Suasana kampus siang hari ini terasa sedikit mendung terlihat dari awannya yg sedikit gelap. Rebecca atau Becky yg lagi duduk sendirian menunggu 2 sahabatnya datang, mendadak berwajah muram ketika melihat siapa yg datang menghampiri nya.
"Sawadee". Sapa gadis tomboy yg berpostur tubuh tinggi.
"Ya sawadee". Balas Becky seadanya. Lebih tepatnya ia sedikit malas.
"Kenapa hanya sendirian? Orm dan Ying belum datang?". Tanya nya lagi sambil duduk di depan Rebecca.
"Mereka mungkin sebentar lagi sampai".
"Oke oke". Angguk Popor sambil menoleh ke kanan dan kiri, mencari keberadaan Orm.
"Hmm apa aku boleh menanyakan sesuatu?". Tanya Popor lagi. Ia seperti ingin mencari informasi terkait Orm dari sahabatnya.
"Nanya apa?". Tatapan Rebecca sedikit mengintimidasi ketika Popor lagi lagi mengajaknya bicara.
"Ini soal Nong Orm".
"Ck mau nanya apaan sih? Ganggu orang banget". Kata Rebecca dalam hati. Tapi ia berusaha bersikap sopan didepan gadis tersebut. "Kenapa engga nanya langsung ke Orm nya aja?".
"Sebenarnya aga sulit mengajak Orm mengobrol belakangan ini". Kata Popor berterus terang.
"Hahahaha tentu aja susah. Orang itu anak lagi ngincer temennya Phi Freen". Becky tertawa dalam hati.
"Ohh gitu ya? Hmmm". Angguk Becky yang sangat berusaha agar terlihat menanggapi ocehan Popor.
"Iya. Setiap aku mendatangi kelasnya, Orm selalu tidak ada, atau ketika aku melihatnya dan Orm juga melihatku, ia akan menghindari secepat kilat".
"Benarkah?".
"He'um. Sepertinya gadis itu menghindari ku. Padahal aku hanya ingin mengajaknya makan bersama atau hanya sekedar ngobrol".
"Mungkin Orm sibuk kali ya. Makanya aga susah buat diajak kemana mana". Jawab Becky sekenannya.
Beberapa menit kemudian, Orm dan Ying yg baru selesai ngampus dan berencana menemui Becky, tapi ia mendadak malas karena melihat ada Popor disana. Awalnya Orm tidak ingin bergabung karena melihat ada Popor, tapi Ying menyeret Orm agar segera menyelamatkan teman bule nya itu.
"Oh hai Nong Orm. Hai Ying". Popor terlihat begitu bersemangat melihat kedatangan Orm.
Orm tersenyum menjawab sapaan Popor, sementara Ying hanya mengangguk tidak perduli dengan adanya manusia tinggi di depannya.
"Nong Orm, apa setelah ini kamu mau langsung pulang?".
Orm menggeleng menjawab pertanyaan Popor, "Aku masih harus bertemu seseorang setelah ini".
"Bertemu siapa?". Tanya Popor cepat.
Orm, Becky dan juga Ying langsung saling tatap melihat respon cepat Popor barusan. Sementara Popor yg tengah menunggu Orm tidak menyadari kalau sekarang 3 gadis tersebut tengah menatap nya dengan tatapan yg sangat sulit di artikan.
"Kalaupun aku bilang, Phi tidak akan mengenal orang tersebut".
"Ya memang nya siapa? Siapa orang itu? Apa itu orang yg kamu suka? Memangnya orang itu beneran ada? Kalau emang ada, coba kenalkan padaku".
Mendengar banyak nya pertanyaan yg diberikan Popor barusan, Orm rasanya ingin memukul gadis itu dengan binder yg ia tengah bawa. Gadis itu ingin sekali rasanya memamerkan Phi Ling nya didepan Popor.
Ying yg awalnya hanya menjadi penonton sekarang jadi ikut nimbrung karena merasa kesal dengan ucapan Popor ke Orm, "Orm kayanya udah saatnya deh lu kenalin Phi Ling ke dia". Kata Ying sambil menunjuk Popor.
KAMU SEDANG MEMBACA
AQUIVER
Não FicçãoYaa pokonya dibaca dulu aja. Cari tau sendiri gimana ceritanya. oke bebs
