Bagaikan bunga-bunga yang dilempar dan bertebaran, Pernyataannya Seok Zihan Jung membuat si gadis, Qin Ziyao Liu kaget juga merasa tersipu dan senang, melihat Zihan yang dengan berani dan tanpa ragu mengatakan hal seperti itu.
‘Zihan... kamu mengira aku akan menikahi orang lain selain kamu? Heh, maaf harus mengecewakanmu, tapi aku memang gak ada niatan begitu...’ Katanya dalam hati sambil tersenyum sedikit. Setelah menghelakan nafasnya, ia menatap ke wajah Zihan dan menyentuh pipinya, yang mana membuat Xihan terkejut, namun membiarkannya dan tersenyum.
“Hehe... Kamu pikir aku akan menikah dengan orang lain? Bener-bener posesif juga ya kamu, Zihan~” Ucapnya dengan nada yang jahil. Mendengar ucapannya, Zihan hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
“Hey, aku cuman mau bilang aja. Toh yang namanya masa depan gak bisa ditebak...” Balas Seok Zihan Jung sembari mengelus kepalanya Liu yang kemudian berhenti mengelus pipinya si cowok. Sambil dielus kepalanya, Liu juga memeluk Zihan beberapa lama dan melepaskannya.
“Eh iya, kamu gak pulang? Besok kita masuk dan sekarang udh malem banget. Belum lagi ada juga perlombaan disekolah...” Mendengar perkatannya, Liu reflek melihat jam dan memperlihatkan waktu sudah malam, nyaris jam 11 malam.
“Ah bentar lagi aku juga bakalan pulang, tiang listrik...” Balasnya sambil menyindir Zihan yang tingginya memang sedikit diluar akal. Mendengar sindirannya, Zihan hanya tertawa dan tersenyum mendengar kata ‘tiang listrik.’
“Oh, kamu mau main begitu ya hah!?” Seketika Zihan langsung menangkap dan mencubit pipinya sambil menyandar ke sofa.
“O-Oy! Ih lepasin gak!?” Teriak Liu sambil tertawa cekikikan dan coba melawan.
“Nggak nggak nggak! Tarik dulu gak yang tadi kau omongin?”
“Iya iya! Maaf, lepasin boleh gak sekarang?” Dengan begitu, Akhirnya Zihan melepaskan Liu yang langsung berdiri. Zihan juga ikut berdiri dan melihat Liu yang mengambil beberapa barangnya sebelum pulang.
“Cepetan pulang terus tidur gih sana. Lagi males aku ngedengerin kamu ngomel nyebut aku ‘tiang listrik.’ Dasar kelinci...” Sindir Seok Zihan Jung balik sembari tertawa. Mendengar nama panggilannya, ‘Kelinci’ membuat wajahnya jadi memerah.
‘Kelinci? Eh, makaudnya apaan ya? Kok kelinci sih?’ Pikirnya salam hati sambil menatap Zihan dengan kosong. Pada dasarnya, kata ‘kelinci’ itu adalah sebutan untuk orang yang sangat ingin digoda. Makanya, Qin Ziyao Liu wajahnya langsung merah merona, dan jadi lebih tampak lagi ketika mengulang kata itu di kepalanya.
“Oh? Kamu kenapa, mbak kelinci~?” Goda dan isengnya Zihan ke Liu, begitu kembali sadar, Liu langsung memalingkan badan dan berjalan ke pintu keluar unitnya Zihan, dengan si cowok mengikuti dan mengantarnya kedepan.
“Langsung tidur begitu pulang ya? Nanti ke sekolah dateng telat, nangis kamu...”
“Nggak kok, aku gak akan ketiduran kayak kamu.” Balasan Liu membuat Zihan ketawa, juga dengan Liu.
“Yasudah, Aku duluan ya, Zihan. Juga makasih makanannya, masakanmu emang enak banget!” Begitulah ucapnya Liu sembari membuka pintunya dan berjalan keluar dari apart Seok Zihan Jung. Begitu pintunya ditutup, Zihan kembali ke kamarnya.
Begitu masuk, Zihan duduk di kursi kamarnya, yang dimana pesanan gambar cetak birunya banyak sekali yang belum dibereskannya. Merasa kesal, Zihan mengeluh dan memijat kepalanya. Kerjaannya masih banyak, tapi dia harus bereskan secepatnya.
“Sialan... Ini kok banyak banget dah? Haah... Bajingan, harus berapa lama aku begadang biar ini selesai?” Gumamnya dengan kesal, tapi mau bagaimana pun, dia masih harus mengerjakannya. Di mejanya, Zihan duduk sambil menggambar desain gambar gedungnya dengan detail-detailnya dengan cepat dan sembari ditemani musik favoritnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
code love protocol [END] [Terbit]
Teen Fictionmengisahkan seorang Seok Zihan Jung yang pindah dari negara asalnya karena statusnya terus di bully ia pindah kejepang dan memulai hidupnya dari awal selama perjalanan hidupnya Seok Zihan Jung menemukan cinta sejatinya yaitu Qin Ziayo Liu namun sela...
![code love protocol [END] [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/377519131-64-k629598.jpg)