Begitu malam, dengan udara dinginnya dan suasana yang lebih sepi, Qin Ziyao Liu sekarang sedang dalam perjalanan pulang dari restoran tempat kerjanya. Sepanjang perjalanan, ingatannya dimana Seok Zihan Jung meminum banyak sekali Sake membuatnya gelisah, dan entah gimana kondisinya sekarang. Bahkan, Qin Ziyao Liu sendiri jadi sering memikirkannya, walau sudah mencoba keras untuk melupakannya, tapi tetap saja ingatannya itu mengganggunya.
‘...Keadaannya Zihan sekarang gimana ya? Dia minum banyak banget tadi siang...’ Pikirnya dengan cemas sembari meneteskan air matanya. Membayangkan Seok Zihan Jung yang meminum 9 botol alkohol dan memesan menu salmon mentah membuat hatinya sakit.
Sementara itu... Seok Zihan Jung masih di restoran, di ruangan managernya lebih tepatnya. Setelah membereskan beberapa hal disana dan menutupnya, barulah ia berjalan keluar dari sana dan melepas topengnya lalu menghirup udara segar dan sejuk malam hari.
“Haaaah... Akhirnya lega juga, ini topeng bener-bener agak pengap ya? Yasudah lah, sekarang mending pulang ke apart dan rebahan...” Ujarnya sembari menaruh topengnya kedalam tasnya. Sepanjang perjalanan, dia menyetel lagi di earphonenya sambil menikmati pemandangan dan udara sejuk malam.
‘...Gak... Bukan yang ini... Buset sejak kapan aku punya ini lagu...? Nah ini dia...’ Begitu menemukan lagu kesukaannya, langsunglah disetel olehnya.
Sembari mendengarkan melodi dan beat lagunya itu, sepanjang perjalanan Zihan terus melihat-lihat sekitaran kota. Bahkan dimalam hari, masih banyak orang-orang yang sedang beraktivitas. Namun jika dipikir lagi olehnya, hari ini itu hari minggu.
Zihan akhirnya tiba didepan gedung apartmennya itu. Begitu berjalan dan memasuki lift, dia langsung teringat kembali reaksinya Liu waktu dia melihatnya memesan banyak Sake dan salmon mentah.
‘...Dipikir-pikir... Reaksinya Liu gimana ya? Mana aku meminum banyak Sake lagi. Ya tapi langsung ku tukar dengan air sih...’ pikirnya dalam batin. Namun Zihan mengira akan lebih baik untuk tidak terlalu memikirkannya dan lihat nanti saja.
Sampai di lantai 6, pintu lift terbuka dan Zihan berjalan keluar, namun malah melihat sesuatu yang tidak dia sangka. Zihan melihat Qin Ziyao Liu yang berdiri di depan unit apartnya sembari memegang bunga. Kemudian, Zihan pun coba mendekati Liu yang berdiri termenung disana.
‘Zihan belum membuka pintunya daritadi, apa dia ketiduran didalam ya?’ Pikir Liu yang berdiri didepan pintu unit Zihan. Ia juga sambil menatap kebawah dengan ekspresi yang sedih, ditambah perasaan bersalah yang mencekam di hatinya itu.
Namun ketika mau mengetuk lagi, Zihan ternyata sudah ada disampingnya dan membukakan kunci pintunya. Menyadari itu, Liu terkejut mengetahui Zihan sudah disampingnya.
Mata mereka terkunci ke satu sama lain, sampai akhirnya Liu memalingkan wajahnya, dan menoleh kembali menghadap Zihan begitu menarik nafas panjang.
“...Zihan... Aku mau bilang, Maaf... Maaf, aku selama ini salah menilaimu...” Katanya sembari menunduk, membuat Zihan merasakan sedikit bersalah juga. Pasalnya ini juga salahnya yang membuat kesimpulan dan menutupnya secara sepihak, dan juga ditambah melakukan acting didepannya yang membuat Liu merasa lebih bersalah.
“...Aku juga minta maaf, Liu. Tapi aku lebih bersalah, karena terlalu cepat menyimpulkan dan menutup serta menghiraukanmu waktu itu...” Balas Seok Zihan Jung yang juga menundukan kepalanya. Beberapa detik kemudian, mereka menatap ke satu sama lain dan tersenyum, merasa lega kesalahpahaman dan masalah diantara mereka telah selesai.
Selang beberapa saat, Zihan membuka pintu apartnya dan ia menatap ke Liu sambil memegang tangannya.
“Mau masuk?” Tawar Seok Zihan Jung sembari menoleh kepada Liu yang menerima tawarannya sembari menganggukan kepalanya.
Setelah mereka berdua masuk, Qin Ziyao Liu menatap kearah Seok Zihan Jung dan tiba-tiba si cowok menatapnya balik dan tersenyum. Melihat senyumannya itu, Liu merasa pipinya memanas dan tersenyum kembali, mengetahui itu senyum Zihan yang biasanya.
“Duduk dulu aja ya?” Kata Zihan sembari melepas jasnya dan di gantung olehnya dengan gantungan baju, barulah Zihan menaruh tasnya ke kamarnya. Karena jika tasnya digeledahi oleh Liu dan dia menemukan topeng Alberd Smith nya, otomatis Identitas Zihan akan terbocorkan.
“Jadi... Syukurlah kita sekarang sudah baikan ya, Liu? Aku harap kedepannya tidak ada masalah lagi.”
“Mmm... Aku juga, Zihan. Sekali lagi, maaf soal aku yang benar-benar dingin ke kamu...”
“Udah lah... Itu juga karena aku. Malah aku yang harusnya minta maaf. Kamu gak ada salah apa-apa sebenernya, Liu...” Jawab Seok Zihan Jung sembari menatap ke si gadis yang duduk disebelahnya.
“Malah aku paham kok, dan sikap dinginmu kepadaku itu... Aku tidak bisa menyalahkanmu, karena kamu punya alasan yang kuat mengapa kamu begitu...”
“Jadi Liu, sekali lagi... Tolong maafkan aku ya? Padahal aku yang nembak kamu, tapi aku yang menutup pintunya.” Lanjut Zihan dan diakhiri dengan kiasan ketika dia langsung menghiraukan Qin Ziyao Liu waktu itu.
Kemudian, Seok Zihan Jung mendengar tangisan kecil disebelahnya. Begitu melihat ke samping, Liu menangis ketika mendengar kata-kata Zihan, hatinya terasa sesak dan sakit karena terharu namun juga merasa bersalah karena sikapnya yang dingin dan mencueki Zihan, padahal Liu bisa saja melakukan hal yang lebih baik seperti mencoba berbicara kepada Zihan untuk penjelasan.
“Liu... Hei, kenapa? Gak usah nangis...” Tanya Seok Zihan Jung sembari mengelap air matanya Liu yang mengalir dan membasahi pipinya. Liu melihat ke Zihan lagi, dimana dia tersenyum, yang mana senyumannya itu adalah yang ramah dan hangat, serta pengertian dan lembut.
Setelah Qin Ziyao Liu selesai menangis dan mulai tenang sedikit dari luapan emosinya, ia kemudian menatap kearah Seok Zihan Jung yang masih mengelus pipinya. Walau merasa malu, Liu juga merasa lega, juga aman dan nyaman merasakan tangannya Zihan di pipinya itu.
“S-sudahlah, Zihan... Lepasin pipiku, kamu juga kenapa masih ngelusin pipiku?” Ujar Qin Ziyao Liu sambil tersenyum dengan mukanya yang memerah sembari merasa sedikit malu.
Walau mencoba memasang wajah kesal atau cemberut, Liu gagal karena telah di kuasai kebahagian yang membuatnya tidak bisa berhenti tersenyum.
“Liu... Aku mau jelasin soal yang waktu itu.” Mendengarnya, Liu langsung memberikan perhatian penuh, bersedia mendengarkan klarifikasinya Zihan.
“Sebenarnya... Orang yang waktu itu jalan bersamaku didepan sekolah adalah temanku dari korea, juga karena tadi dijalan kita ketemu dan aku mengetahui arah rumah kita kesekolah dan pulangnya sama, jadi kita jalannya barengan...” Jelas Seok Zihan Jung sembari menatap mata Qin Ziyao Liu. Dan tampak jelas seberapa terkejutnya Liu dari ekspresi wajah dan matanya yang melebar.
‘Eh? Tunggu, jadi selama ini aku salah paham waktu itu!?’ Teriak Liu didalam hati, memarahi dirinya sendiri yang dongo sembari menahan rasa malunya.
‘AHHH!!! QIN ZIYAO LIU, KAMU BODOH! KOK BISA-BISANYA AKU NGIRA ZIHAN COWOK BEGITUAN YA!?’ Lanjutnya didalam batinnya.
“...T-Ternyata begitu ya? M-Maafkan aku Zihan, Kukira kamu itu... Ummm...” Ucap Qin Ziyao Liu, namun ragu untuk melanjutkan yang terakhirnya. Mengetahui maksudnya, Zihan tertawa kecil kepadanya.
“...Ah gak apa-apa... Lagian kamu juga gak tau kan kalo dia hanya temanku saja?” Balas Zihan sembari menatap mata Qin Ziyao Liu yang mulai meneteskan air matanya lagi.
“Ampun... Udah udah, jangan nangis terus. Cengeng amat kamu jadi cewek.” Komentarnya Zihan sembari tersenyum sengir yang membuat Qin Ziyao Liu langsung mengembungkan pipinya dan cemberut ketika disebut ‘cengeng’ oleh Zihan.
“Hey! Aku gak cengeng loh ya!?” Seru Qin Ziyao Liu dengan kesal sembari melotot kearah Zihan yang terus tersenyum sambil menjahilinya sedikit.
“Ngomong-ngomong, kamu lapar gak? Aku bakal masak kalo kamu mau...” Tawar Seok Zihan Jung yang melepaskan pipinya Liu dan berdiri dari sofa sembari melihat kearah Qin Ziyao Liu. Mendengar tawarannya, Liu langsung mengangguk dengan girang begitu membayangkan masakan Zihan yang enak, terutama setelah memakan dan masih ingat rasa daging yang pernah Zihan masak waktu itu.
“Mau! Mau mau! Makasih, Zihan!” Teriak Qin Ziyao Liu yang kesenangan dan tersenyum lebar, juga ia langsung memeluk Seok Zihan Jung dengan erat begitu berdiri, atau tepatnya loncat dari tempat duduknya.
“...Hehe... Sama-sama, Liu...”
KAMU SEDANG MEMBACA
code love protocol [END] [Terbit]
Fiksi Remajamengisahkan seorang Seok Zihan Jung yang pindah dari negara asalnya karena statusnya terus di bully ia pindah kejepang dan memulai hidupnya dari awal selama perjalanan hidupnya Seok Zihan Jung menemukan cinta sejatinya yaitu Qin Ziayo Liu namun sela...
![code love protocol [END] [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/377519131-64-k629598.jpg)