Ternyata benar kata Orm. Makan malam adalah kedok belaka karena acara sebenarnya adalah party yg di selenggarakan oleh Phi Faye. Bilang nya untuk menyambut Ling, tapi yg paling antusias justru Phi Faye dan Phi Engfa yg udah sampe pas acara party di mulai tadi.
Di lantai dance, Phi Faye meliuk liuk dengan sangat lincah. Di sebelahnya ada Phi Engfa yg sama gila nya seperti Phi Faye. Makanya mereka cocok jadi bestie.
Yoko, Ling, Orm dan yg lainnya hanya memperhatikan aja karena emang bukan tipe orang yg suka berpesta.
"Kalian ga mau turun???". Char sedikit mengencangkan suaranya karena berisik.
"Ayo Phi kita turun". Ajak Becky dan di angguki Freen.
Sekarang sisa Ling, Yoko, Orm dan Charlotte tapi ga lama dari itu Engfa menjemput Charlotte untuk bergabung denganya di lantai dansa. Kini tinggalah 2 sepupu serta Orm yg sesekali masih melirik Ling. Jangan tanyakan Ying kemana karena gadis itu udah turun duluan sebelum ada yg mengajak nya.
"Phi Ling". Yoko menyenggol lengan Ling sambil dagu nya terangkat mengarah ke Orm yg duduknya aga misah dari mereka.
"Hmmm??? Apaa??". Kata Ling sedikit berteriak.
"Sana ajak Orm ngobrol. Dari tadi gadis pucat itu terus melihat ke arah mu".
Ling sedikit melirik ke arah Orm yg benar aja lagi menatap nya,"haruskah?". Tanya Ling ke Yoko.
"Iya sana. Ajak gadis itu mengobrol. Aku rasa benar kalau ia penasaran dengan mu". Yoko mempersilahkan Phi Ling.
"Seperti yg kalian tau, aku bukan tipe orang yg mudah mengajak seseorang bicara kan, Yo?".
"Tidak masalah. Aku rasa Orm yg akan banyak bertanya. Udah sana, jangan sampai ada orang lain yg mengajak Orm terlebih dahulu".
Akhirnya Ling mengikuti kata Yoko dan mendekati Orm yg duduknya emang agak berjarak dengan dua bersaudara itu. Melihat Ling yg mendekatinya, Orm berusaha sebiasa mungkin. Orm memberi salam begitu Ling udah duduk di sebelah nya.
"Sawadee, Phi Ling".
"Sadawee". Balas Ling.
"Nong Orm engga ikut kesana?".
Orm menggeleng dengan sopan menjawab Ling, "Phi Ling sendiri kenapa ga ikut gabung dengan yg lainnya?".
Ling mendekatkan diri nya ke Orm sambil menjawab pertanyaan yg diajukan oleh gadis periang itu, "Aku kurang menyukai kegiatan seperti itu" kata Ling diselingi oleh senyuman seperti biasanya.
"Ahh... aku paham". Angguk Orm, "Tapi kan ini party untuk menyambut kedatangan mu".
"Tidak Nong, Orm. Itu hanya akal akalan Phi Faye saja. Karena coba liat siapa yg paling bersemangat disini?". Ling menatap jauh ke depan dimana teman temannya yg lagi asik menikmati hentakan musik. Dan Ling mendapatkan alasan kenapa Yoko menyuruhnya untuk mendekati Orm karena ternyata Yoko udh gabung bareng yg lain nya.
"Ck dasar". Gumam Ling dalam hati.
"Phi Ling, bagaimana kalau kita ngobrolnya di tempat lain? Disini terlalu berisik soalnya". Ajak Orm memberanikan diri.
"Hmm boleh. Ayo kita keluar". Ling bangun terlebih dulu, lalu membantu Orm untuk berdiri.
Orm engga nyangka kalo hari ini akan tiba juga. Hari dimana ia bisa berduaan dengan Ling, mengobrol dengan orang yg sudah berhasil mencuri hati nya.
Ketika Ling menyadari kalau dress yg Orm pakai malam ini sangat terbuka, dan menampilkan punggung putih milik Orm, Ling segera melepas jacket hitam Celine miliknya dan menyerahkannya ke Orm. Meminta gadis tinggi itu memakainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AQUIVER
No FicciónYaa pokonya dibaca dulu aja. Cari tau sendiri gimana ceritanya. oke bebs
