjadi membuat harapan Liu harus digantung. Alberd menaruh sedotan di tehnya, jadi dia bisa meminumnya tanpa perlu membuka topengnya. Merasa kecewa, Liu pun kembali membersihkan ruangan itu dengan ekspresi yang cemberut.

“...Hehaha... Kamu ingin melihat mukaku, bukan?” Tanya Alberd smith sembari tertawa yang membuat Qin Ziyao Liu langsung mengangguk.

“Boleh kok, tapi gak akanku buka sekarang. Lagian ini hari pertama kita bertemu, nanti saja.” Dan lagi, harapan Liu harus digantung mendengar jawaban Alberd. Liu pun mengembungkan pipinya dan lanjut membereskan ruangannya. Reaksinya membuat Alberd merasa terhibur melihatnya.

Setelah selesai membersihkan ruangan tersebut, Qin Ziyao Liu duduk di kursi depan Alberd karena kelelahan. Alberd yang melihat-lihat ruangan, sekarang sudah bersih dan rapih, lebih nyaman dan layak untuk digunakan dan dipandang.
Alberd pun menoleh kembali ke Qin Ziyao Liu didepannya yang sedang duduk, melihat ia berkeringat dengan nafas yang sedikit terengah-engah.

“Mmmm... Kerja bagus, terimakasih ya telah membereskan ruangan ini. Kamu boleh pulang sekarang. Dan sebelum aku kelupaan, ini dia...” Kata Alberd yang berterimakasih dan menaruh uang yang tadi dijanjikan. Namun yang membuat Liu kaget adalah, uangnya lebih banyak dari yang dijanjikan  sebelumnya.
Awalnya hanya 2 tumpuk, dan ditambah 1 tumpuk. Total yang diberikan kepada Qin Ziyao Liu adalah 3 tumpuk dan nominalnya sekarang sekitaran 12.000 yen. Melihat uang itu Liu segera menolaknya.

“T-Tuan... I-Ini terlalu banyak...” Gagap Qin Ziyao Liu sembari menatap Alberd. Si bos hanya tersenyum dibalik topengnya dan menatap Qin Ziyao Liu.

“Itu adalah hasil kerja keras kamu terima saja. Anggap sebagai bonus karena tidak membuat suasananya membosankan...” Jawab Alberd Smith, sembari menatap Qin Ziyao Liu. Setelah beberapa lama memikirkannya, dan ditambah desakan Alberd untuk Liu menerimanya, si gadis pun berdiri dan menerima uang tersebut.

“...Begitu ya? Terimakasih pak... Kalau begitu, saya izin pulang. Terimakasih atas hari ini...” Kata Qin Ziyao Liu, yang  membungkukan badannya dan berjalan keluar meninggalkan ruangan dan tempat kerjanya. Liu juga jadi senyum dan hatinya senang karena mendapat uang tambahan  hasil kerja kerasnya.

Di tempat kerja, ruangan manager, Alberd melepaskan topengnya dan diletakan dimeja. Alberd pun berubah menjadi Seok Zihan Jung, dimana dia tersenyum sendiri ketika melihat Qin Ziyao Liu tersenyum dan senang.


“...Hehe... Senang sekali melihat dia senang...”

code love protocol [END] [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang