“Terimakasih sudah mengantarkan pesananku, ini tip buat kamu.” Kata Seok Zihan Jung yang menaruh uang 200 yen di meja. Ia mulai memakan salmon mentahnya dan membuka botol Sake nya.
Qin Ziyao Liu mulai khawatir terhadap Seok Zihan Jung yang memakannya dengan lahap dan meminumnya sampai habis. Lalu, Seok Zihan Jung memanggil Qin Ziyao Liu.
“Berikan lagi aku Sake nya.” Pesan Seok Zihan Jung sembari tersenyum, bahkan ia terlihat belum terpengaruh efek alkoholnya sama sekali.
Melihat botol yang diminum oleh Seok Zihan Jung habis dan memesan lagi, Liu segera kebelakang dan mengambilnya lagi.
Begitu diberikan, dia menatap Seok Zihan Jung sambil mencoba menatapnya dengan dingin dan cuek.
“...Kalo kamu mabuk, aku gak tanggung jawab.. ” Bisik Qin Ziyao Liu ke Seok Zihan Jung, dan dia pun merespon setelah menelan yang dimulutnya.
“...Tenang... Lagi pula aku yang meminta ini...” Begitu mendengar responnya, Liu pun berjalan cepat meninggalkan Seok Zihan Jung yang fokus menikmati salmon mentah dan Sake nya.
Seketika Seok Zihan Jung langsung tersenyum, bahkan setelah beberapa botol, ia tidak mabuk sama sekali.
Mengapa bisa? Karena Zihan sudah menukar isi Sake nya dengan air putih biasa begitu Qin Ziyao Liu membalikan badan dan tidak melihat. Makanya, Zihan bisa minum sebanyak apapun tanpa masalah.
‘Hehe... Untung aja langsungku tukar isinya dengan air. Ya, walau harus cepat sih, tapi tidak masalah.’ Ujarnya dalam batin sembari terus meminum airnya sampai habis dan menyelesaikan makannya. Dan setiap kali habis, dia terus memanggil dan meminta tambahan ke Qin Ziyao Liu.
‘...Zihan... Apa yang bikin kamu minum sebanyak ini? Kamu sudah habis sebanyak 7 botol...’ Pikir Qin Ziyao Liu yang khawatir dibalik ekspresinya yang tenang itu sembari membawa botol alkohol yang dipesan Seok Zihan Jung.
Begitu Seok Zihan Jung meminum botol yang ke-8 nya, Liu mulai khawatir karena Seok Zihan Jung sudah meminum banyak. Namun yang membuatnya sedikit terkesan, dan lebih banyak ke cemas, adalah fakta Zihan tidak terlihat mabuk sama sekali, bahkan masih tersenyum seperti biasanya.
“Ah, Sake nya taruh dimeja saja.” ucap Seok Zihan Jung sembari masih tersenyum. Juga dengan melihat Qin Ziyao Liu yang semakin khawatir dan sedikit panik ketika melihat Seok Zihan Jung yang terlihat masih kuat untuk minum.
‘...Zihan, kamu benar-benar gila...’ Komentar Qin Ziyao Liu dalam batinnya, sembari menaruh Sake pesanannya dan kembali bekerja melayani pelanggan lainnya. Lagi-lagi, begitu Liu membalikan badannya dan berjalan menjauh, Zihan langsung menukar Sake nya dengan air putih.
Seok Zihan Jung pun lanjut lagi meminum air yang ada dibotol Sake nya itu sampai habis, lalu menaruh botolnya begitu selesai. Selesai menikmati dan merasa puas, Seok Zihan Jung pun beranjak berdiri dari kursinya dan berjalan kearah meja kasih. Kasirnya pun tidak lain lagi adalah Qin Ziyao Liu kebagian tugas menjaga kasir lagi disana. Liu melihat Zihan mendekat, dan melihatnya tidak terlihat mabuk sama sekali, entah mengapa Liu jadi gemetaran dan sedikit takut.
“Berapa semuanya?”
“S-Semuanya jadi 6275 yen...” Jawab Qin Ziyao Liu yang semakin khawatir. Meski Seok Zihan Jung sudah banyak minum, tapi mukanya tidak merah sama sekali atau terlihat teler dan mabuk.
Mendengar total bayarannya, Seok Zihan Jung pun mengeluarkan black cardnya dan membayar sebesar 9171 yen. Melihat jumlahnya, Qin Ziyao Liu yang sudah lebih kaget dari waktu Seok Zihan Jung membayar makanannya terakhir kali dia makan disini.
“I-Ini terlalu banyak, Zihan.” Kata Qin Ziyao Liu yang perlahan menatap ke Seok Zihan Jung tersenyum kecil. Senyumnya tanpa disadari Liu melebar sedikit, akhirnya Liu memanggilnya dengan namanya lagi, bukan dengan “kamu”.
‘Mmmh... Berhasil, meski sedikit sih. Tapi paling tidak dia nggak begitu cuek lagi...’ Pikirnya sambil berjalan keluar restorannya.
“Ambil saja, kembaliannya untukmu...” Ujar Seok Zihan Jung sambil sedikit tersenyum. Sampai diluar restoran, Zihan pun bertemu dan menghampiri pemilik restoran yang sudah menghampirinya diluar.
”Bagaimana, nak Zihan? Apa sesuai dengan yang anda inginkan?” Tanya sang pemilik restoran itu yang bernama Juzo, Zihan menganggukan kepalanya sambil tersenyum sebagai jawaban “iya”.
“Iya, sesuai ekspetasi, aku puas...” Jawab Seok Zihan Jung kepada Juzo. Begitu Juzo mendapat jawabannya, diapun membuka koper kecil yang dimana berisi kunci kepemilikan restoran itu. Zihan pun dengan senang hati menerimanya, begitu mengambil kuncinya dan ditaruh didalam saku jasnya.
“Baiklah, kalau begitu... Apa perlu saya umumkan?” Tanya Juzo, yang mendapatkan anggukan dari Seok Zihan Jung.
“Umumkan saja malam ini begitu mau tutup. Tapi mohon gunakan nama samaranku, Albert Smith” Jawab Seok Zihan Jung yang membuat Juzo tersenyum kecil. Mereka pun berpisah dulu, dimana Juzo masuk kedalam restoran dan Seok Zihan Jung pergi pulang dulu, untuk kembali lagi nanti malam.
Dijalan, Seok Zihan Jung tersenyum dan senang, karena semua rencananya berhasil, dan ia mendapatkan apa yang dia mau.
‘Semua sesuai dengan perhitunganku... Sekarang aku pulang dulu dan kembali lagi nanti malam, barulah restorannya resmi menjadi milikku.’ Pikitnya sembari menggenggam kunci kepemilikannya itu.
Malamnya, dimana restoran sudah tutup, namnn semua pegawai masih disana. Juzo meminta mereka untuk tidak pulang dulu karena akan memberikan pengumuman.
“Baiklah, karena semuanya sudah disini, aku akan mengumumkannya. Mulai hari ini, aku sebagai pemilik restoran ini, akan pensiun. Maka, saya akan serahkan kepada Albert Smith...” Umumannya Juzo, dan jelas mereka yang mendengar ini menunjukan reaksi mereka. Semua karyawan kaget dan merasa tidak percaya, bahkan Qin Ziyao Liu sangat kaget bahwa Juzo sudah mau pensiun.
“Tapi, Pak Juzo, kenapa anda memilih pensiun dan menjual restoran ini kepada orang lain? Kami bahkan belum juga bertemu atau mengenalnya.” keluh Qin Ziyao Liu sembari menatap sang pemilik restoran itu. Beberapa karyawan setuju dengan perkataan Liu.
“Nak Liu... Saya sudah tua, saya ingin istirahat dan menikmati waktu-waktu ku bersama keluargaku.” Jelas Juzo yang membuat Qin Ziyao Liu melihat kebawah dengan wajah yang sedih.
“Tapi saya akan berkunjung kembali kesini kok, untuk melihat sejauh apa dan sebagus apa kalian bekerja dibawah naungan pemilik dan manager baru kalian. Saya yakin dia bisa membawa kalian lebih jauh daripada pak tua ini...” Tambah Juzo sembari menepuk pundaknya Qin Ziyao Liu sambil tersenyum kecil.
Begitu selesai mengumumkan, mereka semua berpamitan dengan Juzo. Namun sebelum dia pergi, Seok Zihan Jung yang memakai sebuah topeng pun masuk dan menghampiri Juzo begitu dia melihatnya masuk.
Karyawan yang lain pun menyadari kedatangannya Seok Zihan Jung, atau Alberd Smith yang Zihan gunakan sebagai nama samarannya.
“Semuanya, ini adalah Alberd Smith, pemilik baru restoran ini. Mungkin dia terlihat sedikit mengintimidasi, tapi saya bisa jamin dia adalah orang yang baik. Hanya saja dia malu menunjukan wajahnya, hahaha...” Jelas Juzo yang sambil memperkenalkan Zihan dengan nama samarannya itu. Zihan atau Albert Smith pun menghadap ke para karyawan dan membungkukan badannya sebagai tanda hormat dan perkenalan.
“Ya, semoga kalian betah dengannya ya? Kalau begitu, saya pamit. Semoga kita bisa bertemu lagi, semuanya. Dan tuan Albert, kuserahkan tempat ini dan mereka di tanganmu...” Dengan begitu, Juzo pun pergi keluar restoran dengan koper dan tasnya, mereka semua pamit begitu melihat Juzo pergi meninggalkan restoran itu dan juga mereka.
‘Terimakasih Pak Juzo, telah memberiku restoran ini...’ Kata Seok Zihan Jung yang berterimakasih kepada Juzo dalam hatinya.
‘Liu, kamu akan tau suatu hari nanti...’ pikirnya sembari masuk kembali kedalam restoran. Begitu didalam, Albert menoleh dan menghadap para karyawan sambil tersenyum dibalik topeng yang ia pakai.
Para karyawan juga menoleh kearah Alberd yang berada didepan mereka. Alberd pun angkat suara, yang mana suaranya sedikit berat.
“...Mulai hari ini, kalian bekerja dibawah kepemimpinanku. Maka dari itu, mohon kerja samanya, semua...”
KAMU SEDANG MEMBACA
code love protocol [END] [Terbit]
Teen Fictionmengisahkan seorang Seok Zihan Jung yang pindah dari negara asalnya karena statusnya terus di bully ia pindah kejepang dan memulai hidupnya dari awal selama perjalanan hidupnya Seok Zihan Jung menemukan cinta sejatinya yaitu Qin Ziayo Liu namun sela...
![code love protocol [END] [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/377519131-64-k629598.jpg)