Setelah Seok Zihan Jung dibawa ke rumah sakit, ia segera dibawa ke ruangan UGD, dimana diaakan diberikan penanganan dan perawatan lanjut. Namun, ia sedang jatuh koma. Untungnya hal yang serupa tidak teralami oleh Qin Ziyao Liu. Ia sekarang sudah sadar dan melihat dirinya di rumah sakit.
“Ugh... Ini... dimana...?” Qin Ziyao Liu yang bertanya ke dirinya sendiri sembari melihat sekitarnya yang penuh dengan alat-alat medis dan tiba-tiba, masuklah seseorang dengan menggunakan jas dokter dan menghampiri Qin Ziyao Liu.
Qin Ziyao Liu yang melihat orang itu pun terkejut, “Kakak...” gumamnya begitu ia melihat si dokter.
“Liu... Syukurlah kamu sudah tidak kenapa-napa...” ucapnya sembari mengelus kepala Qin Ziyao Liu. Si gadis menerimanya sambil memeluk kakaknya itu.
“Ngomong-ngomonng, Kenapa Kak Kai ada disini? Kakak lagi magang?” tanya Qin Ziyao Liu sembari menatap sang kakak, yang melihatnya sembari tersenyum dan menjawab pertanyaannya itu.
“Iya, Kakak lagi magang jadi dokter disini. Ketika kakak lulus, kakak bisa praktek dan kerja.” Jawab kakaknya, yang bernama Kai Ziyang Zhang, sembari berdiri dan menatapnya kembali kearah Qin Ziyao Liu.
“Liu, Kakak tinggal dulu ya. Soalnya kakak harus mengurus pasien lain yang namanya Seok Zihan Jung” kata Kak Kai yang membuat matanya Qin Ziyao Liu melebar dan terkejut Ketika mendengar nama pasien yang disebutkan.
Serentak, Qin Ziyao Liu menatap ke kakaknya dengan shock lalu bertanya dengan panik. ”Seok Zihan Jung!? Kakak, kenapa dia!?” tanya Qin Ziyao Liu kepada kakaknya yang berjalan menuju pintu keluar kamar. Begitu mendengar pertanyaan adiknya, ia berhenti sejenak dan melirik kearah Qin Ziyao Liu.
“Oh? Kamu kenal dia? Pasien Seok Zihan Jung mengalami koma. Kakak tidak tahu kapan ia akan tersadar. Untuk alasan mengapa dia bisa jatuh koma, Kakak akan jawab itu nanti.” Jawab Kai Ziyang Zhang sembari berjalan cepat keluar dari ruangannya Qin Ziyao Liu.
“...Kak Kai...” Kata Qin Ziyao Liu dengan suara yang pelan, merasa sedikit putus asa dan khawatir mendengar kondisinya Seok Zihan Jung.
Diluar, Kai Ziyang Zhang sedang nyender ke tembok samping pintu dan berpikir, berbicara didalam hatinya
‘Maafkan kakak, Liu. Kakak tidak bisa memberi tau keadaannya Seok Zihan Jung. Jika kamu mengetahui kondisinya, kamu akan bersedih terus...’ ucap Kai Ziyang Zhang didalam hati dan berjalan meninggalkan kamar Qin Ziyao Liu.
Kai Ziyang Zhang mengingat kembali ketika kedua pasien datang bersamaan dan membuat Kai Ziyang Zhang langsung datang dan shock melihat siapa pasien itu.
“Liu...?” gumannya dibawah nafasnya sembari menyuruh orang-orang langsung membawanya ke ruangan perawatan. Sementara Seok Zihan Jung, Dia belum dimasukan, karena Kai Ziyang Zhang ingin melihat kondisinya sebelum di rawat.
Lalu Kai Ziyang Zhang bertanya kepada petugas masalah pasien itu sembari melihat salah satu petugas. “Apa yang terjadi dengannya?”
“Namanya Seok Zihan Jung, orang yang menyelamatkan nona Qin Ziyao Liu dari kebakaran. Kami kira sudah mengevakuasi semua korban yang cedera disana.” Jelas salah satu petugas itu, ia menarik nafas sejenak dan melanjutkan.
“Tapi kita baru di informasikan lagi oleh anak ini, bahwa masih ada satu lagi. Dan ternyata itu adalah Nona Qin Ziyao Liu yang diselamatkan oleh Seok Zihan Jung.” Lanjut si petugas itu. Mendengar penjelasannya, Kai Ziyang Zhang langsung menampar petugas itu dan marah.
“APA KALIAN BODOH!? SEBAGAI PETUGAS, KENAPA BISA-BISANYA TIDAK BISA FOKUS!!!” Balas Kai Ziyang Zhang sembari menarik keras kerah seragam petugas itu menatapnya tajam. Kai Ziyang Zhang pun melepaskannya dan kembali fokus ke Seok Zihan Jung.
Kai Ziyang Zhang berjalan meninggalkan petugas dan memanggil para perawat “Cepat bawa pasien ini ke ruang operasi, sekarang!” Kata Kai Ziyang Zhang dan membuat para perawat langsung bergegas membawa Seok Zihan Jung ke ruangan operasi. Kai Ziyang Zhang mengikuti untuk merawat Seok Zihan Jung yang sudah di bawa keruangan operasi.
Sebelum Kai Ziyang Zhang melakukan operasi, ia memastikan dirinya sudah memakai semua perlengkapannya dan bergegas sembari memakai sarung tangannya lalu mulai memeriksa kondisi Seok Zihan Jung. Namun hal yang ia lihat membuatnya kaget.
“Apa-apaan ini? Luka ini sangat parah!” Ujar Kai Ziyang Zhang yang terkejut melihat kondisi Seok Zihan Jung dengan luka-lukanya itu. Kai adalah seorang dokter magang, namun sudah berpengalaman banyak. Meski dia sudah menghadapi banyak situasi kritis, luka bakar yang ada ditubuh pasien dihadapannya ini benar-benar berbeda. Pasalnya, luka itu tidak hanya terbakar, namun juga dalam dan bahkan mengancam nyawa.
Sekarang, di ruang ICU yang sunyi. Zihan terbaring sendirian. Tidak ada keluarga atau teman yang datang berkunjung atau mendampinginya. Dengan tubuhnya yang terluka parah akibat kebakaran besar, Kai tahu, bahwa nasib Zihan sekarang bergantung pada kemampuan tim medis dan dirinya.
Kai pun menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. “Aku harus melakukan ini dengan benar. Tidak boleh ada kesalahan...” pikirnya. Dia tidak punya waktu untuk meragukan kemampuannya. Walau hanya dokter magang, tapi tanggung jawab menyelamatkan nyawa Zihan berada di tangannya.
Dia segera melihat tanda vital Zihan di monitor. Detak jantungnya lemah, dan paru-parunya terdengar berat setiap kali dia mengambil napas. “Baiklah, kau bisa melakukan ini Kai, jangan ragu sekarang...” pikir Kai Ke dirinya sendiri, lalu berbicara dengan timnya. “Ventilator sekarang, pastikan oksigennya masuk.”
Selagi perintahnya dilaksanakan oleh yang lain, Kai memeriksa luka bakar yang meliputi sebagian besar tubuh Zihan. “Ini MODS, Multiple Organ Dysfunction Syndrome,” gumamnya, mengetahui bahwa organ dalam Zihan sudah mulai melemah. “Kita tidak punya banyak waktu... Berikan aku pisau bedah, aku akan melakukan debridement.”
Mengambil pisau bedah, Kai memulai proses debridement, yakni mengangkat jaringan yang sudah mati akibat luka bakar. Dia melakukannya dengan hati-hati, mengetahui bahwa di bawahnya, jaringan sehat masih berjuang untuk bertahan. “Perhatikan tekanan darahnya, jangan sampai turun.” Perintah Kai dengan suara tegas namun terukur.
Sambil menangani luka-luka Zihan, Kai tidak bisa menghilangkan perasaan sesak melihat hal yang dialami Zihan. Sesaat, ia mulai membayangkan reaksi keluarganya, yang tidak tahu apa-apa tentang kondisi Seok Zihan Jung sekarang. Kai merasakan beban tanggung jawab yang semakin besar di pundaknya, namun Dia harus melupakan itu sekarang agar tidak menghambat proses pengobatan yang berlangsung.
Setelah selesai dengan debridement, dia berpikir cepat dan memberikan perintah lain. “Kita harus melakukan pencangkokan kulit.” katanya pada timnya, Karena luka Zihan terlalu luas untuk bisa sembuh sendiri. Kai memilih untuk mengambil kulit dari bagian tubuh yang lebih sedikit terbakar, tepatnya dari pahanya.
Proses perawatannya itu sangat memakan waktu. Setiap detik terasa sangat lama. Suasana di ruang ICU begitu tegang, hanya suara mesin dan instrumen medis serta komunikasi yang seperlunya. Tim medis bekerja dan sepenuhnya fokus pada tugas mereka.
Setelah menyelesaikan cangkok kulit, Kai memantau tanda vital Zihan. “Sial, Ginjalnya juga mulai bermasalah.” Katanya dengan pelan. Mereka harus segera menyiapkan dialisis untuk mengatasi penurunan fungsi ginjalnya.
Mesin dialisis mulai bekerja, menyaring darah Zihan yang sudah penuh dengan racun karena organ tubuhnya yang saat ini tidak mampu berfungsi secara normal.
Kai mundur sejenak, menghapus keringat di dahinya. “Kita sudah lakukan yang terbaik untuk sekarang.” ucapnya, meskipun dalam hatinya, dia merasa belum cukup. Dia tahu Zihan masih berada dalam kondisi kritis, dan segala sesuatu bisa berubah dengan cepat.
Di ruang ICU yang sunyi, Zihan terbaring sendirian. Kai melihatnya dengan tatapan penuh tekad. “Aku tidak akan membiarkanmu sendirian dalam pertarungan ini.” Bisiknya, meskipun Zihan tidak bisa mendengarnya. Kai tahu, sebagai dokter baik magang atau tidak, dia tidak bisa menyelamatkan semua nyawa. Tapi untuk pasien ini, dia akan berusaha sebaik mungkin.
Setelah berjam-jam di ruang operasi, Kai Ziyang Zhang dan timnya akhirnya menyelesaikan prosedur yang mereka harapkan bisa menyelamatkan nyawa Seok Zihan Jung. Luka bakar yang mengancam nyawanya telah ditangani, dan organ-organnya mulai stabil meskipun fungsi ginjal dan paru-parunya masih memerlukan bantuan mesin. Kai memeriksa tanda vital Zihan yang mulai membaik, namun tubuhnya tetap dalam kondisi kritis.
Beberapa hari pun berlalu... Zihan kini terbaring di ruang ICU, tubuhnya masih terhubung ke ventilator dan berbagai alat penunjang hidup. Keajaiban terjadi meskipun organ-organ vitalnya sempat mengalami kegagalan, perawatan intensif yang diberikan berhasil menstabilkan keadaannya. Tapi Zihan belum sadar, matanya tetap tertutup rapat, dan monitor di samping tempat tidurnya menunjukkan bahwa otaknya dalam kondisi koma.
Kai berdiri di samping tempat tidur Zihan, melihatnya dengan perasaan campur aduk. Dia tahu Zihan sudah melalui pertarungan hidup dan mati. Meskipun Zihan berhasil selamat dari operasi besar, koma ini adalah tantangan baru yang harus dihadapi.
“Dia sudah stabil sekarang, tapi... Kita tidak tahu kapan dia akan bangun.” Ujar salah satu dokter senior kepada Kai. “Untuk sekarang, kita hanya bisa menunggu dan terus memantau.”
Kai mengangguk kepalanya dan mengerti.
“Apakah ada peluang untuk dia sadar dalam waktu dekat?” Tanyanya, meskipun dia sudah tahu jawabannya. Koma bisa berlangsung selama bertahun-tahun Dalam kondisi terburuk...
KAMU SEDANG MEMBACA
code love protocol [END] [Terbit]
Fiksi Remajamengisahkan seorang Seok Zihan Jung yang pindah dari negara asalnya karena statusnya terus di bully ia pindah kejepang dan memulai hidupnya dari awal selama perjalanan hidupnya Seok Zihan Jung menemukan cinta sejatinya yaitu Qin Ziayo Liu namun sela...
![code love protocol [END] [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/377519131-64-k629598.jpg)