Chapter 18 Tutur Kata Hati

18 6 7
                                        

Seok Zihan Jung sembari mengelus kepalanya Qin Ziyao Liu sambil ia tersenyum. Dalam hatinya, Zihan merasa puas karena akhirnya tujuannya sudah tercapai tuntas.
‘...Liu... Akhirnya kamu menjadi milikku. Tak ada kata-kata yang bisa mengekspresikan sebahagia apa diriku ini olehmu...’ Tutur batinnya Zihan sembari terus mengelus kepala Qin Ziyao Liu, dan seketika Zihan baru saja mengingat sesuatu.

“Eng... Liu, aku mau masak dulu, bisa lepas dulu pelukannya?” Tanya Seok Zihan Jung sembari menoleh Qin Ziyao Liu. Awalnya Liu nggak mau lepas, tapi mengerti Zihan harus masak untuknya dan Zihan sendiri, dia pun lepas walau merasa enggan.

“...Mmmhh... Baiklah, aku tunggu di sofa ya?” Qin Ziyao Liu dengan nurut melepas pelukannya dan berjalan kearah sofa sambil menunggu Zihan selesai.
Melihat dirinya itu, Zihan tersenyum dan menghela nafas lega. Akhirnya masalah diantara mereka telah tumpas.

‘Sudah kembali normal seperti dulu ya... Syukurlah, semuanya itu tidak jadi sia-sia.’ Ucapnya dalam hati, benar-benar bersyukur dengan hasilnya ini. Berjalan ke dapur dan membuka kulkasnya, Zihan melihat isi kulkasnya yang sudah terisi.
Setelah memilih dan mengambil apa yang diperlukan, Zihan mulai memotong semua sayuran itu dengan sangat cepat dan menata semuanya di meja dapur. Lalu, ia menyalakan kompor dan memasukan minyak secukupnya ke dalam panci dan memanaskannya.

‘Berarti aku bakal masak apa dengan semua ini? Ah... Yang sudahku tentukan sajalah, siapa tau Liu bakal suka.’ Setelah memutuskan apanyang akan dimasaknya, ia menuangkan nasi yang kemarin terlebih dahulu kedalam wajan dan mentumisnya. Barulah setelah itu, Zihan masukan semua sayuran dan mengaduk semuanya menjadi satu, dan menggunakan garam kedalamnya dan bumbu lainnya.

‘Rasanya kayak kurang, apa perlu pake saus cabai ya?’ Pikir Zihan yang mana dia mengambil saus cabainya dan menuangkannya kedalam wajan. Setelah tercampur rata dan mencicipinya lagi, rasanya sudah pas dan siap disajikannya.

‘Ok, tinggal sedikit lagi... Tambahin ini lah.’ Lanjutnya sembari menggunakan beberapa kunyit ke wajannya. Begitu tercampur dan ditambah panas dari wajan, aromanya yang wangi itu menyebar keseluruh apartemennya.

‘Eh? Wangi apa ini? Dari dapur ya?’ Qin Ziyao Liu yang mencium aromanya pun terpikat untuk bangun dari sofa dan berjalan ke dapur. Semakin ia mendekat, semakin kuat dan tercium aromanya itu. Disana, ia melihat Seok Zihan Jung sedang menghidangkan masakannya dimeja. Namun belum selesai ternyata, Zihan kembali ke kompor dan memecahkan telur dan memasaknya menjadi telur orak-arik.
Selama dia sedang fokus memasak, Zihan tidak menyadari Liu sudah duduk di kursi meja makan sembari memandangi Seok Zihan Jung dari belakang.

‘Beneran dah, ini cowok menara...’
“Udah belum Liu? Kamu udah duduk disana?” Panggil Seok Zihan Jung yang merasakan kehadirannya Liu, dan memanggil untuk memastikan.
Zihan mematikan kompornya dan menyajikan telur orak-arik nya ke piring dan membawanya ke meja. Setelah semua dihidangkan di meja, Liu menatap semua hidangan masakannnya Zihan sambil ngiler, apalagi ditambah dengan armoanya yang memikat.

“Huwaa...” Kagum Qin Ziyao Liu sembari menatap hidangan di meja. Seok Zihan Jung duduk di kursinya didepan Liu. Melihat ekspresi dan reaksi Liu, Zihan mengeluarkan tawa kecil yang membuat Liu langsung kembali tersadar dan mengelap liurnya.

“Hehe... Kamu boleh makan duluan kok, Liu. Lagipula ini juga untuk kamu...” Ucap Zihan yang mempersilahkan Liu mengambil suapan pertama sembari tersenyum. Qin Ziyao Liu pun langsung mengambil mangkok dan sumpitnya, lalu mengambil telur orak-arik duluan dan mencicipinya. Sesuai dugaannya, rasanya memang benar-benar bikin nagih dan Liu mulai mencoba semuanya satu persatu.

‘Ternyata bener-bener imut ya kamu itu, Liu? Walau pernah cuek dan dingin ke aku sih. Tapi tetep aja...’ Pikirnya sembari memperhatikan Liu. Setelah itu pun, Zihan mengambil mangkok dan sumpitnya, dan mulai menyantap makanannya.

code love protocol [END] [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang