OCEAN

1.1K 156 17
                                        

Kantin kampus dimana tempat Orm dan kawan kawannya mengenyam pendidikan mendadak ramai kedatangan tiga orang yg bukan mahasiswi sana. Yoko, gadis imut yg duduk disebelah Phi Faye beberapa kali menegur gadis disebelah nya yg saat ini tengah asik menyantap seporsi mie.

"Phi, aku heran gimana bisa seorang wanita dewasa seperti mu bisa makan sebanyak ini?". Gerutu Yoko ke kakak sepupunya itu.

"Meskipun makan banyak, tapi Ling tetep ngga gemuk gemuk ya tapi". Faye nimpalin.

"Jelas aja, Phi. Gadis Hongkong kita inikan penggila gym. Ia bahkan lebih memilih nge gym dari pada ikut acara kumpul kumpul bersama para petinggi perusahaan". Lagi, Yoko menggerutu jika mengingat gimana rese nya Ling ketika seenak hatinya meminta Yoko yg menggantikannya ketika ada acara perusahaan.

Ling yg awalnya lagi menikmati semangkuk mie terpaksa harus menjauhkan mangkuk miliknya. Ya, selain karena memang udah abis, ia tergelitik mendengar ocehan adiknya itu. Dan Ling juga menyadari kalau sejak tadi Orm meliriknya diam diam. Dalam hati Ling tersenyum.

"Yoo... lagi pula perusahaan itu kan akan jatuh ke tangan mu". Kata Ling membela diri.

"Ck... itu karena Phi Ling lari dari tanggung jawab".

Ling tertawa mendengar jawaban Yoko. Sementara Ling yg masih ketawa, disisi lain Orm merasakan kembali dada nya yg mendadak berdegup kencang. Ia memalingkan muka nya ke sembarang arah dan ketika ia menoleh, ia bisa melihat muka iseng Rebecca yg tengah menggodanya. Orm yg menyadari itu melotot ke arah sahabatnya.

"Phi, nanti pulang bareng yoko?". Tanya Freen di sela sela ia tengah menyeruput es miliknya.

"Engga. Yoko biar pulang sama Phi Faye aja". Kata Ling tanpa mikir lagi.

"Eh?". Reaksi Faye dan Yoko secara bersamaan.

"Ko gitu?". Tanya Yoko yg bingung, "Emangnya Phi Ling mau kemana?".

"Emangnya gamau dianter Phi Faye?". Ling malah balik nanya ke Yoko. "Phi Faye gpp kan kalo Yoko pulang bareng?".

"Gapapa kok. Tapi emang lu mau kemana Ling?".

"Ga kemana mana sih. Oh iya Nong Orm bawa mobil?". Kini gantian Ling yg nanya ke Orm.

Ditanya begitu Orm langsung mengangguk, "I-iya aku bawa". Katanya gugup.

"Ohh hmmm". Angguk Ling pelan, tapi siapapun bisa melihat kalau ada sedikit rasa kecewa di balik suara nya.

"Tapi tadi Ying bilangnya mau pinjem mobil sih. Iyakan Ying?".

"Hah?". Ying yg ga siap sama pertanyaan Orm jd kebingungan sendiri, "Oh iya mau pinjem. Boleh kan Orm?".

Semua orang yg satu meja pun tau kalau itu hanya sandiwara belaka perihal pinjam meminjam mobil. Emang dasar Orm nya aja yg kepengen dianter Ling pulang.

"Oke kalo gitu, aku yg akan mengantar Nong Orm pulang, bolehkan?". Tawar Ling dengan dibarengin oleh senyum manisnya. Udah ngga kecewa lagi.

"Phi... sepertinya gadis Hongkong itu beneran suka ke Orm". Bisik Freen ke Phi Faye, dan di angguki oleh Faye.

"Iya Freen. Ling beneran suka tuh dari gelagatnya". Faye menambahkan.

Setelah mengobrol sebentar, masing masing dari mereka langsung pergi ke mobil masing masing. Karena Orm akan diantar Ling pulang, maka konci mobil miliknya ia serahkan ke Ying terlebih dulu.

"Bisa bisa nya gue di jadiin tumbal". Gerutu Ying sambil menerima konci mobil.

"Hahaha sorry. Kesempatan bagus ga boleh di sia sia kan, bener ga??". Kata Orm sambil cekikikan ninggalin Ying yg masih berdiri.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AQUIVERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang