Bab 30

3.1K 160 24
                                        

Kini suasana sudah mulai tenang lagi walau diwajah gracia masih terlihat yang sedang menahan amarahnya tapi mereka berusaha untuk mencairkan suasana dan hati gracia. Sedangkan zee marsha dan juga christy masih tidak berani mengeluarkan suara kalau tidak ditanya, jangankan mengeluarkan suara menatap gracia aja mereka bertiga tidak berani.

Ini yang mereka takutkan jika gracia sudah emosi tidak akan melihat bulu. Makan malam pun berjalan seperti biasa tidak ada obrolan di saat berada dimeja makan hanya ada suara detingan dari sendok dan garpu yang mereka gunakan.

Tak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makan malam mereka ,semua sudah selesai makan malam sebagian sudah meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke ruang keluarga untuk berkumpul dan membicarakan masalah ini. Sedangkan shani,sisca,dan juga vienny sedang merapikan bekas makan malam keluarganya setelah selesai mereka pun kembali ke ruang keluarga dan berkumpul bersama.

Merasa sudah berkumpul semua vino dan kinal pun membuka suara untuk mempertanyakan dan meminta penjelasan kepada ketiga cucunya.

"Nah sekarang udah berkumpul semua opah mau zee, kity dan juga acha jelasin ke kita semua tentang perkelahian yang terjadi disekolah"ujar vino yang memecahkan keheningan.

"Tidak ada yang memakai emosi kita omongin baik baik, gracia grandpa harap kendalikan emosi mu karena masalah tidak akan selesai jika menggunakan emosi bukan pake kepala dingin mengerti!!" tegas kinal.

"Jadi jelaskan semuanya"ucap vino dan menatap ke arah zee christy dan juga marsha.

"Biar acha yang jelasin opah, sebelumnya kita bertiga minta maaf ke semuanya udah ambil tindakan tanpa berfikir panjang. Inti dari masalah ini diawali dengan balapan saat malam itu acha, zee, kity sama yang lain pergi ke arena balapan karena zee dapet tantangan dari anak yang bikin keributan disekolah dan malam itu zee menang dan mereka kalah tapi mereka nggak menerima kekalahan opah"

"Setelah itu kita selalu diganggu saat jalan pulang sekolah mau pun pulang main tapi kita gak ladenin kita lebih milih buat ngalah tapi minggu kemaren dimana ada satu siswa sekolahan kita dihajar habis habisan oleh mereka dan satu siswi yang hampir dilecehkan oleh mereka, dan gak lama dari itu mereka ngajak kita berantem pas pulang sekolah awalnya kita nolak tapi lama kelamaan mereka ngancem bakalan bertindak lebih dari situ zee sama yang lain diskusiin baik baik. Kita bikin perjanjian kalo mereka kalah mereka gak boleh gangguin kita dan juga siswa siswi sekolahan kita"lanjut marsha mereka yang mendengarkan itu pun mengangguk paham.

"Dan tadi pagi adel dapet chat dari mereka kalo mereka bakalan nyerang kita saat jam pelajaran berlangsung, zee diskusiin balik kita sedikit ubah rencana awal karena mereka akan nyerang sekolahan zee mutusin buat toya, flora sama jessi buat gak ikut dan bikin siswa dan siswi yang lain pergi ke aula buat berlindung disana yang dijaga sama toya,flora dan jessi sisanya kita turun lapang buat ngelawan mereke. Kita gak tau kalo ada beberapa anak yang bantuin kita buat ngelawan mereka. Sebelum itu kita udah nelpon pihak polisi buat bantuin kita tapi sebelum itu kita suruh pihak polisi buat nyari bukti tambahan biar mereka dihukum lebih lama, dan gak lama polisi dapet informasi atas kelakuaan mereka yang membuat warga sekitar resah atas kelakuan mereka. Zee minta maaf karena minjem anak buah opah sama grandpa tanpa izin dan nyogok mereka kita bayar ya walaupun belum lunas" ujar zee sambil menunduk sedangkan christy hanya diam saja ia tidak tau harus menjelaskan apa karena dirinya juga tidak tau jelas.

Setelah mendengar penjelasan yang keluar dari mulut zee dan juga marsha pun hanya bisa membuang nafas berat dan juga gelengan kepala. Bagaimana bisa cucu nya melakukan tindakan yang membuat nyawa mereka terancam.

Sedangkan shani melihat gracia yang menahan emosinya pun hanya bisa mengelus punggung telapak tangan gracia membuat gracia lebih sedikit meredakan emosinya.

posesif greshanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang