"Apa-apaan ini dad, bagaimana bisa aku menikahi istri dari phi ku sendiri"ucap sosok wanita cantik dan tampan secara bersamaan.
"Keputusan daddy sudah bulat, kamu harus menikah dengannya titik"ucap sang ayah tegas tanpa bantahan.
Jangan lupa vote...
Jangan lupa vote & komen Abaikan type yang berserakan * * * * * * Happy reading *___________*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seseorang yang becky temui ternyata adalah marissa, mantan kekasih becky yang setiap harinya selalu datang kecaffe milik becky, tentu saja hal itu tidak diketahui freen karena becky merasa ia bisa mengatasi marissa sendiri, namun semakin lama marissa semakin bertindak diluar kendali hal itu membuat sedikit geram.
Marissa berbalik dan menatap becky, lalu ia pun berjalan mendekat kearah becky tanpa persetujuan becky tiba-tiba saja marissa memeluk tubuh becky "Becky aku merindukanmu"ucap marissa tersenyum senang.
Sedangkan becky terkejut atas tindakan marissa kepadanya, lalu ia pun dengan cepat mendorong tubuh marissa "Apa yang kau lakukan marissa, jaga batasanmu!! Ingat aku sudah memiliki istri dan sebentar lagi aku memiliki anak"ucapnya memandang datar wajah marissa.
Marissa mengedihkan bahunya "Aku tidak peduli, aku hanya menginginkan kamu dan memulai semuanya dari awal kembali becky"ucapnya tanpa berfikir.
Becky terkekeh mendengar ucapan marisa lalu menatap marisa dengan pandangan remehnya "Dulu kau kemana saja? Saat aku mencintai kamu"tunjuk becky tepat didepan wajah marissa.
"Kamu malah memilih pria lain dan pergi meninggalkan aku dengan luka yang begitu menganga, sekarang kamu kembali dan memintaku untuk bersamamu, jangan bermimpi marissa!"lanjut becky dengan mata menyorot tajam marissa.
Marissa tertegun mendengar ucapan becky yang begitu menusuk ulu hatinya hingga tanpa sadar membuat matanya berkaca-kaca "Apa memang sudah tidak ada ruang untukku beck"lirihnya menatap becky dengan sorot mata penyesalan.
Becky menggeleng tegas "Maaf marissa kamu terlambat aku sudah memiliki istri dan sebentar lagi aku memiliki anak, jadi aku harap kamu mengerti"ucap becky mencoba memberikan pengertian dari tatapan yang becky berikan pada marissa.
Marissa lagi dan lagi dibuat tak bergeming dengan rasa sakit yang menbuat dadanya merasa sesak, ia hanya menundukkan wajahnya.
Hingga beberapa saat becky yang melihat marissa terdiam pun mengusap pucuk kepala marissa dan hal itu membuat marissa mendongakkan kepalanya menatap manik mata hitam legam milik becky yang kini menatapnya.
"Lupakan apa yang sudah terjadi sama kita dimasa lalu, aku berdoa semoga kamu mendapatkan pria yang baik dan jauh lebih bisa mengerti dirimu, tentu saja orang itu bukan aku, jadi maafkan aku"ucap becky seraya tersenyum lembut.
Marissa terisak mendengar ucapan becky ia merasa tertampar oleh kelakuannya sendiri karena hampir saja merusak rumah tangga becky, tetapi becky dengan kerendahan hatinya malah berbaik hati memberikan pengertian padanya.